HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Revisi UU KPK Disahkan, Novel: Koruptor Utang Budi ke Jokowi

By On September 15, 2019

Jakarta, Rakyat Bicara- Penyidik fenomenal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang diduga memuluskan jalan pengesahan Rancangan Undang-Undang KPK.

Novel menilai, beberapa usulan perubahan RUU KPK ini menyimpan masalah dan berpotensi melemahkan lembaga antirasuah.

Hal serupa yang juga disampaikan sejumlah kalangan yakni akademikus dan pegiat antikorupsi, di antaranya soal pembatasan penyadapan, perubahan status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan kewenangan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

"Saya tidak bisa tuduh Pak Jokowi punya kepentingan, tapi kalau kita ingat, semasa beliau menjabat saja, kan upaya seperti ini sudah berulang kali dilakukan oleh DPR, bukan baru pertama kali.

 Jadi saya yakin Pak Jokowi tahu. Setelah Pak Jokowi tahu dan tetap mau mengubah, apa masalahnya itu, saya enggak ngerti," kata Novel seperti dikutip dari awak media Sabtu (14/9).

"Dan tentunya kalau Pak Jokowi selesaikan ini [RUU KPK] maka koruptor akan berutang budi sekali sama beliau," lanjut dia lagi.(rb/cnn-i)

Polri: Ada Pihak Luar Memanasi Papua, Padahal Warga Enjoy NKRI

By On September 06, 2019

Jakarta,Rakyat Bicara- Polri sudah memetakan pihak asing yang diduga 'campur tangan' dalam kerusuhan di sejumlah wilayah papua dan papua Barat. Polri memastikan kondisi Papua sudah kondusif.

"Kita sedang dalami itu. Yang jelas narasinya adalah kita duga ada pihak luar yang mencoba untuk memanas-manasi dan ada agenda setting-lah. Padahal lebih banyak masyarakat Papua dan saudara kita yang sangat damai dan sangat enjoy Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (2/9/2019).

Pemetaan pihak asing yang diduga ikut 'campur tangan' dalam rusuh di Papua dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Terkait dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolri tentang ada dugaan pihak-pihak luar dalam arti kata bukan negara Indonesia yang memprovokasi, yang mencoba untuk meng-amplify suatu keadaan, yang tadinya tidak begitu mengkhawatirkan menjadi sangat mengkhawatirkan sehingga akan dibahas di forum PPB. Kita memetakan itu, kita sedang bekerja dengan kementerian dan lembaga terkait," papar Iqbal. 

Terkait kondisi Papua-Papua Barat, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berangkat ke Papua sore ini. 

Bersama sejumlah pejabat Polri-TNI, keduanya akan memastikan kondisi keamanan Papua dan Papua Barat pasca rusuh di sejumlah wilayah.(rb/ndc)

Polisi Tetapkan 68 Tersangka Kerusuhan di Papua

By On September 03, 2019

Jakarta,Rakyat Bicara-Kepolisian telah menetapkan sebanyak 68 tersangka dalam peristiwa unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di papua dan papua Barat. 

Sejauh ini kepolisian telah menetapkan 48 tersangka di Papua dan 20 tersangka di Papua Barat. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan penambahan tersangka hanya terjadi di Papua. Dengan rinciannya Jayapura sebanyak 28 tersangka, Timika 10 tersangka dan Deiyai 10 tersangka. 


"Papua Barat masih tetap (jumlah tersangka)," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/8).

Rincian jumlah tersangka di Papua Barat antara lain Manokwari delapan tersangka, Sorong tujuh tersangka, dan Fakfak lima tersangka. 

"Jadi untuk wilayah Papua yang ditetapkan tersangka 48 tersangka, dengan Papua Barat sampai hari ini 20 tersangka," tuturnya.
Dedi mengatakan kepolisian saat ini masih mendalami peran dan keterlibatan 10 tersangka di Deiyai. "Masih didalami dan dikembangkan peran masing-masing pelaku," kata dia. 

Sebagian besar, kata Dedi, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP, 156 KUHP, Pasal 365 KUHP, dan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi menyusul dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada pertengahan Agustus lalu.

Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas umum. Pemerintah menyatakan kondisi di Papua dan Papua Barat kini berangsur kondusif.(cnni/rb)

Perintah Jokowi pada Panglima, Kapolri dan Menkopolhukam Setelah Jayapura Rusuh dan Aksi Anarkis

By On Agustus 31, 2019

Rakyat Bicara- Perintah jokowi pada panglima, kapolri dan Menkopolhukam setelah jayapura rusuh dan aksi 
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis. 
"Jadi saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapat laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura dan saya juga minta masyarakat tenang tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis," kata Jokowi di Purworejo, sebagaimana disiarkan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/8/2019).

Jokowi menanggapi kerusuhan yang kembali pecah di Papua hari ini. 

Jokowi mengingatkan semuanya akan rugi apabila ada fasilitas umum, fasilitas publik, serta fasilitas masyarakat yang sudah dibangun bersama menjadi rusak.

Kepala Negara memastikan, akan ada tindakan bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukum.

"Tadi malam saya perintahkan ke Menkolpulhukam bersama kapolri, Kabin, dan Panglima TNI, untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkis serta rasialis," kata dia.

Aksi protes atas dugaan tindak rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jayapura berujung ricuh, Kamis (29/8/2019).

Setelah membakar Kantor Majelis Rakyat Papua, massa membakar Kantor Telkom, Kantor Pos, dan sebuah SPBU yang berjejer di samping Kantor BTN di Jalan Koti, Jayapura.Massa juga melempari kantor-kantor dan hotel di Jayapura.

Massa mengarah ke kantor Gubernur Papua. Aksi demo di Jayapura kali ini diikuti ratusan orang yang berkumpul dari berbagai titik, Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura, serta perwakilan dari mahasiswa.

Sebelumnya, 

Aksi demo warga Papua menyikapi peristiwa di Surabaya kembali berlangsung di Papua.
yakni di Kabupaten Deiyai, Rabu (28/8/2019).

Unjuk rasa jilid 2 ini berlangsung setelah sebelumnya unjuk rasa yang berakhir rusuh terjadi pada 24 Agustus lalu yang memakan korban.

Unjuk rasa hari ini, satu anggota TNI dikabarkan tewas setelah terkena panah masyarakat.

Sementara korban masyarakat belum diketahui.

Sumber di Kodam XVII Cenderawasih yang namanya enggan disebut, membenarkan adanya peritiwa itu.

“Ada anggota Polri dan TNI yang terkena panah, dan yang gugur anggota TNI. Lebih detailnya coba cek Kapendam,” ujar dia.Menurut informasi kejadian itu berlangsung di Kantor Bupati Deiyai.

Ribuan massa menggelar aksi demo sekitar pukul 15.00 WIT.

Aksi massa menjadi anarkis dengan menyerang aparat keamanan.

Akibatnya 1 anggota TNI meninggal terkena panah dan 2 anggota TNI dan Polri terluka.

Hingga kini dikabarkan kontak senjata masih berlangsung.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Eko Daryanto saat dikonfirmasi belum bersedia mengangkat telepon selulernya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal juga tidak bersedia mengangkat telepon selulernya.

Ajakan dialog Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjhajanto mengatakan TNI siap membuka dialog dengan kelompok pemberontak Papua Egianus Kogoya, untuk menghentikan konflik dan menciptakan Papua yang damai dan terus membangun.

Hal itu dikatakan Panglima TNI usai menggelar tatap muka dengan tokoh Papua pada Selasa (27/8/2019) malam di Jayapura guna menyikapi perkembangan situasi Papua.(tnc/rb)

Pria di Kebun Jeruk Bunuh Istri, motif cemburu karena akun Facebook

By On Agustus 30, 2019

JAKARTA ,Rakyat Bicara-Kapolsek kebon jeruk Akp Erick sitepu, mengungkapkan motif pria berinisial SO (31) di kebon jeruk, Jakarta Barat, yang tega membunuh istrinya, SR (40).
Erick Sitepu mengatakan, SO cemburu karena akun Facebook-nya diblokir sang istri. SO kemudian naik pitam, lalu membunuh SR dengan cara menusuk berkali-kali.
"Motifnya ada rasa cemburu dan amarah seorang suami terhadap istri," ujar Erick saat dikonfirmasi, Kamis (8/2019).
Erick mengungkapkan pelaku kesal karena istrinya memblokir pertemanan dengan tersangka di Facebook. Tersangka dikenal sebagai sosok yang posesif, sehingga curiga saat istrinya memblokir pertemanan di Facebook.
"Suaminya itu posesif, dia kesal istrinya memblokir pertemanan di Facebook. Korban juga mengalami luka tusuk yang banyak dan ditusuk berkali-kali," ungkap Erick.
Sebelumnya, SR (43) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Pilar Lapangan Bola, Kelurahan Kedoya Selatan, kebon jeruk, Jakarta Barat pada hari ini Rabu (8/2019) pukul 02.30 WIB
Pengakuan sang suami sebelumnya, korban terjatuh dan sempat dibawa ke rumah sakit.(trn/rb)

Penembak Anjing di Citra Raya Ditetapkan sebagai Tersangka

By On Agustus 17, 2019

Rakyat Bicara-Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memastikan status A (38), terduga pelaku penembakan anjing di kawasan Water Point, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (12/8/19) lalu adalah tersangka.

Penetapan itu, kata Sabilul, setelah penyidik melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara, lanjut dia, dapat disimpulkan 2 alat bukti sebagai penguat unsur pidana telah terpenuhi.

"Membunuh, merusak, atau membuat sehingga tidak dapat digunakkan lagi atau menghilangkan binatang milik orang lain tanpa hak," kata Sabilul, Sabtu (17/8/19).

Sabilul menyebut, penetapan tersangka berdasarkan rumusan pasal 406 ayat (2) KUHP. Adapun ancaman hukuman, kata dia, adalah pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

"Kami akan melayangkan panggilan kepada saudara A sebagai tersangka pada hari Senin, 19 Agustus 2019," terangnya.

Sabilul menegaskan, penetapan tersangka itu murni atas dasar hukum bukan berdasarkan tekanan atau opini yang berkembang. Selain itu, dia menjelaskan, kasus itu merupakan atensi langsung dari dirinya yang mendapat pengaduan melalui media sosial.

"Jadi tidak ada intervensi atau karena berdasarkan dorongan opini publik," tegasnya.

Sabilul juga menyatakan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tersangka A tidak ditahan. Dikatakannya, ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara dan bukan tindak pidana tertentu. Sabilul menambahkan, tersangka A tidak ditahan sampai kasus hukum itu memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan.

"Namun terhadap tersangka A dikenakan wajib lapor," tukasnya.(rb)

Ditreskrimum Poldasu Amankan Komplotan Curanmor Sadis

By On Agustus 16, 2019

Medan, Rakyat Bicara-kelompok bandit spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Medan, akhirnya terhenti di tangan petugas Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Poldasu).
6 orang pelaku berhasil diringkus dalam pengungkapan kasus ini. Para tersangka pun terlihat tertunduk lesu saat digiring petugas ke Mapoldasu.
Terkait sepak terjang para tersangka, Dirreskrimum Poldasu Kombes H Andi Rian Djajadi mengungkapkan, dalam setiap aksinya, komplotan ini selalu menggunakan alat-alat pemotong besi dan kunci letter T.
“Kita amankan dua komplotan curat masing-masing kelompok Romi Cs dan Kelompok Goklas Pasaribu. Mereka beraksi mencuri sepeda motor dan juga melakukan pencurian di rumah kosong,” ungkap Andi Rian dalam paparan yang digelar di Mapoldasu, Selasa (8/2019).
Didampingi Kasubdit III AKBP Maringan Simanjuntak, mantan Kapolres Tebingtinggi ini mengatakan, dalam melancarkan aksinya komplotan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya.
“Para tersangka kita amankan beserta barang bukti 6 unit sepeda motor hasil kejahatan serta perlengkapan untuk melakukan kejahatan seperti kunci T dan gunting besi,” ujarnya.
“Berdasarkan catatan kami, kelompok Romi Marpaung beraksi di 13 lokasi di Medan. Sedangkan kelompok Goklas Pasaribu tercatat sudah 7 kali beraksi di Medan,” sebut Andi.
Selain mencuri sepeda motor, para tersangka juga kerap mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi pemiliknya.
“Cara mereka dengan memotong gembok yang terpasang di rumah yang menjadi sasaran aksi mereka. Para tersangka kita proses dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas mantan Wadirreskrimsus Poldasu itu.
Sementara, kepada wartawan, para tersangka mengaku menjual setiap sepeda motor hasil curiannya dengan harga 1 sampai 4 juta rupiah per unitnya.
“Kami jual harganya satu sampai 4 juta bg, tanpa surat-surat,” ucap Goklas Pasaribu alias Black (36), warga Jl Karya II, Gang Dong Dong, Kel. Helvetia, Kec. Medan Helvetia.(end/edi/rb)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *