HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Penumpang Pesawat Citilink Terancam Hukuman Mati, Bawa Sabu 1,5kg

By On Juni 30, 2018

Kualanamu,rakyatbicara.id.-Pesawat Citilink yang membawa dua penumpang terpaksa diamankan petugas keamanan Bandara Kualanamu, Senen lalu, karena menyeludupkan sabu sabu seberat 1,5 Kilogram (Kg) tujuan Makasar. Sudah diprediksi keduanya terancam hukiman mati. Dalam paparan Kapolres Deli Serdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan didampingi Plt, EGM AP II Muhammad Yusuf Iriyanto, Manager Keamanan, Kuswadi dan Kasat Reserse Narkoba, AKP Jama Purba mengatakan,  Jumat semalam sore, ada kasus di Media Center Terminal Bandara Kualanamu.

Kapolres katakan, ke depan betapa pentingnya sinergitas antara pengamanan Bandara Kualanamu dengan Polres Deli Serdang salah satunya upaya mencegah penyeludupan narkoba dilakukan pelaku jaringan internasional  tersebut, sehingga dapat diantisipasi. "Pengungkapan dari penyeludupan sabu seberat 1,5 kg merupakan kerja keras petugas Avsec dan Polres Deli Serdang dalam mengamati dan pemberantasan narkoba, "katanya. Kedua tersangka. M (27) dan AN (34) warga Bireun Aceh ditangkap.dan saat ini masih dilakukan pengembangan. Kedua tersangka sebagai pemasok narkoba sudah diamankan bersama 3 bungkus plastik sabu. Dengan pengembangan kasus narkoba ini tersangka lain AMD berperan sebagai pemasok pada dua tersangka yang kini dalam pengejaran petugas. " Dalam pengakuan tersangka AMD sebagai pemasok sabu pada mereka dengan.iming-iming upah Rp 15 juta, sebagai panjar diberi Rp 6 juta dan sisanya setelah sampai ditujuan," jelasnya. Pengungkapan kasus ini, Kapolres Deli Serdang, tak luput memberikan apresiasi dengan memberikan Piagam Penghargaan kepada petugas Avsec yang diterima Manager Keamanan Kuswadi. Kapolres dalam hal ini terus mengingatkan yang meminta agar peningkatan penjagaan keamanan, khusus terhadap penyeludupan narkoba melalui Bandara Kualanamu. Dengan kejelian dan kesiagaan petugas Avsec Bandara Kualanamu, Senen, (25/6) sekitar pukul 06,00 Wib mengamankann dua penumpang pesawat dipimpin Security Checkpoint (SCP) I lantai II Bandara. Kedua penumpang pesawat Citilink dengan tujuan Kualanamu - transit Jakarta - Makasar. Penangkapan di  Bandara, atas kecurigaan petugas pada saat pemeriksaan x-ray pintu SCP I Bandara KNIA ( Kuala Namu Internasional Airport).(edi)

Polisi Ringkus Mahasiswa Pengedar Narkoba

By On Juni 30, 2018

Pekanbaru,rakyatbicara.id.-Dua mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Riau kedapatan polisi sedang mengedar narkotika dan obat obatan barang haram (narkoba), jenis sabu-sabu dan pil ekstasi senilai Rp 3 miliar lebih. Dalam ekspose kasus narkoba, Jumat (29/6),5 Kepala Kepolisian Resort Pekanbatu, Kombes Pol Susanto memapar kan narkoba yang disita dari kedua tersangka A (25) dan DM (22) tertera sabu-sabu seberat 2,1 kilogram (Kg) dan 573 butir pil ekstasi. "Kedua tersangka diamankan di tempat dalam waktu berbeda," ungkapnya.

Peredaran perkara nerkoba, sambung Susanto, awalnya sumber informasi warga dan selanjutnya  langsung ditangani anggota Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Senapelan Sabtu, 23/6, langsung ditindak lanjuti. Kompol Agung Tri Adiyanto, SiK selaku Kepala Polsek (Kapolsek) Senapelan, langsung kerahkan  anggota yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Aris Gunadi beserta tim Opsnal untuk menyelidiki benar laporan warga yang menyebutkan akan terjadi transaksi narkoba di Jalan Arifin Ahmad Pekambaru Sampai petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan modus menyaru akhirnya Polisi berhasil meringkus tersangka A di rumah kosnya, Jln Pembangunan, Kel. Simpang Tiga, Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Polisi melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan dua bungkus besar sabu dan 500 butir Pil ekstasi. Keesokan harinya, dibantu Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Tim Opsnal Polsek Senapelan lakukan pengembangan perkara tersebut. Polisi lalu amankan tersangka kedua, DM di rumah kosnya di jalan Arifin Achmad Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru. Dengan pengeledahan itu ditemukan juga barang bukti narkoba sebanyak 73 butir pil ekstasi berwarna oren merek Kenzo. Lalu polisi meringkus dua mahasiswa dan kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan seorang lagi tersangka DP di rumah kontrakanya jalan Kutilang Kec. Sukajadi Pekanbaru. Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru dan Polsek Senapelan, menemukan di rumah tersangka   barang bukti sabu- sabu 14 paket yang sudah dibungkus dengan plastik bening dan siap edar kepemesan.  "Kita memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian Senapelan, jelas Susanto, yang telah menunjukan kerja keras dalam tugas, sehingga berhasil mengungkap peredaran narkoba. Diakui Susanto, mengungkap perkara tersebut membutuhkan waktu yang lama," sebut Kapolresta itu. Dalam memberantas peredadan narkoba ini,  kata Susanto, sudah selamatkan sedikitnya 15.000 jiwa. Sedangkan pelaku kedua mahasiswa, pihaknya bersama Direktorat Binmas Polda Riau akan  menggiatkan lagi kampanye bahaya narkoba di Kampus yang ada di Riau ini.(edi-endang)

Km Sinar Bangun Tenggelam Di Kaldera Haranggaol,Titik Terdalam Danau Toba

By On Juni 30, 2018

Rakyatbicara.id.-Pencarian korbanKM Sinar Bangun yang tenggelam Sabtu (18/6/2018) sudah memasuki hari ke-13, Sabtu (30/6/2018).
Meski pada pencarian hari ke-11 remotely operated vehicle (ROV)  sudah berhasil merekam 8-10 jasad korban di kedalaman 450 meter Danau Toba, Basarnas masih memikirkan cara untuk mengangkat jasad tersebut ke permukaan. Danau Toba sebelumnya, jasad akan mengambang setelah beberapa hari. KM Sinar Bangun baru tiga jasad yang ditemukan mengambang. Selebihnya 164 orang dinyatakan masih hilang. Bahkan seperti yang terekam ROV, 8-10 jasad korban terbujur kaku berada di dasarDanau Toba. Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto usai melakukan pencarian Jumat (29/6/2018) memastikan posisi mayat belum ada berubah. Nugroho mengatakan posisi mayat ada yang telentang dan tengkurap. Begitu juga dengan sepeda motor dan material kapal. Untuk posisi jenazah berada di kedalaman 450 meter. Sementara untuk kapal berada di kedalaman 420 meter dengan suhu sangat dingin. "Suhu di bawah sangat dingin. Yang jelas jenazah tidak membusuk," ujarnya saat memberikan hasil pencarian hari ke-12 di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun. Ahli geologi Gagarin Sembiring mengatakan berberdasarkan beberapa penelitian, Gunung Toba mengalami tiga kali erupsi besar. Letusan pertama terjadi sekitar 850.000 tahun lalu, membentuk kaldera di kawasan Porsea dan Sibaganding, sebelah utaraDanau Toba.(edi) 

Aktivitas Gunung Agung Belum Stabil

By On Juni 29, 2018

Rakyatbicara.id.-Pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyatakan, aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali. hingga saat ini belum stabil atau mengalami fluktuatif. Status Gunung Agung masih berada di level III atau siaga.
"Gunung Agung secara karakteristik tidak bisa dipastikan. Saat turun, satu kali turun langsung turun, Bisa naik lagi bisa turun lagi. Mengapa kita pasang satus siaga karena lebih dekat ke awas daripada normal," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana kepada kumparan, Jumat (29/6). "Aktifitas Gunung Agung masih tinggi tapi yang tidak terus-terusan tinggi, ada fluktuasi (naik-turun)," tegasnya. Meski demikian aktifitas Gunung Agung dilaporkan menurun pagi ini, Jumat (29/6). Hal ini disebabkan karena amplitudo tremor mengalami penurunan secara signifikan sejak Kamis (27/6) malam. "Amplitudo tremor sudah menurun. Menurun lumayan drastis, sekarang 2 mm. Kemarin kan sampai 10 mm," terangnya.

 

Sejauh ini, pihak PVMBG masih akan terus memantau pergerakan lava yang mulai keluar sejak erupsi Rabu (27/6) malam. Pemantauan menggunakan satelit tersebut sempat mengalami kendala. Sebab, kondisi puncak Gunung Agung saat ini tertutup kabut."Dari kemarin ada erupsi efusif lava ke kawah, dinamika ini bagian atau fase erupsinya Gunung Agung. Untuk volume lava di kawah sudah ada, maka kelihatan pijar kemerahan. Tapi belum bisa dipastikan jumlahnya, belum kelihatan oleh satelit karena tertutup kabut," katanya. Devy mengimbau kepada masyarakat sekitar Gunung Agung untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pihak PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak berada di sekitar Gunung Agung dengan radius 4 kilometer. "Itu (mengungsi) pilihan masyarakat. Rekomendasi kami tetap sama, intinya masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 4 kilometer," tandas Devy.(red) 

Bupati Akan Ikat Dan Arak Pemerkosa Turis Prancis Di Labuan Bajo

By On Juni 25, 2018

Rakyatbicara.id.-Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, geram terhadap pelaku aksi pemerkosaan wisatawan asal Prancis di Labuan Bajo. Saking marahnya, orang nomor satu di Labuan Bajo ini mengaku akan mengikat pelaku pemerkosaan dan mengaraknya keliling Kota Labuan Bajo.
"Saya mau ikat dan saya akan pamerkan dia keliling Kota Labuan Bajo. Ini sudah keterlaluan,” ujar Dula kepada Liputan6.com, Minggu (24/6/2018). Dia mengaku tidak akan mentolerir setiap upaya yang merusak iklim pariwisata di Labuan Bajo. Apalagi tindakan biadab itu dilakukan di tengah gencarnya pemerintah Mabar mempromosikan pariwisata Labuan Bajo sebagai salah satu daerah tujuan wisata prioritas. Dia mengatakan aksi biadap pelaku pemerkosaan ini tidak saja merusak citra pariwisata, tetapi juga menampar wajah pemerintahan Mabar yang tengah berjuang mempromosikan potensi wisata di bumi Komodo ini. "Malu juga, kabupaten yang menjadi pusat perhatian pemerintah pusat bukan berterima kasih dan menjadi tuan rumah yang baik, tetapi justru menjadi tuan rumah yang menakutkan wisatawan," katanya.



Ternyata, selain perempuan Prancis berinisial MB (22), pria bejat yang diduga berasal dari Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, ini juga pernah memperkosa seorang wisatawan asal Italia. "Turis asal Italia ini memilih mendiamkan kasus ini dan tidak melaporkannya ke polisi," ucap Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, kepada Liputan6.com, Rabu, 20 Juni 2018. Dia mengaku sudah bertemu MB dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo, tempat korban pemerkosaan dirawat. "Saya sudah bertemu dengan gadis Prancis bernama MB dan meminta RS Siloam membantu untuk memberi perhatian khusus," ujarnya. Dia memastikan bahwa pelaku pemerkosaan ini bukan orang Manggarai. Hal ini terlihat dari foto yang beredar saat ini. "Memang benar, korban pemerkosaan itu ada dua orang. Satu gadis asal Prancis dan satunya lagi orang Italia. Pelakunya bukan orang Manggarai. Saya sudah lihat fotonya. Bukan tipe orang Manggarai," katanya menegaskan. Dia meminta polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan ini. Sebab, tindakan pelaku merusak citra pariwisata Labuan Bajo yang sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi prioritas. "Saya berharap agar pelaku tindakan biadab ini diberi hukuman seberat-beratnya. Dan kalaupun saat ini dia menghilang, para guide pasti tidak akan tinggal diam mencari dia," katanya. Dia juga meminta diinas terkait untuk melanjutkan pembahasan peraturan bupati atau perbup tentang pemandu wisata yang sudah dikonsepkan. Hal ini agar dijadikan pedoman pengelolaan perlakuan terhadap wisatawan dan guide serta warga pelaku wisata. "Peristiwa pemerkosaan ini kiranya menjadi pelajaran yang berharga bagi wisatawan untuk lebih berhati hati dan jangan ikut selera sendiri serta gegabah mempercayai guide yang tidak jelas," kata dia.(red) 

Bangun Di Danau Toba, Polda Sumut Tetapkan Empat Orang Tersangka

By On Juni 25, 2018

Rakyatbicara.id.-Sumatra Utara - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menetapkan empat tersangka atas kasus KM Sinar Bangun yang mengangkut 150 orang penumpang dan 70 unit sepeda motor, dan tenggelam di perairan Danau Toba Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau, di Mapolda, Senin, mengatakan ke-4 tersangka itu, yakni nakhoda kapal berinisial PSS, pihak regulator bernisial KS (Pegawai Honor Dishub Samosir) anggota Kapos Pelabuhan Simanindo.


Kemudian, menurut dia, Kapos Pelabuhan Simanindo berinisial GFT (PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir) dan Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) berinisial RS. "KM Sinar Bangun yang tenggelam itu, tidak memiliki surat persetujuan berlayar, kapal tidak laik laut, dan mengoperasikan kapal tanpa memenuhi persyaratan keselamatan serta keamanan pelayaran," ujar Irjen Pol Paulus. Ia mengatakan, akibat perbuatan tersebut, sehingga mengakibatkan meninggal dunia penumpang di sekitar perairan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6) sekira pukul 17.00 WIB. Kapal penumpang tersebut, terbalik ke arah sebelah kanan (telungkup) dengan kondisi terapung selama lebih kurang lima menit.Pada pukul 17.30 WIB, kapal tenggelam secara keseluruhan. Sedangkan, para penumpang ada yang berenang untuk menyelamatkan diri dan menunggu pertolongan.Dan pada pukul 17.35 WIB, sebuah kapal feri memberikan pertolongan. "Dalam kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, diperkirakan 150 penumpang kapal yang menjadi korban.Korban yang selamat 11 orang dan beberapa ditemukan meninggal dunia," ucap jenderal bintang dua itu. Paulus menambahkan, polisi juga menyita barang bukti, 45 blok karcis retribusi masuk pelabuhan senilai Rp500 yang telah digunakan, 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga (roda dua senilai Rp500 yang telah digunakan, dan foto copy dokumen kelengkapan kapal KM Sinar Bangun. Modus dari para tersangka dalam melayarkan kapal tersebut, untuk mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi tonase/jumlah penumpang 45 orang sesuai surat kelengkapan pengangkutan. "Tersangka melanggar Pasal 302 atau 303 Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana (dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar)," kata Kapolda Sumut itu.(red) 

Polda Sumut Tetapkan 4 Tersangka Tenggelamnya Km Sinar Bangun Di Danau Toba

By On Juni 25, 2018

Rakyatbicara.id.-Hasil penyidikan penyidik diketahui Kapal Motor (KM) Sinar Bangun berlayar tanpa izin, kapal tidak laik jalan, dan mengoperasikan kapal tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan. Akibatnya, tiga orang tewas, dan ratusan penumpang lain hilang tenggelam di Danau Toba.
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, nakhoda sekaligus pemilik kapal berinisial PSS bersama tiga ABK-nya berangkat dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras di Kecamatan Perdamaian, Kabupaten Simalungun. "Mereka membawa penumpang yang diperkirakan berjumlah 150-an orang dan sepeda motor sebanyak 70-an unit," kata Paulus, Senin (25/6/2018). Setelah berlayar beberapa menit, lanjut dia, kapal seperti membentur sesuatu dan benturan tersebut langsung mematikan mesin. Dalam keadaan terombang-ambing, posisi kapal condong ke arah kanan, lalu terbalik. Selama lima menit kapal sempat mengapung sebelum akhirnya tenggelam. Pihaknya lalu menetapkan empat tersangka awal dalam kasus ini, yaitu PSS, KS selaku honorer Dinas Perhubungan Samosir dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, GFP selaku Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, dan RS selaku Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan. "Modus dari pada tersangka adalah mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi tonase. Harusnya jumlah penumpang 45 orang, sesuai surat kelengkapan pengangkutan," ungkap Kapolda. Disita barang bukti berupa 45 blok karcis retribusi masuk pelabuhan senilai Rp 500 yang telah digunakan, 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga untuk roda dua senilai Rp 500 yang telah digunakan, foto copy dokumen kelengkapan KM Sinar Bangun IV Nomor 117. Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi lain, melakukan pemberkasan untuk dikirimkan ke jaksa penuntut. "Para tersangka kita kenakan Pasal 302 dan atau Pasal 303 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana. Ancaman hukumannya, 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. Jo Pasal 359 KUHPidana dengan penjara maksimal lima tahun," pungkas Paulus. Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja menambahkan, begitu Poltak Saritua Sagala ditetapkan menjadi tersangka pada Sabtu (23/6/2018), dia langsung diboyong ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses penyelidikan melibatkan personel gabungan dari Satresksim Polres Samosir, Satresksim Polres Simalungun, serta Subdit Gakkum Ditpolair dan Ditreskrimum Polda Sumut. "Ada dua ABK yang juga diperiksa, yaitu Reider Manalu dan Jenapia Aritonang. Keduanya sudah menjalani pemeriksaan sejak Selasa (19/6/2018) lalu, sedangkan satu ABK lain bernama Jaya Sidahuruk menjadi korban tenggelam," ucap Tatan. Sampai hari ke delapan ini, jumlah korban KM Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) petang masih 21 orang. Terdiri dari 18 korban selamat dan tiga orang meninggal dunia. Masing-masing korban tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan jumlah korban yang dinyatakan hilang diperkirakan mencapai 184 orang.(edi/endang)

Pengakuan Nahkoda Soal Tenggelamnya Km Sinar Bangun

By On Juni 24, 2018

Rakyatbicara.id.-Tim Basarnas terus mencari korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Setidaknya ada 184 korban hilang masih dalam pencarian.
Keluarga korban pun masih menunggu di posko pencarian korban yang terletak di Labuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara. Mereka berharap keluarga segera ditemukan.  Beredar kabar nahkoda tengah dalam pengaruh tuak saat KM Sinar Bangun tenggelam. Sang nahkoda yang berinisial SS pun angkat suara terkait hal ini. Bagaimana pengakuan SS saat kapal tenggelam?



SS mengaku saat KM Sinar Bangun tenggelam tidak dalam pengaruh minuman keras. Dia mengaku tidak pernah menenggak minuman keras, termasuk jenis tuak. "Itu kabar bohong semua, jangan kan minum tuak, merokok saja saya tidak. Gak pernah minum tuak saya," ujar SS dalam wawancara dengan Metro TV, Minggu (24/6).




SS mengaku sebelum kapal tenggelam memang cuaca kurang mendukung, terjadi hujan. Namun, ia mengaggap ini sudah biasa, hingga ia pun nekat meneruskan untuk berlayar. "Cuaca agak hujan, tapi saya kira ini sudah biasa, akhirnya kapal tetap jalan," ujar dia. 




SS juga mengaku di dalam kepal tersedia pelampung sekitar 80 unit. Dia juga mengklaim sudah berpengalaman menjadi nahkoda sekitar 10 tahun dan memiliki izin beroperasi hingga 2019. "Ada. Ada pelampung sekitar 80," ujar SS. Kapal kayu KM Sinar Bangun diduga tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) pukul 17.30 WIB. Muatan berlebihan dan cuaca buruk diduga menjadi penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun. Cuaca buruk itu berupa angin kencang dan ombak besar. Hingga kini, tercatat 18 penumpang KM Sinar Bangun sudah ditemukan selamat dan satu lainnya meninggal dunia, yakni Indah Yunita Saragih (22) warga Pulau Sidamanik. Sementara, 184 lainnya masih hilang.(red) 

Ketika Sepeda Jokowi 'Tak Laku' Di Bali,Warga Malah Memilih Foto Bersama

By On Juni 24, 2018


Rakyatbicara.id.-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sosialisasi aturan baru pajak penghasilan (PPh) final bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Hotel Prime Sanur Plaza, Denpasar, Sabtu (23/6/2018). Jokowi pun memberikan kuis berhadiah sepeda dalam sosialiasi kepada lebih dari 1.000 pelaku UMKM di wilayah Bali itu.
Namun ternyata hadiah sepeda Jokowi tak laku di Bali. Sudah menjadi kekhasan Presiden Jokowi untuk memberikan kuis berhadiah sepeda dalam setiap kunjungan kerjanya ke daerah-daerah. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang hadir untuk berinteraksi langsung sekaligus mendapatkan sepeda dari orang nomor satu di republik ini.
Usai memberikan sambutan dalam acara sosialisasi PPh final di Sanur, Jokowi membuka acara kuis berhadiah kepada masyarakat pelaku UMKM yang hadir. Presiden meminta masyarakat yang mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk berbagi cerita di atas panggung. Saat itu, naiklah seorang ibu bernama Ayu Reni. Di atas panggung, ibu ini bercerita pengalamannya mengambil KUR untuk menambah modal usaha apoteknya. Ia mengaku tidak mendapat kesulitan ketika meminjam KUR tersebut.(red)

Dituduh Cuma Cari Pekerjaan,Ini Kata Djarot

By On Juni 23, 2018

Rakyatbicara.Co.id.-Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menegaskan ingin  mewujudkan pemerintahan bersih dan transparan di Sumatera Utara. Ini disampaikan saat kampanye akbar di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (23/6/2018).
Djarot yakin dapat menyejahterakan masyarakat Sumut dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Sebab, cagub Sumut nomor urut 2 itu memiliki pengalaman dua periode sebagai Wali Kota Blitar dan Gubernur DKI Jakarta. “Saya hijrah di Sumut, hijrah untuk melakukan jihad terhadap korupsi, jihad melawan kemiskinan, jihad melawan kebodohan, dan jihad memberantas narkoba,” kata Djarot dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore. Pernyataan ini sekaligus membantah tuduhan para lawan politiknya dalam pilkada Sumut yang menyerang Djarot dengan kampanye hitam kalau dirinya datang untuk mencari pekerjaan usai kalah dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Cagub Sumut yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu menyampaikan, dia sudah berkeliling menemui warga hingga pelosok Sumut. Menurut Djarot, semua warga merindukan figur yang bersih dan mau bekerja untuk kemajuan Sumut. Pasalnya, Gubernur Sumut sebelumnya dipenjara karena kasus korupsi. Adapun pasangan pesaing Djarot-Sihar, yakni Musa Rajekshah, yang menjadi cawagub pendamping Edy Rahmayadi, sudah beberapa kali diperiksa KPK terkait kasus korupsi yang menjerat mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.(red) 

Kasus Tenggelam:Hotman Paris Sumpahi Kapten KM Sinar Bangun

By On Juni 23, 2018

Rakyatbicara.id.-Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea mengunggah video saat dirinya menangis, Jumat (23/6/2018) sekitar pukul 5 pagi.
Dalam video tersebut terdengar suara Hotman bergetar, lalu ia mengusap air matanya. Dirinya mengaku sedih usai menonton video Youtube yang memperlihatkan korban tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018) di perairan Danau Toba. "Kapal feri yang sangat besar tidak mau menolong kapal yang baru tenggelam," ucap Hotman terisak.(red) 

Kasus Penganiayaan Jhonathan Ngambang Di Polrestabes Medan

By On Juni 23, 2018

Rakyatbicara.co.id.-Tindak Pidana penganiayaan kekerasan yang dilakukan pelaku Dedy Matondang dengan sejumlah temannya, beraksi di Shoot Bar Jalan Patimura No. 423 Medan Baru, sekitar enam bulan lalu, persisnya Rabu, 17 Januari 2018, sekitar pukul O2.00. WIB, terhadap korban Jhonnathan (33), petugas Security PT. Graha Mandiri Barata, warga Jalan SM Km 8,5 lingkungan IV B Timbang Deli, Kec Medan Amplas. Atas kejadian itu, korban Jhonnatan telah membuat pengaduan serta memaparkan dihadapan penyidik Polrestbes medan,bapak Sitohang.. tentang kronologis kejadian peristiwa terhadap dirinya telah disampaikan secara rinci.

Awal kronologi kejadiaan tindak pidana penganiayaan, korban meminta turun salah satu teman wanita dari terlapor dedy matondang yang naik berjoged diatas speaker panggung DJ. Berlangsung beberapa saat korban juga meminta turun saudara dedy matondang yang berjoged diatas sofa meja sebelah kiri menghadap panggung dj. , karena tidak senang ditegur ,terlapor (Deddy Matondang)menarik mendekap sekitaran leher,menggiring korban keluar dan sempat mengatakan.  "kamu tahu siapa saya? "  lantas korban mengatakan pada saudara terlapor (DM) "saya tahu siapa abang, tapi saya minta tolong pengertian abang. Saya disini sedang bekerja mengamankan tamu sesuai tugas saya seperti arahan manager saya bang." singkatnya Keadaan pun kembali aman terkendali.  Namun, selang beberapa saat setelah korban dan terlapor masuk. Kembali salah satu teman wanita saudara terlapor naik berjoged diatas sofa menghadap saudara terlapor duduk yang mana manager sedang berbincang dengan salah satu kumpulan tamu disekitaran meja bar, korban (J) kembali meminta turun teman wanita saudara terlapor (DM) Dan pada saat itu juga, korban yang sedang meminta teman wanita terlapor untuk turun, ditarik dari belakang oleh saudara terlapor dan diterjang dibagian rusuk sebelah kiri hingga korban terhempas. Lalu, korban dikejar oleh saudara terlapor dan teman- temannya sampai kearea parkir shoot bar dan dipukul juga ditendang di beberapa bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan memar dikepala bagian atas kuping sebelah kiri juga pecah pada bagian bibir bawah sebelah kiri.
yang mengakibatkan korban mengalami sakit  dan dirawat beberapa waktu jelasnya kepada para wartawan. jumat, 22/6 siang dikediamannya. Sementara kasus kejadian, sambung Jhonnathan, sudah diadukan kepihak Polrestabes Medan untuk segera ditindaklanjuti, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/102/K/I/2018/SPKT Restabes Medan, Tanggal 17 Januari 2018, dan terlampir surat pemeriksaan kesehatan Visum et Repertum, ungkap dia dengan perasaan sedih dan berlinang air mata menuturkan kesemua orang termasuk kuli tinta. Kasus tindak  pidana brutal dan  penganiayaan ini sudah berjalan 6 bulan lalu, namun kasusnya masih ngambang apa sebabnya dia tidak tahu yang jelas Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat belum bekerja sebagaimana yang diharapkan, yang jelas proses Perkembangan hasil penyidikan  ditangani Kanit Pidum AkP Rafles Langgak Putra dan Penyidik Pembantu Aipda R. Sitohang sampai saat ini masih ngambang, istilah saat ini perkaranya jalan di tempat. Karena kasus tidak  ditanggapi secara serius. Sedangkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, SiK, MH sudah menunjuk penyidik Polri bawahannya untuk  dituntaskan kasus tindak pidana tersebut, agar segera dipercepat proses penyidikannya. Untuk jelasnya korban Jhonnathan sudah berulangkali menghubungi pihak penyidik polri yang menangani kasusnya melalui telepon genggam, tapi hasil nihil. Padahal tujuan korban hanya ingin tahu tindak lanjut penyelesaian perkembangan hasil penyelidikan sudah sampai di mana. Karena pelaku Dedy Matondang bersama temannya masih berkeliaran yang seolah-olah mereka kebal hukum,pungkasnya.(shaf/endng-edi)

Kapolrestabes Medan: Mutasi Kan Kapolsek

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.id.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi menegaskan, mutasi itu biasa saja untuk dinamika kinerja dalam organisasi Polri. Penegasan itu disampaikan saat menerima korp raport serah terima jabatan Kapolsek Medan Barat, Kapolsek Sunggal, Kapolsek Patumbak, dan Kapolsek Pancur Batu, Jumat pagi ( 22/6/2018) di lapangan apel Mapolrestabes Medan.



Kombes Dadang beri Kata sambutan " Terima kasih kepada pejabat lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik, juga ibu bhayangkari yang mendukung tugas suami selama ini. Jadikan pengalaman tugas di Polrestabes Medan sebagai bekal untuk sukses di tempat tugas yang baru. Kepada pejabat baru segera beradaptasi dengan situasi wilayah hukumnya dalam menghadapi pilkada yang hanya beberapa hari lagi" ujar Dadang Hartanto. Beberapa sentuhan kreatif para Kapolsek sangat dibutuhkan untuk membuat wilayah kerjanya terasa punya warna. Menurut Kapolrestabes, perwira di Polsek harus terus berpikir dan berpikir serta melakukan tindakan positif yang membuat kondusifitas terwujud. Lakukan kerjasama dengan seluruh steakholder ditingkat kecamatan, tingkatkan sinergitas dengan TNI dan aparat terkait juga libatkan peran pemuda untuk ikut serta menjaga kamtibmas. Hadir pada kesempatan itu, Wakapolresbes AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto SIK, Kabag ops AKBP I Gede Nakti SiK, para Kasatfung, Kabag, Kasi dan Kapolsek jajaran serta Pengurus cabang Bhayangkari Kota Medan. Pejabat yang Sertijab adalah Kapolsek Medan Barat Kompol Rudi Silaen , SH, SiK menduduki jabatan Kaur Penum Bid Humas Poldasu digantikan oleh Kompol Choky Meliala SIK , SH MH yang menyerahkan jabatan Kapolsek Pancur Batu kepada Kompol Faidir Chaniago, SH, MH sebelumnya Kabag Sumda Polres Tanah Karo. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna, SIK, SH, MH menduduki jabatan baru Kanit 3 Subdit 4 Ditreskrimsus Poldasu menyerahkan jabatan Kapolsek Sunggal kepada Kompol H Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH. Sedangkan Yasir menyerahkan jabatan Kapolsek Patumbak kepada Kompol Deddy Zunaedi Harahap, SE yang sebelumnya Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumut.(edi/jojo)

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,SH.MH Undang Toko Agama Dan Wartawan Di Acara Halalbihalal

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.id.-Setelah beberapa hari libur merayakan Idulfitri 1syawal 1439 H, Personil jajaran Polres Pelabuhan Belawan tampak memulai aktifitas kerja terlihat apel pagi, usai apel sekaligus melaksanakan acara halal bihalal dengan wartawan, Kamis (21/6/2018). Dengan memulai aktifitas Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis, SH.MH temu ramah dengan instansi pemerintahan baik itu dari Kecamatan dan tokoh masyarakat di  wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Dalam acara dirangkai silaturahim dan halal bihalal, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis, SH.MH mengatakan pihaknya amat senang bisa berkumpul bersama Pemerintah tokoh masyarakat, tepat hari ini tak lupa juga memberi apresiasi kepada wartawan yang senantiasa mendampingi dalam kegiatan kerja kepolisian. " Alhamdulillah, Hari ini bisa saling memaafkan untuk sesama walau dengan keadaan suasana yang sederhana yang terpenting hati kita bisa saling memaafkan satu dengan lainnya," ujarAKBP Ikhwan Usai apel bersama dan berkeliling ke intansi muspida, Tidak lama kemudian Kapolres mengundang para crew media untuk hadir dalam acara Halal Bihalal kediamanya pukul 16:00 Wib. Kapolres AKBP Ikhwan Lubis, SH.MH di dampingi istri dan anak menyugukan suasana yg sangat bersahabat kepada para awak media, live musik pun menjadi suguhan yg membuat suasana menjadi lebih akrab antara polisi dan para wartawan.(Edi/jojo)

PNS Mabes Polri Selundupkan Sabu Ke Rutan Dalam Kemasan Deodoran Rexona

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.id.-PNS di Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri berinisial UK menyelundupkan 7 paket sabu dalam kemasan deodoran ke Rutan Polda Metro Jaya. "Yang bersangkutan menyimpan sabu di bungkus Rexona (merk deodoran) roll on," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika dihubungi, Jumat (22/6/2018).
Argo mengatakan, UK membesuk seorang tahanan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.15 WIB pada Kamis (21/6/2018). PNS di Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri berinisial UK menyelundupkan 7 paket sabu dalam kemasan deodoran ke Rutan Polda Metro Jaya. "Yang bersangkutan menyimpan sabu di bungkus Rexona (merk deodoran) roll on," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika dihubungi, Jumat (22/6/2018). Argo mengatakan, UK membesuk seorang tahanan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.15 WIB pada Kamis (21/6/2018). Deodoran tersebut, kata Argo, dibawa UK untuk kemudian diserahkan kepada kerabatnya. Hingga saat ini UK masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Belum diketahui apakah nantinya UK akan menjalani masa penahanan atau tidak. Polisi juga belum menjelaskan mengenai hasil pemeriksaan UK dan tahanan yang merupakan kerabatnya tersebut. Deodoran tersebut, kata Argo, dibawa UK untuk kemudian diserahkan kepada kerabatnya. Hingga saat ini UK masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Belum diketahui apakah nantinya UK akan menjalani masa penahanan atau tidak. Polisi juga belum menjelaskan mengenai hasil pemeriksaan UK dan tahanan yang merupakan kerabatnya tersebut.(jojo/edi)

Kapten Kmp Sumut II Tinggalkan Korban Km Sinar Bangun Saat Minta Pertolongan

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.id.-Tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu yang menelan korban seratusan orang penumpang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Bahkan keluarga korban kapal KM Sinar Bangun turut kecewa terhadap kapten kapal KMP Sumut II yang tega meninggalkan para korban yang saat itu sangat membutuhkan pertolongan.
Kekecewaan itu diungkapkan salah seorang keluarga korban, Nelson Nainggolan. Menurut Nelson Nainggolan, di dalam kapal KM Sinar Bangun terdapat 14 orang anggota keluarganya. "Saya sudah melihat video yang beredar saat KMP Sumut II melintas dan melihat korban sedang terapung-apung. Seharusnya kapten kapal feri KMP Sumut II itu jangan meninggalkan keluarga kami yang membutuhkan pertolongan. Mereka bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa orang saat itu," kata Nelson mengutip jakartaobserver.com.  Menurutnya, langkah penyelematan korban itu tidak dilakukan oleh KMP Sumut II secara maksimal, padahal dalam video itu terlihat masih banyak orang yang berteriak-teriak meminta tolong. "Ini sama sekali tidak manusiawi, mereka meninggalkan begitu saja entah apa alasannya. Sekali lagi kalau melihat video yang beredar itu seharusnya keluarga kami masih bisa diselamatkan dan korban lainnya juga," ucapnya. Dari video yang beredar yang sepertinya direkam oleh penumpang KMP Sumut II pada saat kejadian kapal KM Sinar Bangun tenggalam, KMP sedang melintas persis di jalur KM Sinar Bangun itu tenggelam. Dari video terlihat, puluhan orang terapung-apung dan meminta tolong dari air danau. Namun, tidak semua korban yang terombang-ambing di air diselamatkan orang yang ada di kapal feri KMP Sumut II  tersebut. Bahkan, tampak orang tersebut ragu-ragu melemparkan jaket pelampung ke kerumunan orang yang sedang berusaha berenang mendekati kapal feri. Dikabarkan, hanya tiga korban yang bisa diselamatkan oleh kapal feri KMP Sumut II tersebut. Hingga hari keempat pencarian, Kamis (21/6/2018), hanya 18 penumpang selamat, dan baru 3 mayat ditemukan. Sedangkan penumpang dinyatakan hilang mencapai 192 orang.  Kemarahan itu turut diunggah netter ke media sosial facebook.  "Seorang nakhoda yg tak punya hati nurani. Masih bisakah anda bernafas dengan tenang setelah meninggalkan para korban yg menjerit minta tolong yg seharusnya masih bisa tertolong??TERLALU SADIS…" tulis akun facebook @Yulia Nainggolan, Kamis (21/6/2018).  Selain netter Yulia Nainggolan, turut akun facebook @Jetro Sirait memosting kekesalannya terharap Kapten KMP Sumut II tersebut.  *Pembiaran Korban Mati Mengenaskan Merupakan Pembunuhan Terencana "Setiap memberangkatkan pesawat, maka hal utama yang harus diperiksa adalah keamanan dan kelayakan terbang. Karena kerusakan pada sistem akan berakibat fatal terhadap kenyamanan dan keselamatan penumpang dan kru." "Begitu juga dengan pemberangkatan bus dan kapal mudik. Semua dijalankan dengan SOP demi keselamatan dan kenyamanan pemudik." "Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Jika kita gagal merencanakan sistem pengendalian dan pengawasan pelayaran serta sistem keselamatan dan keamanan pelayaran maka artinya kita telah merencanakan adanya korban apabila terjadi kecelakaan pelayaran." "Undang-Undang No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran menyatakan bahwa “Pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim. Sedangkan keselamatan dan keamanan pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan maritim”." "Peristiwa yang terjadi di Danau Toba masih dalam lingkup arus balik Lebaran. Seharusnya ketika di Jawa, berbagai pihak berusaha keras untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna moda transportasi, begitu juga hal yang sama harus dilakukan di Samosir dan seluruh daerah di Indonesia." "Sangat tidak bisa diterima, tidak logis dan tidak masuk akal alasan pemberhentian sementara upaya penyelamatan karena alasan cuaca dan waktu yang sudah malam." "Pada pukul 17.30, jelas kita lihat bahwa banyaknya korban yang berenang dan teriak minta tolong. Pada saat itu, tim hanya sanggup menyelamatkan puluhan orang. Pertanyaan muncul ketika tim menghentikan pencarian hanya karena alasan cuaca buruk. Dari situ kita tarik kesimpulan bahwa adanya pembiaran dari tim dan pemerintah kabupaten terhadap kejadian tersebut yang menghilangkan nyawa hingga ratusan orang. (data/ an. Komandan korem 022/pantai timur Sutan Lubis Letkol Inf NRP 522635. 166 orang dinyatakan hilang, 18 orang selamat dan 1 orang meninggal)." "Seharusnya tim bisa menurunkan kapal besar untuk terus melakukan upaya penyelamatan. Menghentikan pencarian, sama halnya membiarkan korban mati mengenaskan sebanyak 166 orang (kedinginan, marjogal, pernapasan tersiksa, hingga terdampar begitu saja)." "Melihat peristiwa memilukan seperti ini dapat terjadi di Danau Toba yang sedang digaungkan kembali sebagai objek wisata prioritas berskala internasional, maka bisa dibayangkan bagaimana kondisi sistem pelayaran kita di daerah lainnya di seluruh Indonesia." "Menghadirkan BASARNAS di Samosir butuh 24 jam. Mengherankan bagi saya atas tindakan tersebut. Tugas BASARNAS bukan hanya mencari korban meninggal, tetapi tugas BASARNAS juga untuk menyelamatkan korban supaya tidak MATI." "Yang pasti, kejadian ini bukan kelalaian, melainkan kesengajaan karena membiarkan berlayarnya kapal dengan kondisi yang tidak layak untuk berlayar dan adanya pembiaran dari tim terhadap korban.""Berdasarkan UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, selain nakhoda dan pemilik kapal yang harus bertanggungjawab bahkan bisa dikenakan pidana karena kejadian yang menimbulkan korban jiwa ini, ada beberapa pihak lain yang juga harus bertanggungjawab. Mulai dari Syahbandar, Bupati dan Gubernur, Menteri Perhubungan serta Basarnas." "Pasal 258 mengatakan, pemerintah bertanggungjawab melaksanakan pencarian terhadap kecelakaan/korban." "Kiranya 166 korban yang hilang dapat ditemukan. Tuhan kiranya memberikan penghiburan." "Foto nahkoda kapal deri yg membiarkan korban dirombang ambing di Danau Toba." Sebagaimana diketahui, Dony Max Silalahi adalah Kapten KMP Sumut II. Kepada awak media di Simanindo, Kabupaten Samosir, Dodi mengatakan dapat mengerti perasaan keluarga korban kepada dirinya, namun dia pun meminta posisinya bisa dimengerti saat itu. "Saya meninggalkan para korban karena situasi pada saat itu cuaca sedang buruk. Dan saya sebagai kapten kapal merasa punya tanggung jawab juga untuk menyelamatkan penumpang yang saya bawa," kata Dony Max Silalahi dikutip dari Jakartaobserver.com Menurut Dody, apalagi  saat itu penumpangnya juga sudah banyak yang pingsan, dan cuaca bertambah buruk. "Saya tidak mau korban bertambah banyak melihat situasi ini. Jadi saya mengambil keputusan untuk mengantarkan penumpang yang saya bawa ke pelabuhan. Itu pun setelah saya berkoordinasi dengan KMP Sumut I melalui radio yang segera datang ke lokasi kejadian untuk menyelamatkan para korban," ucap Dony. Masih kata Dody, korban yang dapat mereka selamatkan saat itu hanya tiga orang. "Ya kami hanya bisa selamatkan tiga orang." Dody mengatakan, "percuma itu akan sia-sia sebab cuaca sangat buruk dan tidak ada waktu untuk menurunkannya."(red) 

Polisi Akan Panggil Ketua DPRD Dki Soal Penipuan Rp 3,2M

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.co.id.-Polisi akan memanggil Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudiberkaitan dengan laporan mantan Sekda Provinsi Riau ZI. Prasetio akan dimintai keterangan terkait dugaan penggelapan dan penipuan Rp 3,2 miliar. "Ya semua tetap dimintai keterangan, klarifikasi, biar kita bisa tahu duduk perkaranya permasalahannya apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada awak media,Kamis (21/6/2018). 

Argo mengatakan ZI juga telah dimintai klarifikasi oleh polisi pada Ramadan lalu. ZI ditanya soal detail kronologi dugaan penipuan seperti yang dilaporkan. "(Ditanya terkait) laporannya dia, laporan dia apa, berkaitan penyerahan uang atau apa, kan gitu," tutur dia. Hal yang sama diungkapkan pengacara ZI, William Albert. William menyebut kliennya telah dipanggil polisi sekitar dua minggu yang lalu. "Pelapornya sudah datang ke Polda. Sekitar dua minggu yang lalu," kata William saat dihubungi awak media, secara terpisah. William menerangkan kliennya ditanya polisi soal rentetan kejadian yang dilaporkan. Dia juga memastikan kliennya siap memenuhi panggilan polisi jika masih ada keterangan yang dibutuhkan. "Ya biasalah kapan kejadiannya, ketemu di mana, apa yang dibicarakan, kapan diberikan uang, gitulah, baru yang umum-umum," ujar dia. Prasetio sebelumnya dipolisikan oleh mantan Sekda Provinsi Riau berinisial ZI terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 3,2 miliar. Uang itu diberikan kepada Prasetio karena diduga menjanjikan jabatan Plt Gubernur Riau kepada ZI. Laporan ZI diwakilkan kepada kuasa hukumnya, William Albert Zai, dan tertuang dengan nomor LP/2369/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 30 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan penipuan dan penggelapan dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. William mengatakan telah melampirkan bukti somasi dan keterangan saksi saat melaporkan Prasetio. Somasi itu dilayangkan kepada Prasetio agar mengembalikan uang yang diduga milik ZI. "Ada dua somasi dan saksi-saksi," ujar William. Prasetio membantah telah melakukan penipuan karena diduga menjanjikan jabatan Plt Gubernur Riau kepada ZI. Prasetio bahkan mengaku tak mengenal pria yang melaporkannya. "Saya tidak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau," ucap Prasetio kepada wartawan, Senin (7/5).(red) 

Pelajar Penghina Presiden

By On Juni 22, 2018

Rakyatbicara.id.-Baru-baru ini tersiar kabar seorang remaja berusia 16 tahun membuat video berisi ujaran kebencian yang ditujukan kepada presiden RI.
Remaja berinisial RJ yang saat ini tengah duduk di bangku SMA tersebut memaki presiden Jokowi di dalam videonya. Tak hanya itu, dalam video tersebut juga disertai ancaman pembunuhan. Setelah diselidiki lebih jauh dan ditemukan. Pelaku mengaku bahwa ia tidak benar-benar ingin melaksanakan pembunuhan. Hinaannya tersebut juga hanya sebagai bercandaan dan juga menjawab tantangan dari teman-temannya. mengancam presiden. Kemudian ia juga menantang untuk menemuinya dalam kurun waktu 24 jam. Ternyata bukan hal yang sulit bagi polisi untuk menemukannya. Ia akhirnya ditangkap pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Meski begitu, polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum menahan pelaku. Menurut keterangan dari Argo Yuwono, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, pihaknya saat ini belum menetapkan untuk menahan RJ. Namun saat ini remaja tersebut tengah diamankan dan berada di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Jakarta Timur. Ditinjau dari asal mula kasus tersebut, pelaku berinisial RJ menjawab tantangan teman-temannya dengan memberanikan diri membuat video yang berisi hinaan terhadap presiden RI. RJ yang saat itu bertelanjang dada membawa pigura dan menunjuk foto presiden Jokowi serta mengeluarkan kata-kata kasar dan ancaman. Diakuinya video itu dibuat saat berada di sekolah.  Selama ini pemerintah pastilah memiliki cara-cara yang ditempuh agar bisa mensejahterakan rakyat. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut ada kalanya tidak sesuai atau pun masih banyak yang perlu diperbaiki. Tugas kita sebagai rakyat untuk tetap mendukung dan mengawal pemerintah di dala menjalankan tugasnya dengan baik  Menghina siapa pun di sosial media bukanlah tindakan yang dibenarkan. Terlebih jika yang dihina adalah presiden republik Indonesia. Bagaimana pun juga kita perlu menghormati presiden sebagai pemimpin negara. Menghina presiden juga artinya menghina negara. Karena presiden dipilih secara sah oleh rakyat Indonesia.Indonesia sebagai negara demokrasi tentunya membuka diri untuk mendengarkan pendapat rakyatnya. Jika ada yang kurang berkenan, sebaiknya mulai sekarang biasakan untuk berpendapat secara santun. Melontarkan pendapat secara bijak dan tanpa dibarengi dengan emosi sebenarnya juga akan mencerminkan pribadi kita sebagai bangsa yang bermartabat. Sebagai putra bangsa, maka sudah saatnya kita  meredam konflik agar tercipta kehidupan yang rukun dan damai di bumi Indonesia. Publik juga berharap agar kasus penghinaan presiden ini menjadi yang terakhir.(red) 

Hari Ke-4 Musibah, Kapolri Dan Panglima TNi Tinjau Pencarian Korban Km Sinar Bangun

By On Juni 21, 2018

Rakyatbicara.id.-Hari keempat pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, Kamis (21/6/2018), Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tiba di Bandara Silangit Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Rombongan Kapolri dan Panglima TNI yang juga didampingi Pejabat Utama Polri dan TNI serta Pejabat Basarnas Pusat  disambut Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo. tribratanews, Kapolri dan Panglima TNI direncanakan meninjau langsung proses evakuasi dan penyelamatan SAR terhadap ratusan korban kapal penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba. Hingga hari keempat laporan orang hilang yang diduga korban KM Sinar Bangun sudah mencapai 194 orang. Baru tiga jasad yang ditemukan dan satu jasad sudah teridentifikasi. Uniknya kedatangan Kapolri Tito dan Panglima TNI Hadi sehari setelah Hotman Paris berteriak lantang di media sosialnya. “Halo Kapolda Sumatera Utara, segera sidik kasus tenggelamnya kapal di Danau Toba,” katanya seperti dalam video yang diunggah di akun Instagram @ hotmanparisofficial, Rabu (20/6/2018). Hotman mengaku mendapat informasi tentang adanya beberapa indikasi pelanggaran yang menuntun kepada kecelakaan fatal itu. Menurutnya, beberapa indikasi kesalahan itu adalah kapal sudah tidak layak berlayar. Tidak pernah uji KIR untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan atau tidak. Selain itu diduga, unit peralatan keselamatan seperti boat dan pelampung tidak tersedia serta kemungkinan tidak ada daftar manifes penumpang, dan diduga kelebihan penumpang.(red) 

Pilgub Sumut:Edi Rahmayadi Soal Penegakan Hukum

By On Juni 21, 2018

Rakyatbicara.id.-Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor 1, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (ERAMAS) dan pasangan nomor 2, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus, memulai debat kandidat terakhir Pilgubsu 2018, dengan penyampaian visi misinya, Selasa (19/6/2018). Dalam debat yang dilaksanakan di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan dan disiarkan langsung TV One dan iNews TV ini, tema yang diangkat adalah soal Penegakan Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM).Edy Rahmayadi, dalam paparan singkatnya menegaskan penegakan hukum masih dirasakan tumpul ke atas tajam ke bawah.
“Yang dirasakan adalah keberpihakan dan kriminalisasi. Tapi kami akan terus berjuang bersama masyarakat Sumut untuk menegakan hukum yang seadil-adilnya bersama juga dengan instansi penegak hukum. Saya yakin banyak yang siap untuk memastikan itu,” katanya. Djarot Saiful Hidayat juga menyampaikan hal senada. Menurut Djarot, penegakan hukum tumpul pada pemilik modal. Hal ini mengingatkan masyarakat pada kasus Register 40 yang sampai saat ini belum juga dieksekusi oleh pemerintah meski sudah berkekuatan hukum tetap. Setelah itu, Djarot – Sihar kembali mengeluarkan kartu-kartu yang selama ini menjadi program kerja pasangan ini. Djarot juga menyatakan akan mengelola APBD Sumut secara transparan.(red) 

Penegakan Hukum Dan Ham Djarot Singgung Ijek, Ditanggapi Edi

By On Juni 21, 2018

Rakyatbicara.id.-Debat publik ketiga Pilgub Sumatera Utara 2018 di  Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (19/6/2018) malam mengangkat tema 'Penegakan Hukum dan HAM' . Disesi ketiga, masing-masing paslon diminta menjelaskan soal gambar yang ditayangkan.
Di mana, dalam tayangan tersebut terdapat gambar sebuah kursi dikelilingi sejumlah orang yang menghamburkan uang. Paslon nomor 2 yang diminta moderator untuk pertama menanggapinya. "Gambar ini menunjukkan keprihatinan kita bersama atas korupsi berjamaah. Dalam masa kepemimpinan Gubernur Sebelumnya,Gatot Pujinugroho telah terjadi korupsi yang sangat massif dan berjamaah. dia (Gatot) menghamburkan dana bansos dan dana hibah. Inilah yang terjadi. Jelas ini melanggar hak asasi manusia karena kepentingan masyarakat terbengkalai karena uangnya dikorupsi," ungkap Djarot. Dirinya juga menyayangkan Cawagub Musa Rajekshah yang saat ini juga tersangkut kasus korupsi turut dipanggil KPK. Penegakan hukum dan HAM menurutnya, harus dimulai dari atas. "Masalah ini, sangat penting bagi kita. Bagaimana kita menegakkan hukum dengan baik. Mohon maaf, Pak Musa juga dipanggil KPK untuk diminta menjelaskan, kenapa terjadi bagi-bagi uang. Oleh karena itu, penegakan hukum itu harus dimulai dari yang paling atas," pungkasnya.  Menanggapi singgungan Djarot, Edy Rahmayadi pasang badan membela calon Wakil Gubernurnya itu " Saya tahu kalau kami dicari cari kesalahannya, agar jadi tersangka, Saya bertanggung jawab atas nama Musa Rajeksyah, bahwa dia bersih".ujar Edy Sambung Cawagub Sihar Sitorus, akibat kasus ini, Sumut menjadi perhatian KPK. Katanya, KPK merilis, bahwa 32 provinsi menjadi perhatian pemantauan KPK. Salah satunya adalah Sumut. "Oleh karena itu, kami Djarot-Sihar akan membuat suatu sistem. Sistem e-budgeting, sistem e-planning, sistem e-program and e-katalog. Supaya tidak terjadi kasus korupsi seperti ini," tegasnya. Peristiwa kelam Sumatera Utara terkait kasus korupsi berjamaah yang menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho beserta sebagian besar anggota DPRD periode 2009-2014, diharapkan yang terakhir dan tak terjadi lagi ke depannya.(red/Tl)

Hindari Hujatan Dan Lakukan:Kemesraan Penuh Keakraban, Seperti Kedua Jenderal

By On Juni 20, 2018

Rakyatbicara.id.-Kita rasa bangga terhadap kedua Panglima besar ini, yakni Jenderal TNI
Hadi Tjahyanto dan Jenderal Pol Tito Karnavian, begitu mesra berpelukan dengan penuh keakraban mereka. Hal itu kita akui, kedua Jenderal itu merupakan benteng pertahanan negara yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Karena kepedulian dan keberanian mereka sebagai wujud nyata dalam mengambil suatu keputusan, setiap menghadapi tantangan dan gangguan apapun di negara ini. Seperti beberapa waktu lalu dalam membasmi terorisme maupun memberantas narkoba yang memasuki wilayah hukum Republik Indonesia. Kedua Panglima TNI dan Kapolri selalu siap dibaris terdepan demi kepentingan negara lebih diutamakan, walau dalam resiko berat apapun TNI dan Pokri siap menghadapinya. Apalagi amanah pengabdian yang diemban dan diberikan, baik untuk masyarakat maupun negara hal itu tidak dapat diukur dan ditentukan oleh kekuasaan dan jabatan yang dimiliki. Karena semua itu lebih dititikberatkan atau ditentukan pada keikhlasan dan kejujuran dalam pengabdian. Maka apa yang kita lakukan dan diperbuat untuk menjaga bumi pertiwi ini menghindar dari perpecahan maupun gangguan baik dari dalam atau dari luar, sudah pasti semuanya akan dituntut dihadapan Tuhan. Untuk itu, mari kita saling bermaafan pada hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. Dengan sajian keharmonisan sesama umat beragama, beragam etnis dan suku, sesuai Bhinneka Tunggal Ika, Juga negara kita berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Dengan begitu, diperlukan keakraban seperti yang diperbuat kedua Jenderal itu. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan persaudaraan dan kedamaian pada Pilkada serentak 2018 (27 Juni 2018) mendatang, maupun Pilleg dan Pilpres 2019 tahun depan agar penuh keakraban, jangan saling menghujat dan menjelekkan orang lain.Dan Lebih baik elit-elit politik mengajukan program, Visi dan Misi agar masyarakat kita mengerti dan pintar mana pilihan yang tepat atau cocok bagi hatinya dalam demokrasi Indonesia.(fauzie).

Pesawat Timnas Arab Di Piala Dunia Terbakar Saat Terbang

By On Juni 20, 2018

Rakyatbicara.id.-Salah satu tim peserta Piala Dunia 2018, Arab Saudi, baru saja mengalami kejadian horor saat perjalanan menuju Rostov. Pesawat yang mereka tumpangi mengalami kegagalan mesin saat sedang mengudara.
Dilansir Reuters, salah satu mesin pesawat rusak saat sedang terbang. Api sempat keluar dari sayap pesawat. Insiden ini sempat terekspos lewat media sosial. Reuters melansir, kerusakan pada pesawat yang ditumpangi oleh tim Arab Saudi bisa segera diatasi. Pilot mendaratkan pesawatnya dengan segera dan dari informasi yang disebar Federasi Sepakbola Arab Saudi, seluruh elemen The Green Falcon selamat. "Semua pemain Timnas Saudi selamat, setelah adanya kesalahan teknis di salah satu mesin pesawat yang sudah melakukan pendaratan," begitu pernyataan resmi Federasi Sepakbola Arab Saudi. Saat ini, para pemain Arab sudah berada di hotel tempat mereka menginap. Para pemain langsung bersiap untuk melakoni partai kedua dalam penyisihan Grup A Piala Dunia melawan Uruguay, 20 Juni 2018, besok.(red) 

Perpanjang Sim Dan Buat Baru Tes Psikologi Mulai Tanggal 25 juni

By On Juni 19, 2018

Rakyatbicara.id.-Tes psikologi akan diterapkan untuk masyarakat yang ingin memperpanjang SIM maupun membuat SIM baru mulai 25 Juni 2018. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor psikologi. "Mulai 25 Juni 2018 perpanjang SIM dan buat baru dengan tes psikologi," kata Kasi SIM Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar kepada detikcom, Selasa (19/6/2018). 

Fahri mengatakan, rencananya polisi akan mensimulasikan tata cara tes psikologi pada tanggal 21 sampai 23 Juni. Namun tak dijelaskan di mana simulasi itu akan dilakukan.  Menurut Fahri, penerapan tes psikologi bagi penertiban SIM merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan sebagainya yang dituangkan dalam pasal 36 peraturan Kapolri No 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi. Untuk bentuk tes sendiri, Fahri mengatakan akan ada soal tanya jawab. "Kalau materi tes psikologi itu biasanya menjawab soal tetapi semua kita serahkan kepada lembaga psikologi profesional. Dan juga kita minta bantuan dari Psikologi Polda Metro Jaya, mereka akan melakukan pembinaan kepada lembaga-lembaga psikologi yang akan melaksakan tes psikologi," imbuhnya. Untuk biaya tes psikologi sendiri Fahri belum mengetahuinya. Menurutnya, polisi hanya menerapkan persyaratan itu. Nantinya pihak dari psikologi yang akan merilis terkait biaya tes psikologi itu. Dengan diberlakukannya kebijakan ini, Dirlantas Polda Metro Jaya berharap akan menggurangi akan kecelakaan lalu lintas di wilayah Metro Jaya. Penerapan ini dikatakan Fahri untuk menanggulangi kecelakaan yang terjadi karena faktor psikologis. "Dengan menerapkan tes psikologi dalam penerbitan SIM diharapkan dapat mencegah kejadian laka lantas yang disebabkan faktor psikologis dari pengemudi misalkan saja kasus yang pernah terjadi pada tahun 2015 yang lalu di Jalan Sultan Iskandar Muda di mana tersangka pengemudi berinisial CDS menabrak beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil dan menyebabkan beberapa korban meninggal dunia dan luka luka," kata Fahri.(red/rna)

Pilgub Sumut:Edy Rahmayadi Soal Penegakan Hukum

By On Juni 19, 2018

Rakyatbicara.id.-Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor 1, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (ERAMAS) dan pasangan nomor 2, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus, memulai debat kandidat terakhir Pilgubsu 2018, dengan penyampaian visi misinya, Selasa (19/6/2018). Dalam debat yang dilaksanakan di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan dan disiarkan langsung TV One dan iNews TV ini, tema yang diangkat adalah soal Penegakan Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM). Edy Rahmayadi, dalam paparan singkatnya menegaskan penegakan hukum masih dirasakan tumpul ke atas tajam ke bawah.
“Yang dirasakan adalah keberpihakan dan kriminalisasi. Tapi kami akan terus berjuang bersama masyarakat Sumut untuk menegakan hukum yang seadil-adilnya bersama juga dengan instansi penegak hukum. Saya yakin banyak yang siap untuk memastikan itu,” katanya. Djarot Saiful Hidayat juga menyampaikan hal senada. Menurut Djarot, penegakan hukum tumpul pada pemilik modal. Hal ini mengingatkan masyarakat pada kasus Register 40 yang sampai saat ini belum juga dieksekusi oleh pemerintah meski sudah berkekuatan hukum tetap. Setelah itu, Djarot – Sihar kembali mengeluarkan kartu-kartu yang selama ini menjadi program kerja pasangan ini. Djarot juga menyatakan akan mengelola APBD Sumut secara transparan.(red) 

Kapolri Apresiasi Presiden Pengamanan Arus Mudik

By On Juni 19, 2018

Rakyatbicara.id.-Kapolri Jenderal Tito Karnavianmenyampaikan apresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh pemangku kebijakan yang berperan mengatur dan mengamankan arus mudik 2018. Hal itu diungkapkan Tito saat menghadiri video conference dengan jajaran polisi di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Jawa Barat dan Polda Metro Jaya di Pos Pelayanan Terpadu Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat.

"Kegiatan paparan dan arahan dilaksanakan dengan video conference kepada semua jajaran Kepolisian Polda Jateng, jabar dan Metro Jaya. Di awal arahannya, Kapolri menyampaikan bahwa Bapak Presiden memberikan apresiasi 4 jempol kepada semua pihak yg berwenang dalam pengelolaan arus mudik," dikutip dari keterangan tertulis Divisi Humas Polri, Senin (18/6/2018). Apresiasi yang diberikan Jokowi, berdasarkan keterangan tertulis Polri tersebut, terkait upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengurai kemacetan. "Apresiasi tersebut terkait adanya diskresi One Way di beberapa tempat untuk mengurai kemacetan yang bersifat dinamis sesuai dengan kondisi arus kepadatan. Secara umum arus balik sudah mulai namun kondisi arus lalu lintas masih normal meskipun terjadi kepadatan di beberapa lokasi," tulis Divisi Humas Polr Dalam video converence juga dibahas prediksi arus balik yang terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama terjadi pada 18 malam, 19 dan 20 Juni 2018 besok. Lalu gelombang arus balik selanjutnya diprediksi terjadi pada 23 dan 24 Juni 2018. "Diprediksi malam ini, besok dan lusa merupakan arus mudik gelombang pertama. Sedangkan gelombang kedua akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu," tulis Divisi Humas Polri. "Cara bertindak yang dilakukan dengan menerapkan One Way, Kontra Flow dan pemberlakuan gratis di beberapa pintu tol yang jalan nasionalnya mengalami kepadatan panjang. Selain itu Kapolri menegaskan agar memanfaatkan patroli sepeda motor untuk mengurai kemacetan di beberapa ruas dalam tol yang diakibatkan banyaknya pengendara yang memanfaatkan rest area maupun terjadinya laka lantas," tulis Divisi Humas Polri selanjutnya.(red) 

Polda Sulsel, Menyelidiki Kasus Korupsi Ketua DPRD

By On Juni 18, 2018

MAKASSAR,rakyatbicara.id.-Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi fee 30% atas kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar. Sejumlah pihak pun telah diperiksa untuk dimintai keterangannya, termasuk beberapa camat dan anggota DPRD Makassar. Informasi yang diperoleh awak media, selain lima camat yang telah diperiksa, sumber yang merahasiakan identitasnya menyebutkan, Polda Sulsel telah memeriksa Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta beberapa waktu lalu. 

Hanya saja pemeriksaan Aru sapaan akrab Ketua DPRD Makassar belum diakui oleh Polda Sulsel. "Saya belum dapat informasi dari penyidik, kalau ada perkembangan saya sampaikan," aku Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Minggu (17/6/2018). Lebih lanjut, saat ditanya terkait agenda pemeriksaan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto sebagai saksi, Dicky masih menunggu informasi dari pihak penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel. "Belum ada info dari penyidik," tuturnya. Sementara itu, Aru melalui via pesan singkat WhatsAppnya belum bisa dimintai keterangannya. Sekadar diketahui, anggota DPRD Makassar lainnya yang telah diperiksa oleh pihak penyidik yakni, anggota komisi A, Abd Wahab Tahir. Informasi yang kembali diterima awak media, beberapa anggota dewan lainnya yang sempat mangkir dan bakal kembali diperiksa diantaranya, Rahman Pina (Golkar), Supratman (NasDem), dan Jufri Pabe (Hanura). Kemudian menyusul pemeriksaan seluruh anggota komisi A, termasuk Busranuddin Baso Tika (BBT), dan anggota Badan Anggaran.(red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *