HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Mantan Staf Pribadi:Ingatan Nur Mahmudi Terganggu Karena Jatuh Main Voli

By On Agustus 31, 2018

Rakyat bicara.-Mantan staf pribadi Nur Mahmudi Ismail yang bernama Tafi mengaku kaget setelah polisi menetapkan setatus tersangka. Dia menjelaskan, Nur Mahmudi Ismail saat ini tengah dalam pemulihan kesehatan karena mengalami cedera kepala.
"Beliau lagi masa pemulihan. Seminggu lalu beliau (Nur Mahmudi) baru saja pulang dari Rumah Sakit Hermina," kata dia kepada wartawan di lingkungan kediaman Nur Mahmudi, Rabu (29/8/2018).
Tafi menuturkan, mantan bosnya itu menderita sakit sejak 18 Agustus 2018 lalu lantaran terjatuh di lapangan voli kompleks perumahannya, Griya Tugu Asri, Kelapa Dua Depok. Peristiwa itu membuat kondisi ingatan Nur Mahmudi Ismail terganggu.
Mantan Wali Kota Depk NUr Mahmudi Ismail.
"Pada saat sedang bermain voli dengan warga sekitar, tiba-tiba jatuh dan terbentur kena kepala belakang, mungkin saat itu ingatan yang dulu-dulu sempat lupa. Tapi sekarang-sekarang sudah mulai membaik," tegasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pun membenarkan penetapan mantan Wali Kota Depok dua periode (2006-2016) itu.
"Benar sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka," ucap Argo saat dihubungi wartawan, selasa (28/8/2018).
Argo menuturkan, penetapan tersangka Nur Mahmudi dan Prihanto setelah menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa barat dan diketahui terdapat kerugian negara.
"Untuk sementara ini, baru hanya Nur Mahmudi dan Prihanto yang resmi ditetapkan tersangka korupsi jalan Nangka baru dua orang itu," ucapnya.
Suasana Rumah Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi.
Diketahui, Kasus ini tengah bergulir di Tipikor Polreta Depok sejak Oktober 2017. Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan Januari 2018 serta setelah memeriksa 87 saksi status penyelidikan naik ke penyidikan.
Dari informasi yang didapatkan, proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Sukamaju baru ini menelan dana anggaran dari APBD sebesar Rp17 miliar pada tahun 2015.
Namun proyek tersebut hanya fiktif, sebab akses jalan dengan panjang 500 meter lebar 6 meter tersebut sudah dibebaskan oleh pengembang yang sedang membangun apartemen di wilayah tersebut. Saat itu pengembang apartemen telah mengeluarkan dana pembebasan kepada 16 pemilik sertifikat milik 16 warga RT03/RW01 Kelurahan Sukamaju baru, Kecamatan Tapos dengan nilai sebesar Rp17 miliar.(rkyt/red)

Fakta-Fakta Tentang Hakim PN Medan Yang Ditangkap KPK

By On Agustus 30, 2018

Rakyat bicara.-Empat hakim Pengadilan Negeri Medan terjaring OTT KPK, Selasa (28/8). Mereka yaitu Wahyu Prasetyo Wibowo (Wakil Ketua PN Medan), Sontan Merauke Sinaga (hakim karier), dan Merry Purba (hakim adhock Tipikor). Bahkan panitera pengganti dalam perkara itu, Elfandi, juga diamankan KPK
Selain keempat orang itu, KPK juga mengamankan Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan dan seorang panitera pengganti, Oloan Sirait. Humas PN Medan Erintuah Damanik mengakui KPK membawa keenam orang itu dari Gedung B PN Medan, Jalan Pengadilan, Selasa (28/8) sekitar pukul 09.00 Wib.
Dan ternyata para hakim yang ditangkap itu pernah menangani kasus penting saat ini. Berikut beberapa fakta OTT KPK hakim PN Medan Selasa lalu:

1. Tiga hakim pernah beri putusan perkara korupsi

Pengusaha ternama di Kota Medan Tamin Sukardi dalam persidangan di PN Medan.
Tiga hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo (Wakil Ketua PN Medan), Sontan Merauke Sinaga (hakim karier), dan Merry Purba (hakim adhock Tipikor), pernah memutuskan Tamin Sukardi sebagai terdakwa kasus korupsi. Dia adalah pengusaha ternama di Kota Medan.
Tamin menjual tanah yang belum dihapus dari aset negara dengan nilai lebih dari Rp 132 miliar. Dia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara.

2. Salah satu hakim pernah memvonis Meiliana

Terdakwa penodaan agama di Tanjung Balai menangis saat sidang vonis.
Kasus Meiliana tentang suara azan yang terlalu besar sudah tersebar ke seluruh wilayah. Salah satu hakim yang memvonisnya bersalah terjaring OTT KPK Selasa lalu. Wahyu Prasetyo Wibowo merupakan hakim ketua yang memvonis Meiliana bersalah.

Meliana merupakan terpidana 18 bulan kasus penodaan agama. Pangkal masalahnya bermula dari keluhan Meiliana terhadap suara azan.(rkyt/red)

Diduga lalai Tahanan Kabur, Nasib Kapolsek Ini Ditentukan Hasil Pemeriksaan Propam

By On Agustus 29, 2018

Rakyat bicara.-MEDAN,Pascakaburnya empat tahanan Polsek Patumbak, nasib Kapolsek Patumbak Kompol Dedi Zunaidi ditentukan hasil pemeriksaan Propam Polrestabes Medan.
"Jadi, kalau ditanya sanksi apa yang bakal diterima Kapolsek Patumbak. Hasil pemeriksaan Propam Polrestabes Medan  nanti yang menentukan siapa yang bakal terkena sangsi, bisa kapolseknya, bisa perwira pawasnya dan bisa juga personelnya. Kita tunggu saja apa hasilnya nanti,"kata Pelaksana Harian (Lakhar) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (28/8/2018).
Sebelum menerima sanksi, kata Nainggolan, masih banyak proses pemeriksaan hukum yang harus dilalui pihak Polsek Patumbak.
"Nah, jika nantinya Propam ada menemukan bahwa ada unsur lalai dalam kaburnya tahanan tersebut, pasti nantinya ada sanksi yang diberikan kepada mereka yang lalai,"kata pria dengan melati dua dipundaknya.
Sebelumnya, Empat tahanan narkoba Polsek Patumbak  diduga kabur setelah berhasil menjebol langit-langit sel tahanan, Kamis (23/8/2018). Kabarnya, ke-empat tahanan yang kabur tersebut adalah bandar dan pemakai narkoba.
Informasi di lapangan, Jumat (24/8/2018) menyebutkan, kaburnya ke-empat tahanan ini baru diketahui petugas pada Kamis (23/8/2018) siang.
Saat itu, petugas melakukan pengecekan rutin dan tidak menemukan empat tahanan yang disebut-sebut terlibat dalam kasus narkoba tahanan Penyidik Pembatu (Juper).(red) 

Kapolri Puji Jokowi Soal Papua:Baru Sekarang Pembangunan Sangat Terasa

By On Agustus 29, 2018

Rakyat bicara.-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membandingkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan pemerintahan periode-periode sebelumnya dalam membangun provinsi Papua. Menurut dia, di era Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur di Papua, khususnya di daerah pegunungan seperti Papua Barat lebih nyata.
"Saya dari mulai menjabat sebagai Kapolda Papua pada 2012 sampai dengan sekarang yang baru. Di kepemimpinan Presiden Jokowi ini yang real di gunung terasa, misalnya Jalan Trans Papua, Bandara Wamena diperbaiki," kata dia usai Sertijab di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta  Selatan, Senin (20/8).
Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan Jokowi dinilainya sangat membantu masyarakat Papua. Karena menurut dia, persoalan utama di Papua adalah masalah ekonomi.
"Kita melihat BBM satu harga di gunung, masuknya perusahaan semen di Manokowari bisa meng-cover seluruh wilayah sehingga harga semen bisa sama dengan wilayah lain bahkan lebih murah," ucap dia.
Dia pun memuji pemerintahan Jokowi dalam memajukan Provinsi Papua.
"Dulu di Papua Barat atau di kawasan pegunungan belum banyak tersentuh pada masa Orde Baru. Baru sekarang lah yang sangat terasa," tukas dia.(red) 

4 Tahanan Polsek Patumbak Kabur

By On Agustus 27, 2018

Medan, Rakyat bicara.-Empat orang tahanan Polsek Patumbak berhasil kabur dari dalam sel, Kamis (23/8/2018). 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (24/8/2018), keempat tahanan yang merupakan tersangka kasus narkoba (bandar dan pemakai) itu melarikan diri, dengan cara menjebol langit-langit sel tahanan.

Kala itu, petugas yang melakukan pengecekan rutin kaget, karena tidak menemukan keempat tahanan tersebut berada dalam selnya.

Seperti yang diketahui, setelah menerobos langit-langit tahanan, keempat tahanan selanjutnya keluar dari ruang juper dan naik lagi ke lantai dua. Setelah berhasil keluar, kemudian para tahanan tersebut turun dari samping depan lantai dua Mapolsek dan selanjutnya menghilang.

"Empat tahanan ini, tiga orang sudah selesai diperiksa beberapa hari lalu. Sedangkan yang satu baru ditangkap. Semuanya diduga terkait kasus narkotika," kata sumber di Polsek Patumbak.

Dikatakannya, terdapat indikasi lolosnya para tahanan ini tak terlepas dari kelalaian petugas. Apalagi keempat tersangka tidak bisa melarikan diri melalui pintu depan. Sebab, antara pintu depan/piket SPKT dengan pintu/ruang juper, ada pintu kaca yang mempunyai kode rahasia.

"Jadi kalau bukan petugas, tak seorang pun yang bisa membukanya. Makanya, saat kejadian tidak dapat dimonitor oleh piket depan dan mereka keluar dari ruang penyidik dan lalu kabur lewat lantai dua," sebut sumber tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Patumbak Kompol Dedi Zunedi dan Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin terkesan enggan memberikan komentarnya terkait peristiwa ini. Dikonfirmasi melalui telepon seluler maupun What's App pribadinya, keduanya enggan memberikan jawaban.

Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto yang diminta tanggapannya terkait kaburnya 4 tahanan Polsek Patumbak ini mengatakan tahanan kabur merupakan keteledoran petugas.

"Tahanan kabur itu karena kelalaian petugas. Saya sudah minta sama Kapolrestabes, jadi jangan semua masalah ke Polda. Dikit-dikit ke Kapolda, dikit-dikit ke Kapolda," ujarnya.

Karenanya Agus menyatakan, Kapolrestabes akan menilai apakah anggota lalai atau sengaja. "Kalau lalai, hukumannya pasti ada. Untuk apa ada Kapolrestabes kalau sikit-sikit ke Kapolda," tegasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, terkait peristiwa ini, pihaknya akan mencoba menyelidiki terlebih dahulu kenapa tahanan bisa kabur.

"Ini kita akan tanya Kapolseknya. Bagaimana prosedur yang dilakukan di ruang tahanan. Apakah ada dilakukan pengecekan atau tidak," ujarnya.

Namun yang pasti, lanjut Dadang, kalau soal tahanan kabur ini, akan menjadi masalah dan harus menjadi tanggung jawab bagi pemimpinnya.

"Padahal kita sudah menerapkan sistem reward and punishment. Tapi tetap saja bisa kebobolan seperti ini. Intinya kita akan tindak tegas apabila prosedur di ruang tahanan tidak dilakukan," pungkasnya.(jojo/edi)

Kasus Kokain,Polisi Tahan Richard Muljadi Di Polda Metro jaya

By On Agustus 25, 2018

Rakyat bicara.-Penyidik narkoba Polda Metro Jaya akhirnya melakukan penahanan terhadap Richard Muljadi. Richard diamankan petugas kepolisian usai mengkonsumsi kokain dalam toilet di restoran mewah kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/8) kemarin.
"Terkait narkotika jenis kokain untuk hari ini sudah kita lakukan penahanan. Karena ada barang bukti, ada saksi, dan ada keterangan tersangka. Setelah dilakukan gelar perkara yang bersangkutan dilakukan penahanan untuk mulai hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (23/8).
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan menjelaskan ada dua alasan polisi lakukan penahan terhadap tersangka Richard Muljadi.
"Ada dua objektif dan subjektif. Bukti dan saksinya cukup. Kemudian perkara tersebut diancam hukuman pidana lebih dari 5 tahun. Itu alasan objektif. Alasan subjektifnya untuk mencegah dilakukannya perbuatan kembali. Jadi ada tiga, kita pilih salah satu. Menghilangkan barang bukti, perbuatan kembali, apa satu lagi itu? Kita pilih itu perbuatan kembali," jelasnya.
Dalam penahanan itu, penyidik memiliki waktu hingga 20 hari ke depan.
"Selama 20 hari kemudian kita akan bermohon ke kejaksaan untuk perpanjang di kejaksaan selama 40 hari," kata Suwondo.(red) 

Idrus Marham Tersangka, Ini Kata KPK Soal Dirut PLN Sofyan Basir

By On Agustus 24, 2018

Rakyat bicara.-Idrus Marham menyebut dirinya sudah berstatus tersangka dugaan suap PLTU Riau-1. KPK belum bicara panjang lebar mengenai status Idrus Marham, tapi menegaskan sedang menelusuri pihak-pihak diduga terkait kasus termasuk Dirut PLN Sofyan Basir. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Sofyan Basir sudah dua kali diperiksa sebagai saksi. Penyidik menurutnya mendalami sejumlah pertemuan yang dilakukan Sofyan Basir dengan tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo dan politikus Golkar Eni Maulani Saragih. 

"Kami sudah lakukan pemeriksaan pejabat di PLN atau swasta lain yang basisnya di Indonesia atau luar negeri. Kami ingin melihat secara utuh bagaimana skema kerja sama pembangunan Riau 1 ini. Apakah mungkin ada pelaku lain? Tentu saja memungkinkan sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup," ujar Febri kepada wartawan di gedung penunjang KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/8/2018).

Pertemuan ini di antaranya dilakukan di kantor PLN, gedung BRI Sudirman termasuk di Arcadia. 

Soal Idrus Marham, KPK mengaku 'keduluan' Idrus ang terang-terangan menyebut dirinya berstatus tersangka dugaan suap PLTU Riau-1. KPK segera menggelar jumpa pers terkait duduk perkara kasus suap dan dugaan keterlibatan Idrus Marham. 

"Jadi gini, kami sebetulnya kedahuluan. Nanti sebenarnya Bu Basaria (Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan) akan ada konpers," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sementara itu, pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution, menyebut kliennya pernah menerangkan adanya sejumlah pertemuan antara dirinya, Idrus Marham, Johannes Budisutrisno Kotjo termasuk dengan Dirut PLN Sofyan Basir. 

"Tidak ada keterangan Bu Eni soal aliran duit ke Idrus," kata Fadli dihubungi terpisah

Eni disebut Fadli memang melaporkan perkembangan rencana proyek pembangunan PLTU Riau-1 ke Idrus saat menjabat Plt Ketum Golkar. Tapi ditegaskan Fadli, Eni tidak punya kewenangan untuk menggolkan proyek ini.


"Ini proyek PLN, tidak ada kewenangan Bu Eni membuat jadi-tidaknya kontrak," sambungnya.

Dalam perkara ini, tersangka, Eni Maulani Saragih, diduga menerima suap dari Johannes B Kotjo. KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

KPK telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga sebagai pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama kepada Eni diduga dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut dilakukan melalui staf dan keluarga Eni.(cnn/dn)

"Setelah Di Ributin Media, Polsek P Batu Langsung Grebek Lokasi Judi Tinggal Polrestabes Untuk Lokasi Besarnya"

By On Agustus 22, 2018

P.Batu,Rakyat bicara.-Keberhasilan petugas kepolisian Polsek Pancurbatu dalam melakukan penindakan terhadap lokasi perjudian yang menjamur di wilayah hukumnya patut diapresiasi.Tidak ada kata terlambat untuk kebajikan warga,kata salah seorang warga yang berada disekitar lokasi tersebut.
Kali ini, warga Kecamatan Medan Tuntungan menantang petugas kepolisian Polrestabes Medan dalam melakukan penindakan terhadap tiga lokasi judi yang menjamur di Kecamatan Medan Tuntungan.
“Kami berikan apresiasi kepada petugas kepolisian yang berani menindak lokasi judi Durin Tonggal, karena selama ini pihak pengelola yang terkesan bandal dan tidak takut dengan aparat penegak hukum dibungkam dengan aksi petugas yang langsung membongkar lapak perjudian meskipun tidak membuahkan hasil dalam penangkapan para pelaku dan pengelolanya. Kami berharap, untuk tiga lokasi perjudian di Kecamatan Medan Tuntungan yang ada di pemberitaan beberapa waktu lalu, dapat ditindaklanjuti oleh bapak Kapolrestabes Medan,” ungkap B. Ginting, kepada wartawan.
Masih kata warga Jalan Pales Raya, Kec. Medan Tuntungan ini, bahwa dirinya juga menegaskan agar petugas bergerak cepat dan membuahkan hasil dalam penindakan kali ini.
“Saya harap, jangan seperti waktu pembongkaran di Durin Tonggal lah, kosong gak ada yang berhasil ditangkap. Padahal, sehari sebelum pembongkaran, lokasi tersebut masih main kok. Bapak Kapolrestabes Medan harus berani menangkap sang pengelola yakni Kabar Purba. Tiga lokasi itu sangat ramai dikunjungi para pemain,” bebernya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, saat kru media www.kuli-tinta.com, melakukan investigasi di tiga tempat yang berbeda, terlihat aktifitas perjudian berjalan dengan mulus tanpa ada gangguan dari pihak manapun.
Lokasi pertama yakni di Jalan Pales Raya, Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan. Lokasi yang satu ini termasuk lokasi yang paling strategis. Bahkan, dalam praktiknya, lokasi tersebut berada tepat di area pemukiman padat penduduk.
“Itu lokasinya bang sudah lama beroperasi. Kalau di Pales ini ada dua lokasi, sebenarnya kedua lokasi ini Abang beradik pengelolanya,” ungkap pria bermarga Ginting ini kepada wartawan.
Setibanya dilokasi, kru media melihat lokasinya berpagar dan ramai pengunjung bermobil. Setiap pengunjung selalu mengisyaratkan lampu jauh untuk penjaga gerbang dapat membuka pintu, sehingga pemainnya dapat masuk ke lokasi yang terbilang sempit dari jalan utama berlintas.
Selanjutnya lokasi kedua terletak di bengkel Auto 128, Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan.
“Untuk disini pemainnya gak begitu kelihatan bang. Karena mobil-mobil yang kumpul disini, sebagai modus untuk di service. Padahal, itu mobil pemain semua dan hari ini memang lagi tutup karena gak ada pemain. Inikan pesta tahunan di gunung sana semua mereka,” beber B. Tarigan.
Lokasi terakhir terletak di Jalan Bunga Rinte, Medan Tuntungan tepatnya di Roda Cafe. Meski bolak-balik digerebek, lokasi yang satu ini tak asing lagi bagi para pemainnya.
“Kalau jam operasinya menjelang Maghrib ke atas bang. Panitianya bermarga Purba, inisial KP. Sebenarnya itu pindahan dari Pales dan Auto 128, kalau udah siap disitu ngumpulnya kemari. Di dua lokasi itu buka dari pagi sampai Maghrib,” ungkap salah seorang pengunjung yang tak ingin namanya disebutkan.
Bahkan, hingga saat ini, ketiga lokasi tersebut tak pernah tersentuh hukum.”Belum pernah di gerebek kalau di Jalan Pales ini bang. Gak ada yang menyangka bang,kalau didalam ada lokasi judi sebab,jalan utamanya aja sempit,” seolah olah tidak ada kegiatan judi ujarnya lebih detail. (spi/red)

Sri Mulyani Sebut Utang Rp 396 T Dibuat Saat Zulkifli Hasan Jadi Menteri, Said Didu Beri Tanggapan

By On Agustus 21, 2018

Rakyat bicara.-Mantan staf khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Hal itu disampaikan Said Didu melalui akun Twitternya @saididu yang ia tulis pada Senin (20/8/2018).
Mulanya, Said Didu mentautkan sebuah pemberitaan terkait pernyataan Sri Mulyani yang menyebut utang 396 triliun rupiah yang dibuat saat Zulkifli Hasan menjadi Menteri Kehutanan. 
Lantas, Said Didu menanggapi bahwa yang memutuskan soal utang adalah menteri keuangan.
Menurut Said Didu, selama ini, Zulkifli Hasan tidak pernah menjadi menteri keuangan.
"Setahu saya yg memutuskan utang adalah Menteri Keuangan dan selama ini pak @ZUL_Hasan blm pernah jadi Menkeu," tulisnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada sidang tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, 16 Agustus 2018 berpidato soal rasio utang Indonesia yang dinilai tidak aman.
Lantas, hal tersebut ditanggapi oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pembayaran pokok utang pemerintah untuk tahun 2018 sebagian besarnya dari utang yang dibuat sebelum periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau sebelum 2015.
Jika menurut masa kepemimpinan Presiden RI, maka yang menjabat sebelum Jokowi adalah Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Sri Mulyani, Zulkifli merupakan bagian dari kabinet saat itu sehingga seharusnya tahu bahwa utang yang jatuh tempo tahun ini berasal dari masa jabatannya dahulu.
Adapun 31,5 persen dari pembayaran pokok utang tahun ini turut dipakai sebagai instrumen Surat Perbendaharaan Negara (SPN) atau SPN Syariah dengan tenor di bawah 1 tahun.
"Itu merupakan instrumen untuk mengelola arus kas. Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?" tutur Sri Mulyani yang dilansir dari awak media. 
Sri Mulyani justru mempertanyakan, kenapa Zulkifli yang saat itu ada di kabinet tidak pernah menyampaikan kekhawatiran kewajaran antara perbandingan pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan.
Padahal, rasionya lebih tinggi dari yang sekarang. "Jadi, ukuran kewajaran yang disebut Ketua MPR sebenarnya apa?" tanya Sri Mulyani.
Tak hanya itu, melalui akun Facebookresmi Sri Mulyani Indarwati, Senin (20/8/2018) pagi, ia menuliskan tanggapan terkait pidato Zulkifli Hasan.
Berikut catatan Sri Mulyani yang ditulis secara lengkap melalui akun Facebooknya.
"Tanggapan atas Pernyataan Ketua MPR “Pembayaran Pokok Utang Pemerintah Tidak Wajar”.
Ketua MPR dalam pidato sidang tahunan MPR 16 Agustus 2018 menyampaikan bahwa besar pembayaran pokok utang pemerintah yang jatuh tempo tahun 2018 sebesar Rp 400 triliun yang 7 kali lebih besar dari Dana Desa dan 6 kali lebih besar dari anggaran kesehatan adalah tidak wajar.
Pernyataan tersebut selain bermuatan politis, juga menyesatkan. Berikut penjelasannya:
1. Pembayaran pokok utang tahun 2018 sebesar Rp 396 triliun, dihitung berdasarkan posisi utang per akhir Desember 2017. Dari jumlah tersebut 44 persen adalah utang yang dibuat pada periode sebelum 2015 (sebelum Presiden Jokowi). Ketua MPR saat ini adalah bagian dari kabinet saat itu. Sementara itu, 31,5 persen pembayaran pokok utang adalah untuk instrumen SPN/SPN-S yang bertenor di bawah satu tahun yang merupakan instrumen untuk mengelola arus kas (cash management). Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?
2. Karena Ketua MPR menggunakan perbandingan, mari kita bandingkan jumlah pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan dan anggaran Dana Desa.
Jumlah pembayaran pokok utang Indonesia tahun 2009 adalah Rp 117,1 triliun, sedangkan anggaran kesehatan adalah Rp 25,6 triliun. Jadi perbandingan pembayaran pokok utang dan anggaran kesehatan adalah 4,57 kali lipat. Pada tahun 2018, pembayaran pokok utang adalah Rp 396 triliun, sedangkan anggaran kesehatan adalah Rp 107,4 triliun, atau perbandingannya turun 3,68 kali.
Artinya rasio yang baru ini sudah menurun dalam 9 tahun sebesar 19,4 persen. Bahkan tahun 2019 anggaran kesehatan meningkat menjadi Rp 122 triliun atau sebesar 4,77 kali anggaran tahun 2009, dan rasionya mengalami penurunan jauh lebih besar lagi, yakni 26,7 persen.
Di sini anggaran kesehatan tidak hanya yang dialokasikan ke Kementerian Kesehatan, tapi juga untuk program peningkatan kesehatan masyarakat lainnya, termasuk DAK Kesehatan dan Keluarga Berencana.
Mengapa pada saat Ketua MPR ada di kabinet dulu tidak pernah menyampaikan kekhawatiran kewajaran perbandingan pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan, padahal rasionya lebih tinggi dari sekarang? Jadi ukuran kewajaran yang disebut Ketua MPR sebenarnya apa?
Kenaikan anggaran kesehatan hingga lebih 4 kali lipat dari 2009 ke 2018 menunjukkan pemerintah Presiden Jokowi sangat memperhatikan dan memprioritaskan pada perbaikan kualitas sumber daya manusia.
3. Ketua MPR juga membandingkan pembayaran pokok utang dengan dana desa. Karena dana desa baru dimulai tahun 2015, jadi sebaiknya kita bandingkan pembayaran pokok utang dengan dana desa tahun 2015 yang besarnya 10,9 kali lipat.
Pada tahun 2018 rasio menurun 39,3 persen menjadi 6,6 kali, bahkan di tahun 2019 menurun lagi hampir setengahnya menjadi 5,7 kali.
Artinya kenaikan dana desa jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pembayaran pokok utang.
Lagi-lagi tidak ada bukti dan ukuran mengenai kewajaran yang disebut Ketua MPR.
Jadi arahnya adalah menurun tajam, bukankah ini arah perbaikan? Mengapa membuat pernyataan ke rakyat di mimbar terhormat tanpa memberikan konteks yang benar? Bukankah tanggung jawab pemimpin negeri ini adalah memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat dengan memberikan data dan konteks yang benar.
4. Pemerintah terus melakukan pengelolaan utang dengan sangat hati-hati (pruden) dan terukur (akuntabel). Defisit APBN selalu dijaga di bawah 3 persen per PDB sesuai batas UU Keuangan Negara.
Defisit APBN terus dijaga dari 2,59 persen per PDB tahun 2015, menjadi 2,49 persen tahun 2016, dan 2,51 persen tahun 2017.
Dan tahun 2018 diperkirakan 2,12 persen, serta tahun 2019 sesuai Pidato Presiden di depan DPR akan menurun menjadi 1,84 persen.
Ini bukti tak terbantahkan bahwa pemerintah berhati-hati dan terus menjaga risiko keuangan negara secara profesional dan kredibel.
Ini karena yang kami pertaruhkan adalah perekonomian dan kesejahteraan serta keselamatan rakyat Indonesia.
5. Defisit keseimbangan primer juga diupayakan menurun dan menuju ke arah surplus. Tahun 2015 defisit keseimbangan primer Rp 142,5 triliun, menurun menjadi Rp 129,3 triliun (2017) dan tahun 2018 menurun lagi menjadi defisit Rp 64,8 triliun (outlook APBN 2018). Tahun 2019 direncanakan defisit keseimbangan primer menurun lagi menjadi hanya Rp 21,74 triliun.
Sekali lagi menunjukkan bukti kehati-hatian pemerintah dalam menjaga keuangan negara menghadapi situasi global yang sedang bergejolak. Apakah ini bukti ketidak-wajaran atau justru malah makin wajar dan hati-hati?
6. Selama tahun 2015-2018, pertumbuhan pembiayaan APBN melalui utang justru negatif, artinya penambahan utang terus diupayakan menurun seiring dengan menguatkan penerimaan perpajakan dan penerimaan bukan pajak.
Bila tahun 2015 pertumbuhan pembiayaan utang adalah 49 persen (karena pemerintah melakukan pengamanan ekonomi dari tekanan jatuhnya harga minyak dan komoditas lainnya), tahun 2018 pertumbuhan pembiayaan utang justru menjadi negatif 9,7 persen! Ini karena pemerintah bersungguh-sungguh untuk terus meningkatkan kemampuan APBN yang mandiri. Ini juga bukti lain bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam mengelola APBN dan kebijakan utang.
Hasilnya? Pemerintah mendapat perbaikan rating menjadi “investment grade” dari semua lembaga pemeringkat dunia sejak 2016.
Jadi siapa yang lebih berkompeten menilai kebijakan fiskal dan utang pemerintah wajar atau tidak?
7. APBN adalah instrumen untuk mencapai cita-cita bernegara untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta makin mandiri.
Komitmen dan kredibilitas pengelolan APBN ini sudah teruji oleh rekam jejak pemerintah selama ini. Mari cerdaskan rakyat dengan politik yang berbasis informasi yang benar dan akurat."(red) 

Kocak, Dua Pasang Anak Tiru Jokowi-Ma'ruf Amin Dan Prabowo-Sandi

By On Agustus 19, 2018

Rakyat bicara.-Dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 kemarin dua buah foto ramai di media sosial. Jika kebanyakan masyarakat mengunggah foto bertemakan lomba, berbeda dengan keempat anak ini.
Keempat anak ini berfoto dengan menggunakan pakaian dan bergaya seperti bakal pasangan calon di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 1. Jokowi dan Ma’ruf Amin
Kocak, Dua Pasang Anak Ini Tiru Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi
Akun Kuliah Enggan D.O. Tak Mau @MahasiswaGBLK memposting dua foto. Foto pertama kedua anak tampak berpakaian dan bergaya seperti bakal calon Presiden Joko Widodo dan bakal calon Wakil Gubernur Ma’ruf Amin.
Mereka menggunakan atribut yang mirip, mulai dari sarung yang biasa dipakai Ma’ruf Amin hingga kemeja putih bertuliskan ‘Bersih, Merakyat, Kerja Nyata’.

2. Prabowo dan Sandiaga

Kocak, Dua Pasang Anak Ini Tiru Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi
Tidak ketinggalan, pada foto kedua nampak seorang anak yang berpakaian seperti bakal calon Presiden Prabowo Subianto denga kemeja putih dan celana bahan krem. Juga ada anak di sebelahnya berpakaian kemeja biru dan celana hitam, mirip bakal calon Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno.

3. Mirip kah? Ini kata warganet

Kocak, Dua Pasang Anak Ini Tiru Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi
Shitposter Justicia mengatakan keempat anak itu menjadi costum player (cosplay) sejak dini. Ada juga yang memuji keduanya adalah cosplayer terbaik. Hingga saat ini, postingan tersebut telah mendapat puluhan komentar dari warganet dan dibagikan hingga 1500 kali.(red) 

Beto Jadi Bintang, Timnas Indonesia U-23 Bekuk Laos

By On Agustus 18, 2018

Rakyat bicara.-Timnas Indonesia U-23 membuka kesempatan lolos ke babak gugur Asian Games 2018. Mereka melakukannya setelah mengalahkan Laos 3-0 pada laga Grup A di Stadion Patriot, Jumat (17/8/2018).
Beto Goncalves jadi bintang timnas dengan mencetak dua gol. Sosok berusia 37 tahun itu menghasilkan angka bagi Timnas Indonesia U-23 di menit ke-14 dan 47. Ricky Fajrin kemudian menutup kemenangan timnas di menit 75.
Tambahan tiga angka pada pertandingan ini membuka peluang anak asuh Luis Milla ke babak berikut. Timnas kini mengoleksi enam angka dari dua laga. 
Mereka hanya tertinggal tipis di belakang peringkat dua Hong Kong (tujuh poin, tiga laga) dan Palestina (delapan poin, empat laga). 
Dengan Palestina sudah pasti lolos, Timnas Indonesia U-23 akan memperebutkan satu tiket otomatis tersisa melawan Hong Kong, Senin (20/8/2018). Sementara Laos sudah masuk kotak karena selalu tumbang di tiga partai.
Membutuhkan kemenangan, Timnas Indonesia langsung menggebrak sejak awal laga. Peluang pun sudah didapat pada menit kedua. 
Namun, tandukan Stefano Lilipaly usai menyambut umpan silang Febri Hariyadi masih tepat di kiper Laos.
Kemampuan timnas dalam memenangkan bola udara juga menghadirkan kesempatan bagi Stefano Lilipaly dan Beto Goncalves. Sayang usaha keduanya belum tepat sasaran.
Usaha timnas akhirnya membuahkan hasil. Memaksimalkan terobosan Saddil Ramdani, Beto tanpa kesulitan mencetak gol keduanya pada Asian Games.
Tempo pertandingan kemudian melambat. Meski begitu, timnas masih mengancam dengan Laos sesekali melancarkan serangan.
Peluang didapat Saddil Ramdani dan Evan Dimas. Sementara Soukchinda Natphasouk hampir menyamakan kedudukan bagi Laos jika saja tidak terperangkap offside. 
Stefano Lilipaly, Febri Hariyadi, dan Beto Goncalves juga sempat menembak walau mereka gagal memperbesar keunggulan bagi timnas di babak pertama.
Timnas kembali menekan di awal babak. Kali ini usaha mereka langsung membuahkan hasil. Bola jatuh ke kaki Beto Goncalves setelah kerja sama Saddil Ramdani, I Putu Gede Juni Antara, dan Stefano Lilipaly. 
Penyerang Sriwijaya FC itu lalu melepas tendangan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan kiper Saymanolinh Paseuth. 
Timnas terus menekan lewat tendangan Evan Dimas dan Rezaldi Hehanusa. Masuknya Irfan Jaya menggantikan Saddil Ramdani juga menambah tenaga Indonesia. 
Irfan Jaya kemudian mendapat peluang emas dengan tandukan jarak dekat. Namun, tidak lama berselang, duet bek tengah Hansamu Yama Pranata dan Ricky Fajrin berkombinasi untuk memperbesar keunggulan timnas. 
Hansamu Yama dan Ilham Udin Armaiyn lalu hampir mencatatkan nama di papan skor setelah memenangkan duel udara.
Namun, usaha timnas selalu kandas akibat kecemerlangan kiper Saymanolinh Paseuth. Skor pun tidak berubah. 

Susunan Pemain

Timnas Laos U-23: Saymanolinh Paseuth, Aphixay Thanakhanty, Xayasith Singsavang, Xouxana Sihalath (Kydavone Souvanny 81), Phoutthasay Khochalern (Kiengthavesak Xayxanapanya 72), Lathasay Lounlasy, Bounphachan Bounkong, Tiny Bounmalay (Chansamone Phommalivong 78), Phithack Kongmathilath, Phouthone Innalay, Soukchinda Natphasouk.
Timnas Indonesia U-23: Andritany Ardhiyasa, I Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa, Zulfiandi, Evan Dimas Darmono (Hanif Sjahbandi 82), Saddil Ramdani (Irfan Jaya 63), Stefano Lilipaly, Febri Hariyadi, Alberto Goncalves (Ilham Udin Armaiyn 73).(red/zie) 

Ratusan Santri Mengikuti Deklarasi Relawan JKW Bergema

By On Agustus 18, 2018

Rakyat bicara.-SEDIKITNYA 500 santri dari 10 pondok pesantren di Kabupaten Tegal menggelar deklarasi JKW Bergema. Bertempat di taman rakyat Slawi Ayu, Jumat (10/8), santri dan pemuda nasionalis menyatakan sikap untuk mendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amien.

Kordinator relawan JKW Bergema, Gus Fikri mengatakan, deklarasi relawan yang di tempatkan di trasa mendapat sambutan hangat dari tokoh nasionalis, kyai dan santri pondok pesantren.

“Kegiatan ini bentuk dukungan kami kaum santri dan nasionalis pada Jokowi dan KH Ma’ruf Amin,” katanya.

Pada seluruh relawan JKW Bergema, di minta untuk berpolitik santun dan menentang berita bohong untuk menjatuhkan lawan. Karena itu bukan sifat dan jiwa santri yang memegang teguh NKRI.

“Insya Allah kami kuat dan mampu memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Kabupaten Tegal. Dan saya berpesan, jangan mudah termakan berita bohong,” pintanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mahadutolabah Babakan, KH Mohammad syaei baedlowi meminta pada seluruh warga Nadhlatul Ulama untuk memenangkan pasangan ini di Kabupaten Tegal.

Karena bagaimana pun juga, ada kader NU yang di gandeng Jokowi sebagai wakilnya. Sehingga tidak ada pilihan lain selain menang.(red) 

Jadwal Timnas U-23 VS Laos Di Asian Games 2018

By On Agustus 17, 2018

Rakyat bicara.-Timnas U-23 gagal melanjutkan tren positif di laga kedua sepak bola Asian Games 2018. Tim asuhan Luis Milla ini dikalahkan Palestina 1-2, Rabu (15/8/2018).
Keperkasaan Zulfiandi dan kawan-kawan saat melumat Chinese Taipei 4-0 di laga sebelumnya, sirna di hadapan Palestina.Timnas U-23  pun dari posisi runner up klasemen Grup A.
Dengan tiga poin, Indonesia berada di posisi ketiga klasemen Grup A. Sementara posisi kedua ditempati Hong Kong dengan enam poin, berselisih satu dengan Palestina yang berada di puncak.
Namun, peluang Timnas U-23  lolos ke fase selanjutnya tetap terbuka. Apalagi di laga ketiga, Indonesia akan berhadapan dengan Laos. Jika menang, tentu jalan menuju 16 besar kembali terbuka lebar. 
Berikut jadwal timnas Indonesia U-23 Vs Laos di sepak bola Asian Games 2018.(red) 

Prediksi 6 Paskibraka Putri Unggulan Calon Pembawa Baki Bendera Pusaka

By On Agustus 17, 2018

Rakyat bicara.-Nama anggotaPaskibraka 2018 yang terpilih sebagai pembawa baki atau nampan Sang Saka Merah Putih masih teka-teki. Koordinator pelatih hanya tersenyum setiap kali disinggung soal bakal calon penerima posisi mentereng ini.
"Coba tanya Kepala Garnisun," kata Koordinator Pelatih Paskibraka 2018, Mayor Amar. "Yang pasti perempuan," kata dia menambahkan sembari tertawa.
Memang tidak ada yang tahu Paskibraka mana yang beruntung menerima tanggung jawab tersebut. Rasa penasaran baru akan terjawab beberapa menit sebelum Pasukan Pengibar Bendera Pusaka menjalankan tugasnya.
Upacara perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sampai pukul 09.30 WIB, nama anggota Paskibraka yang terpilih menerima bendera dari Presiden Joko Widodo untuk dikibarkan masih bisa berubah.
"Itu mengapa untuk menjadi seorang Paskibraka harus punya mental yang kuat dan pintar. Karena kondisinya yang seperti ini," kata Amar pada sebuah kesempatan saat berbincang dengan Diary Paskibraka.
"Kita para pelatih tidak menilai hanya dari satu aspek saja. Ini kami lihat, sikap mereka di luar lapangan juga terus dipantau," kata dia menambahkan.
Buat kamu yang penasaran dengan sosok Paskibraka pembawa baki atau nampan, tenang, Diary Paskibraka punya daftar nama-nama yang diprediksi bakal terpilih.
Ini hanya sebatas prediksi. Segala sesuatu bisa saja terjadi atau tidak. Prediksi dibuat berdasarkan pantauan tim Diary Paskibrakayang mengikuti seluruh kegiatan mereka dari hari pertama Diklat Paskibraka.
Prediksi ini dibuat tidak asal-asalan. Tim juga melihat sejumlah aspek yang pernah diucapkan pelatih, yaitu pelatih akan melakukan dril pada sejumlah nama yang rasa-rasanya pas.
"Karena dril bertujuan meningkatkan kemampuan orang tersebut lebih lagi dari sebelumnya," kata Amar. 
Cewek yang punya nama asli Jessenia Sarah Aurelia ini termasuk Paskibraka putri yang sering dilatih menjadi pembawa nampan.
Dari hari pertama latihan, kemudian latihan gabungan bersama Paspampres, sampai gladi kotor di Istana Negara, tercatat sudah 10 kali dia dilatih untuk membawa nampan.
"Kalau aku yang jadi nampan, Tahta yang baki cadangannya. Begitu pun sebaliknya," kata Sarah.
Namun, Sarah tampak terlempar ke kelompok 17 saat melakukan gladi bersih. Posisi kelompok 8 pun jadi berubah. Pembawa nampan adalah Tahta dan baki cadangan adalah Fuji dari Sumatera Barat.
 Gadis wong kito galo ini adalah teman satu tim Sarah. Mereka sering dilatih menjadi pembawa nampan secara bergantian.
Ketika Sarah yang pegang nampan, Tahta berada di posisi cadangan. Begitu juga sebaliknya.
Jumlah latihan juga sama banyak. Hanya saja, sampai gladi bersih dilakukan, Paskibraka kelahiran Tangerang, 15 September 2002, tetap "berada" di posisi sentral sebagai baki.
Konon, ini konon lo, siapa yang "bertugas" pada saat gladi bersih, akan sama persis saat hari H. Semoga saja.
Cukup sering lensa kamera tim Diary Paskibraka membidik gadis berjilbab ini sedang dilatih jadi pembawa nampan.
"Aku tidak hitung sudah berapa kali. Kayaknya lebih dari lima," kata Fuji.
Biasanya saat masih latihan di Cibubur, yang berada di belakang Fuji sebagai pembawa nampan cadangan adalah Paskibraka 2018 asal Maluku, Brigita Stelanny Latumeten atau akrab disapa Lani.
Namun, posisi itu berubah saat gladi bersih. Fuji justru yang menjadi pembawa nampan cadangan, sedangkan yang pegang nampan adalah Tahta.
 Sama seperti Sarah dan Tahta, entah sudah berapa kali Paskibraka putri perwakilan Jawa Barat tersebut dilatih sebagai pembawa nampan.
Tarrisa mengaku tak pernah menghitung jumlah pastinya. Dia hanya fokus agar pada tahun ini, nama Jawa Barat terangkat.
Tarrisa bisa dihitung jari berada di posisi pembawa nampan cadangan. Sampai saat gladi bersih saja, siswi SMA Krida Nusantara ini berada masih berada di terdepan untuk menerima bendera dari Presiden.
Bila Tarrisa yang jadi pembawa nampan, Nina dari Jawa Timur yang berdiri persis di belakangnya.
 Nina adalah Paskibraka putri dari Jawa Timur. Dia lahir pada 12 Desember 2001 di Tuban.
Nina dipercaya seluruh penghuni asrama Paskibraka untuk menjadi Bu Lurah, yang mana Genta menjadi Pak Lurah.
Untuk posisi baris berbaris sendiri, Nina cukup sering jadi pembawa nampan cadangan. Hanya beberapa kali terlihat dia jadi pembawa nampan.
Nama satu ini lumayan bikin kaget. Bukan sosok yang sangat terlihat saat latihan berbaris, tapi saat gladi kotor dilatih sebagai pembawa nampan bersama Suci, Sumatera Utara, yang jadi pembawa nampan cadangan.
Dia menjagokan Tahta untuk jadi pembawa nampan. Namun, di sisi lain, gadis yang dikenal humoris ini optimistis agar bisa terpilih.
Itulah enam nama yang tim prediksi bakal jadi pembawa nampan 2018. Namun, sekali lagi, itu hanya sebuah prediksi. Jika nama jagoanmu ada di daftar ini dan akhirnya terpilih, kami ucapkan selamat. Apabila ternyata tidak, lagi-lagi ini hanya prediksi.(red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *