HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Mantan Staf Pribadi:Ingatan Nur Mahmudi Terganggu Karena Jatuh Main Voli

Rakyat bicara.-Mantan staf pribadi Nur Mahmudi Ismail yang bernama Tafi mengaku kaget setelah polisi menetapkan setatus tersangka. Dia menjelaskan, Nur Mahmudi Ismail saat ini tengah dalam pemulihan kesehatan karena mengalami cedera kepala.
"Beliau lagi masa pemulihan. Seminggu lalu beliau (Nur Mahmudi) baru saja pulang dari Rumah Sakit Hermina," kata dia kepada wartawan di lingkungan kediaman Nur Mahmudi, Rabu (29/8/2018).
Tafi menuturkan, mantan bosnya itu menderita sakit sejak 18 Agustus 2018 lalu lantaran terjatuh di lapangan voli kompleks perumahannya, Griya Tugu Asri, Kelapa Dua Depok. Peristiwa itu membuat kondisi ingatan Nur Mahmudi Ismail terganggu.
Mantan Wali Kota Depk NUr Mahmudi Ismail.
"Pada saat sedang bermain voli dengan warga sekitar, tiba-tiba jatuh dan terbentur kena kepala belakang, mungkin saat itu ingatan yang dulu-dulu sempat lupa. Tapi sekarang-sekarang sudah mulai membaik," tegasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pun membenarkan penetapan mantan Wali Kota Depok dua periode (2006-2016) itu.
"Benar sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka," ucap Argo saat dihubungi wartawan, selasa (28/8/2018).
Argo menuturkan, penetapan tersangka Nur Mahmudi dan Prihanto setelah menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa barat dan diketahui terdapat kerugian negara.
"Untuk sementara ini, baru hanya Nur Mahmudi dan Prihanto yang resmi ditetapkan tersangka korupsi jalan Nangka baru dua orang itu," ucapnya.
Suasana Rumah Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi.
Diketahui, Kasus ini tengah bergulir di Tipikor Polreta Depok sejak Oktober 2017. Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan Januari 2018 serta setelah memeriksa 87 saksi status penyelidikan naik ke penyidikan.
Dari informasi yang didapatkan, proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Sukamaju baru ini menelan dana anggaran dari APBD sebesar Rp17 miliar pada tahun 2015.
Namun proyek tersebut hanya fiktif, sebab akses jalan dengan panjang 500 meter lebar 6 meter tersebut sudah dibebaskan oleh pengembang yang sedang membangun apartemen di wilayah tersebut. Saat itu pengembang apartemen telah mengeluarkan dana pembebasan kepada 16 pemilik sertifikat milik 16 warga RT03/RW01 Kelurahan Sukamaju baru, Kecamatan Tapos dengan nilai sebesar Rp17 miliar.(rkyt/red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *