HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Polsek Medan Baru Berhasil Lumpuhkan Spesialis Pencurian

By On November 26, 2018

Rakyat bicara.-Seorang pelaku yang kerap kali melakukan pencurian di kos kosan ditangkap petugas unit reakrim Polsek Medan Baru dan dilumpuhkan  dengan timah panas Senin (26/11/2018).Pasalnya, saat ditangkap tersangka tak mengindahkan tembakan peringatan dan memberikan perlawanan.
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu Said Husein mengatakan, pelaku  JS Alias Ucok ,20, warga Jalan Sei Bilah Kelurahan Babura Sunggal Medan Sunggal, ditangkap atas laporan Rahmad Fadly ,27,.
“Korban melaporkan 2 unit handpone, uang Rp800 ribu dan KTP, ATM BRI & SIM C atas nama korban hilang di kosnya Jalan Sei Batang Gadis Kelurahan Babura Medan Baru pada bulan Oktober 2018,” katanya, Senin (26/11/2018). Atas laporan ini, pihak kepolisian kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Cek CCTV ternyata pelakunya seorang laki-laki yang tidak dikenal,” sebut dia.
Setelah hampir satu bulan melakukan penyelidikan, pihak kepolisian mengetahui pelakunya. “Diketahui keberadaan tersangka di Jalan Sei Bilah Medan, menindak lanjuti informasi tersebut, anggota opsnal Polsek Medan Baru langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka,” ucapnya.
Ketika dilakukan pengembangan untuk mencari handpone milik korban yang sudah sempat dijual, pelaku mencoba melawan petugas dan berusaha kabur. “Sehingga diberikan tembakan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkan sehingga terhadap tersangka diberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan kaki tersangka,” ucapnya.
Setelah diintrogasi, pelaku sudah sering melakukan pencurian di kos-kosan. “Pengakuannya sudah lima kali beraksi, tapi kita menduga sudah lebih lima kali,” terangya.
Kata Kanit, pihaknya masih mengejar pelaku yang selalu membeli barang-barang hasil curian dari pelaku. “Masih kita kejar pelaku lain. Untuk barang bukti yang kita sita baju kaos warna coklat dan celana pendek warna putih yang dipakai saat melakukan pencurian dan rekaman CCTV,” sebut Husein.(dyt/red)

Sayat Leher Bayi Sendiri, Wajah Yuninda Saat Ditangkap Mengerikan

By On November 26, 2018

Rakyat bicara.id.-Polisi sedang memeriksa kejiwaan pembantu rumah tangga bernama Yuninda (21)yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap bayinya sendiri.

"Yang bersangkutan (Yuninda) masih kami periksa ke psikolog," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang SelatanAjun Komisaris Alexander Yurikho kepada awak media, Rabu (17/1/2018).

Alexander mengatakan, polisi melibatkan ahli psikologi untuk mengetahui detail kondisi kejiwaan tersangka.

Namun, kata dia, polisi sementara menduga Yuninda ada kecenderungan mengalami gangguan kejiwaan karena berani menyayat leher bayi laki-lakinya sendiri.

"Indikasi ada (gangguan jiwa), jika dikaitkan dengan perbuatannya yang begitu sadis terhadap darah dagingnya sendiri," tukasnya.

Alexander juga menceritakan kondisi Yuninda ketika diringkus polisi. Menurutnya, saat ditangkap, perempuan tersebut tak menunjukkan rasa bersalah.

"Ekspresinya (wajah) datar," kata Alexander.
Kasus ini baru terungkap setelah polisi mendapatkan laporan penemuan mayat bayi di tong sampah Rumah Makan Bebek Janda, Jalan Senayan Utama, Blok HJ, Nomor 1A, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1).

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap Yuninda pada Minggu (14/1).

Saat diinterogasi, Yuninda mengakui telah mengaborsi bayinya. Setelah diaborsi, Yuninda lalu menyayat leher anak bayinya itu dan membuangnya ke tong sampah.

Atas perbuatannya itu, Yuninda dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 75 ayat (1) dan (2) Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(sc/edi)

Blak-Blakan Ma'ruf Amin:212 Awal Intens Bareng Jokowi

By On November 24, 2018

Rakyat bicara.id.-Cawapres KH Ma'ruf Amin bercerita awal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ma'ruf yang merupakan Ketum MUI sering berdiskusi saat menjelang aksi massa pada 2 Desember 2016 atau 'Aksi 212'. 

"Dari hasil pembicaraan, kemudian ada semacam chemistry, kok ada kecocokan-kecocokan ide-ide, gagasan.

 Dari situ saya sering bertemu, bahkan sering juga tampil bersama dalam event-event tertentu. Bahkan kita sering zikir bersama," kata Ma'ruf Amin saat ditemui detikcom, Sabtu (10/11/2018).

 Ma'ruf memang mengeluarkan fatwa terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al-Maidah. Pernyataan tersebut dianggap menistakan agama Islam.

Setelah fatwa itu keluar, muncul gerakan aksi massa menuntut polisi untuk memproses hukum Ahok yang sedang mencalonkan Gubernur DKI di Pilkada 2017.

 Aksi massa itu dikenal Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Aksi Bela Islam I pada 4 November 2016 (Aksi 411). 

Sebulan kemudian digelar Aksi Bela Islam II pada 2 Desember 2016 (aksi 212). 

Ma'ruf mengaku dalam pelaksanaan aksi tersebut sempat menengahi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab adanya perbedaan tempat pelaksanaan aksi tersebut. 

Habib Rizieq Syihab ingin aksi digelar di Thamrin, namun Jenderal Tito Karnavian ingin aksi itu digelar di Masjid Istiqlal.

"Pak Tito maunya di Istiqlal, Habib Rizieq maunya di Thamrin. Wah, itu berbahaya. Oleh karena itu, saya sarankan di Monas karena tengah-tengah," ungkap Ma'ruf.

Saat aksi 212 tersebut, Ma'ruf juga sempat menyarankan Jokowi ikut salat Jumat bersama peserta aksi di Lapangan Monas. Jokowi mengikuti saran Ma'ruf dengan berjalan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri dari Istana Merdeka menuju Lapangan Monas dalam kondisi diguyur hujan.

Usai Ahok divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ma'ruf langsung membubarkan GNPF MUI dan gerakan massa aksi 212. 

Dia mengaku tidak setuju dengan mereka yang menyebut diri sebagai Presidium Alumni 212 maupun GNPF Ulama. "Buat apa?" kata.

Singkat cerita, Ma'ruf dan Jokowi kian intens sering bertemu diskusi membahas pembangunan bangsa hingga ekonomi keumatan. Jokowi pun melirik Ma'ruf Amin yang menggagas arus baru ekonomi Indonesia untuk mendampingi di Pilpres 2019.

"Tetapi saya tidak tahu beliau memilih saya jadi calon wakil presiden, itu di luar dugaan saya," kata Kiai Ma'ruf.(sn/jojo)

Polri Siap Bagi Pengalaman Tanggulangi Terorisme Ke Polisi Hong Kong

By On November 24, 2018

Rakyatbicara.-Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengawali hari kedua Sidang Umum Interpol ke-87 di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan melaksanakan pertemuan bilateral bersama Commissioner of Hong Kong Police Force, Lo Wai-Chung Stephen. Dalam pertemuan itu, Polri menegaskan siap membagikan pengalaman menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Pertemuan itu berlangsung pada Senin, (19/11/2018). Dalam keterangan tertulis yang diterima, keberhasilan dan reputasi tingkat global yang dimiliki Polri dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme diapresiasi. Kepolisian Hong Kong berharap dapat belajar lebih banyak dari keberhasilan Polri dalam penanggulangan terorisme berikut dengan program radikalisme yang diterapkan oleh Polri.

Tito menyatakan Polri siap menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kepolisian Hong Kong dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme. Polri siap membagikan pengalaman dan kerja sama itu akan diwujudkan dengan tukar menukar informasi serta penyelenggaraan pertemuan secara rutin secara formal maupun informa.

"Kerja sama dalam penanggulangan terorisme tersebut akan semakin mempererat kerja sama antara Polri dan Kepolisian Hong Kong yang selama ini telah terjalin sangat baik dalam penanggulangan kejahatan narkotika. 

Khusus dalam kerja sama penanggulangan kejahatan narkotika, Kapolri dan Commissioner of Hong Kong Police Force juga sepakat bahwa hal tersebut tidak kalah penting untuk terus ditingkatkan. Mengingat, jumlah penduduk kelas menengah yang besar, Indonesia telah tumbuh menjadi pasar yang sangat potensial bagi perdagangan ilegal narkotika," bunyi keterangan itu.

Tito menerangkan Polri telah sering menggagalkan penyelundupan sabu dan ekstasi dari Taiwan dalam jumlah yang sangat besar di mana kejahatan tersebut juga melibatkan jaringan narkotika Hong Kong. Hal tersebut merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara Polri dengan berbagai kepolisian negara sahabat, termasuk Hong Kong.
Commissioner of Hong Kong Police Force lalu mengundang Tito untuk hadir memberikan pembekalan dan membagikan pengalaman kepada Kepolisian Hong Kong dalam penanggulangan berbagai kejahatan di Indonesia. Tito menyanggupi dan berjanji untuk memenuhi undangan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen HS Maltha, serta Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte.(rb/edi)

Baca Kotak Hitam, KNKT Beberkan Kronologi Lion Air Jt610 Alami Stall

By On November 22, 2018

Rakyat bicara.-Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau  KNKT memaparkan pembacaan kotak hitam atau black boxpesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, di Komisi V DPR, Jakarta, Kamis, 22 November 2018. 
Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengemukakan, dari data black box memperlihatkan pesawat mengalami stall atau kehilangan daya angkat sehingga jatuh.
"Ada garis merah di sini yang menunjukkan pesawat mengalami stall atau stick shaker. Jadi itu adalah kemudinya di sisi kapten mulai bergetar. Ini adalah indikasi yang menunjukkan pesawat bahwa akan alami stall atau kehilangan daya angkat," kata Nurcahyo.
Dalam pesawat itu disebut terdapat Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Fitur ini adalah sistem yang bisa mencegah hidung pesawat naik atau angle of attack terlalu tinggi yang dapat mencegah stall.
Namun, berdasarkan catatan di black box, saat angle of attack terlalu tinggi dan memicu MCAS bekerja untuk menurunkan hidung pesawat, kondisi ini dilawan pilot dengan menaikkan hidung pesawat kembali.
"Jadi setelah trim down, dilawan pilotnya trim up, terus sampai dengan akhir penerbangan," ujar Soerjanto. Dia melanjutkan, "Dan beban kemudi jadi berat kemudian pesawat turun (jatuh)." 
Dari data mesin yang diperoleh, antara mesin kiri dan mesin kanan, hampir semua penunjuk mesin menunjukkan angka yang konsisten. Dengan demikian, KNKT menyimpulkan mesin tidak menjadi kendala dalam penerbangan ini.
Dalam penerbangan Denpasar-Jakarta sebelumnya, pesawat ini juga disebut mengalami kondisi yang sama dengan penerbangan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh itu.
Soerjanto memaparkan, saat penerbangan Denpasar-Jakarta, MCAS juga memerintahkan pesawat untuk turun saat stall dan dilawan pilotnya. Namun, MCAS tercatat berhenti tidak sampai dengan akhir penerbangan. "Jadi ada sesuatu yang dilakukan pilotnya untuk menghentikan MCAS," ujarnya.
Menurut Soerjanto, berdasarkan kecelakaan ini, pihak Boeing kemudian membuat buletin yang ditujukan ke seluruh operator penerbangan. Apabila pesawat mengalami kondisi seperti itu, Boeing merekomendasikan untuk melakukan apa yang dilakukan pilot penerbangan Denpasar-Jakarta itu.
"Jadi apa yang dilakukan oleh pilot pada saat itu prosedurnya belum ada dan sudah dibuat Boeing sekarang menjadi prosedur yang berlaku untuk semua pilot yang bawa pesawat jenis ini," katanya.
Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat itu membawa total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam kru pesawat.(vvc/red)

Sembilan Kota Bakal Gelar Aksi Bela Nuril

By On November 18, 2018

Rakyat bicara.-Putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap Baiq Nuril menjadi perhatian banyak pihak. MA memutuskan dia dipenjara enam bulan dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan penjara.
Banyak pihak pun mengkritisi putusan itu. Lantaran pada fakta persidangan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Mataram, Nuril tidak terbukti mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya rekaman bernada pornografi tersebut.
Protes terhadap putusan kasasi MA, masyarakat akan menggelar aksi di sembilan kota di Indonesia. Minggu, 18 November 2018, kota-kota yang akan menggelar aksi bela Baiq Nuril yaitu Kota Mataram, Pekanbaru, Denpasar, Palembang, Pontianak, Makassar dan Jember. Aksi tersebut sebagian besar akan digelar saat acara car free day.
Sementara, aksi juga digelar di Jakarta dan Semarang pada 22 November 2018. Di Jakarta, aksi akan digelar di Istana Presiden, sementara di Semarang aksi akan digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Wakil Ketua Paguyuban  Korban Undang-undang (PAKU) ITE, Rudi Lombok mengatakan, aksi di masing-masing daerah tersebut sebagai bentuk protes terhadap putusan MA yang dinilai kurang adil terhadap korban pelecehan seksual.
"Ini sebagai bentuk solidaritas kami yang menyayangkan putusan MA terhadap Baiq Nuril. Perempuan yang seharusnya dilindungi dari segala bentuk pelecehan seksual, tetapi dipidana," ujarnya, Sabtu, 17 November 2018.
Dia juga kecewa dengan denda yang begitu memberatkan bagi Nuril. Denda Rp500 juta sangat membuat Nuril menderita dengan kondisi ekonomi yang memburuk pasca dipecat dari SMA tempat dia bekerja.
"Uang Rp500 juta itu untuk siapa? Apa iya negara nah menarik uang dari korban pelecehan seksual?," kritiknya.(red) 

Hotman Paris Menangis:Saya Dari Danau Toba, Bisa Bersaing Di Kampung

By On November 13, 2018

Rakyat bicara.-Ini akan menjadi hari yang membanggakan sekaligus mengharukan bagi pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Pasalnya, tepat di hari ini, Senin (12/11/2018) ia resmi menjadi seorang ayah dengan tiga anak yang menyandang gelar sarjana hukum, LLB dari London, Inggris.
Beberapa hari lalu, Hotman Paris beranjak meninggalkan Jakarta sejenak menuju London, Inggris. 
Kunjungannya ke Inggris kali ini sekaligus merayakan wisuda anak bungsunya, Fritz Hutapea di Westmister University London.
Hotman merayakan kelulusan Fritz bersama istri Agustianne Marbun dan dua anaknya, Frank dan Felicia.
“Good Morning. Kami dari Langham London, dengan istri. Hari ini, anak saya akan lulus, akan wisuda Fakultas Hukum dari Westminster University,” katanya dalam sebuah unggahan video di Instagram @hotmanparisofficial, Senin (12/11/2018).(red) 

Kapolrestabes Medan Berikan Keterangan Kepada Media, Meninggal Dunia Tahanan Als IR

By On November 07, 2018

Medan,Rakyat bicara.-Pada hari Selasa tanggal 6 Nopember 2018 sekira pukul 13.30 Wib telah meninggal dunia seorang tahanan atas nama IR als M, (28 tahun), laki-laki, beragama islam, beralamat Jl. Walet IV No. 232 Perumnas Mandala Kel. Kenangan Baru kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli serdang

Menurut keterangan dari kapolrestabes Medan Melalui kasubbag Humas Kompol Subroto, rabu, (7/11/18) diruang Kasubag humas, Menjelaskan Kronologi dari keterangan teman tahanan korban berinisial MHP, bahwa pada hari Selasa, 06 November 2018 sekira pukul 13.00 wib. Orang tua MHP an. Sufrianto  membesuk MHP dengan membawa bungkusan nasi, kemudian MHP Membawa Bungkusan nasi tersebut ke blok E.

Selanjutnya MHP bersama- sama temannya atas nama inisial RS, Y, S, R, M (korban), yang menempati diblok E makan nasi bungkus Bersama yang isinya ayam goreng dan sayurnya sawi, menurut keterangan MHP dan temannya, korban makan 2 suap dan saat akan makan suapan yang ke tiga, Mereka melihat M  (korban) menunduk, kemudian  bersama temannya  membaringkan korban dan pada saat itu korban mengalami kejang-kejang dengan keadaan lidah tergigit, diantara mereka seorang  Bernama  (R) memanggil piket Penjagaan  RTP Polrestabes Medan dan mengatakan ada tahanan yang sakit

Melihat keadaan tersebut diatas Petugas piket jaga membawa M (korban) dari sel Blok E ke ruangan besuk tahanan untuk memberikan bantuan.

Dari ruang besuk tahanan lanjut keruang Urkes Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan, karena dilihat kondisi korban semakin memburuk maka dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.

sesampainya di ruang IGD RS. Bhayangkara Polda Sumut, M (korban) dilakukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter jaga, hasilnya nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Disisi lain unit urkes Polrestabes Medan melakukan pemeriksaan terhadap kelima Tahanan di ruang tahanan hasilnya kelima tahanan yang telah makan bersama M (korban) tidak mengalami masalah apapun dan kondisi sehat, ungkap Kompol Subroto
Humas Polrestabes Medan untuk hasil  autopsi penyebab meninggalnya M (korban) hingga saat kita masih menunggu.(red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *