HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Kapolrestabes Medan Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Al Muhajirin

By On Januari 24, 2019

Rakyat bicara.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol  Dadang Hartanto  melaksanakan sholat subuh berjamaah dan menyampaikan pesan kamtibmas di masjid Al Muhajirin di Jalan Pintu Air Kelurahan Sitirejo I Medan, Rabu (23/01/2019). 
Kegiatan sholat subuh berjamaah ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol  Dadang Hartanto, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP  Romadoni Sutardjo, Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, Camat Medan Kota H T Chairunisa, Nasution, Kanit Binmas Polsek Medan Kota Iptu Khairuddin, Wakil Ketua BKM H Yakub Simangungsong, Imam Masjid H Abdul Wahab Lubis, Lurah Sitirejo I, tokoh  masyarakat Prof Dr H Darsono, personel Polrestabes Medan, personel Polsek Medan Kota serta jemaah Masjid Al Muhajirin yang melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus BKM Masjid Al  Muhajirin dan sholat subuh berjamaah, Kapolrestabes Medan menyampaikan pesan kamtibmas dan foto bersama. 
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol  Dadang Hartanto  dalam pesan kamtibmasnya mengatakan, kegiatan sholat subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
Program kami memakmurkan masjid yaitu sholat subuh berjamaah, magrib mengaji dan Jumat Barokah. 
Kegiatan ini serentak dilaksanakan setiap hari di jajaran Polrestabes Medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT dan bersilaturahim kepada masyarakat serta menyampaikan informasi.  
“Hal ini dilakukan guna bertujuan membentuk personel Polri takut kepada Allah SWT, sehingga dalam melaksanakan tugas menjadi amanah,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat juga ikut aktif mengawali kegiatan dari masjid supaya masyarakat menjadi baik, sehingga terciptanya memelihara keamanan dan ketertiban. 
“Ke depan, mari kita gelorakan sambil mengajak keluarga, tetangga dan saudara untuk memelihara keamanan dan ketertiban,” tambah Kombes Pol Dadang. 
Selain itu, salah satu programnya adalah magrib mengaji yaitu bagi anggota Polri yang bisa membaca Al-Qur’an agar tadarus mengaji bersama-sama sehingga bisa menularkan ke anggota yang lain. 
“Kita berharap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita,” ungkap Kombes Pol Dadang.
Selain magrib mengaji, ada juga program juga jum’at barokah. “Saya mengajak anggota dengan ikhlas untuk berbagi. 
Ini diberikan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu,” jelasnya. 
Kapolrestabes Medan juga sampaikan secara umum situasi Kamtibmas di Kota Medan berjalan dengan baik.
Ini semua berkat kerja sama kita karena polisi hebat dan masyarakat hebat, sehingga tercipta Kamtibmas yang baik,” terangnya. 
Penataan Kota Medan sudah bagus, sekarang berjalan dengan baik dan bisa dilihat reklame/baliho sudah tertib dan tidak berantakan lagi. 
Selain itu, Polrestabes Medan juga adakan pembenahan menertibkan pasar/pajak supaya tidak berjualan di badan jalan sehingga lalu lintas lancar dan bersih. 
Kota Medan mempunyai potensi yang maju karena letak geografisnya strategis artinya investor berpeluang membangun Kota Medan ini. 
“Kita lihat masyarakatnya juga ulet dan terbuka untuk mendorongnya, Mari kita jadikan Kota Medan modern dan metropolitan.
Mengenai gangguan Kamtibmas yaitu masalah narkoba. “Narkoba ini harus kita berantas secara bersama-sama. 
Kalau kita tidak terpengaruh dengan narkoba maka narkoba tidak akan laku,”terangnya. 
Menjelang pemilu ini, tentu aktifitas cukup tinggi tapi jangan terpengaruh isu sara,Hoax dan ujaran Kebencian sehingga kita terpecah belah. 
“Kita harus menjadi sebaik-baiknya manusia dan kita hidup harus bermanfaat untuk lingkungan yang rahmatan lil alamin,” tandasnya.(dyk/edi)

Apel Kerja Bakti Sosial Dan Penanda Tanganan Integritas Komitmen Penanganan Narkoba

By On Januari 23, 2019

Rakyat bicara.-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto pimpin apel pelaksanaan kerja bakti sosial membersihkan lingkungan tempat ibadah dan penanda tanganan komitmen Integritas personil Satres narkoba Polrestabes Medan, bertempat di lapangan apel Polrestabes Medan jalan HM.Said Medan.

Kamis 24/1/2019, jam 9:00 WIB.
Tampak hadir dalam pelaksanaan apel Waka Polrestabes Medan, para Kasat, para pejabat dan para Kapolsek sejajaran Polrestabes Medan.
Dalam amanatnya Dadang mengamankan bahwa dalam apel ini ada dua kegiatan yang akan kita laksanakan yang pertama adalah apel kerja bakti dan apel penanda tanganan komitmen integritas personil Satres narkoba .

Terkait apel kerja bakti ini kita mengandeng berbagai unsur termasuk dari rekan TNI yang mana sasarannya adalah tempat-tempat ibadah, Greja, pura,kuil dan lainya .

Kegiatan ini secara harfiah ( pisik ) adalah untuk menjadikan kita sebagai pelopor kebersihan di tempat ibadah.

Melalui upaya kita turun langsung membersihkan tempat ibadah dapat mendorong masyarakat untuk berbuat yang sama membersihkan tempat ibadah masing-masing.

Dengan demikian kita mendorong masyarakat untuk berprilaku bersih, seperti halnya umat Islam setiap akan melakukan sholat kan harus bersih dan suci dengan mengambil air wudhu.

Kebiasaan-kebiasaan ini memang kecil namun memberikan dampak yang besar yang berujung pada perilaku masyarakat.

" Di kantor-kantor contohnya termasuk di tempat kita ini, puntung-puntung rokok berserakan, tisu-tisu bertebaran dimana-mana ini kan perilaku yang egois, dirumahnya mau bersih tapi di tempat lain buang sampah sembarangan padahal dampaknya bila lingkungan tidak bersih akan menimbulkan bibit penyakit yang akan menggangu kesehatan di lingkungan masyarakat," ucap beliau.

Tambahnya lagi" jika semua orang berprilaku yang sama timbul penumpukan sampah dimana-mana  akan berdampak sosial yang sangat buruk, untuk itu mari kita jaga kebersihan lingkungan bersama dan secara filosofis tempat ibadah adalah tempat suci yang harus kita jaga kebersihan dan kesucianya yang tidak digunakan untuk berbagai hal, apalagi saat ini mendekati pesta demokrasi jangan sampai tempat ibadah  digunakan untuk menebar kebencian,  kata beliau.

Terkait dengan penanda tanganan integritas penanganan narkoba , kita tau bahwa narkoba adalah musuh kita bersama, peredaran narkoba sudah sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara terutama terhadap generasi penerus bangsa.

Kita tau para bandar selalu berusaha memperbanyak penggunaan narkoba dengan memperluas pangsa pasarnya dan merekrutnya untuk sebagai pengedar narkoba termasuk mereka dengan berbagai cara mendekati aparat-aparatnya  dan itu adalah strategi mafia narkoba maka tidak jarang dari aparat penegak hukum dan teman-teman kita ini tersangkut narkoba, para mafia narkoba ini selalu mengiming-imingi dan memberikan fasilitas dan uang kepada para penegak hukum agar usahanya aman, tapi yakinlah bahwa itu semua akan berakhir terutama saya tekankan pada kawan-kawan yang bertugas di Satres narkoba.

" Jangan kalian anggap bekerja sama dengan bandar narkoba itu menguntungkan, kalian musti ingat kalian juga punya anak dan saudara, kalau hari ini kalian tidak berusaha Melakukan penindakan pasti suatu saat kalian juga akan terkena dampaknya, jangan sampai kita masuk kedalam jaringan narkoba.

Air laut rasanya asin tapi tak membuat ikan yang hidup didalamnya ikut menjadi asin.

Integritas ini salah satu komitmen moral yang tertanam di jiwa kita yang akhirnya mendorong kita dalam penanganan narkoba ," pungkas Kapolrestabes Medan..

Usai melakukan apel dilanjutkan dengan fhoto bersama  dan  lanjut  bergerak melaksanakan kerja bakti di tempat tempat ibadah yang telah ditentukan lokasi-lokasinya.(red/edi)

Apess Seorang Wartawan Harian Jadi Korban Penikaman

By On Januari 23, 2019

Rakyatbicara.-Nasib dialami wartawan Harian Global Medan 24 Jam grup Metro 14 Jam, Edi Sukarno (42) warga Jalan Sutrisno, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area.

Setelah jadi korban penikaman, Edi malah ditahan karena pengaduan dari keluarga pelaku.

Informasi diperoleh di Polsek Medan Area menyebutkan, peristiwa itu terjadi Rabu (9/1) lalu.

Saat itu, AY mendatangi rumah Edi Sukarno dan menuduh jualan ibunya diusik oleh Edi dengan melaporkan ke pihak Kecamatan Medan Area.

Tak terima dituduh, Edi pun membela diri hingga terjadi pertengkaran diantara keduanya.

Pertengkaran itu pun berlanjut menjadi perkelahian.

Saat itulah pelaku AY (36) warga Jalan Rahmadsyah, Gang Makmur, Kecamatan Medan Area, memukuli Edi Sukarno.

Tak hanya memukuli, AY juga menikam bagian belakang tubuh Edi.

Setelah melakukan penikaman, AY langsung kabur, Sementara itu, keluarga Edi segera melarikannya ke RS Deli Medan. Untuk menyelamatkan nyawa korban, petugas medis terpaksa melakukan operasi pembersihan luka dan korban mendapat delapan jahitan.

Tak senang dengan perbuatan AY, keluarga korban membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Area. Petugas Polsek Medan Area bergerak cepat dan mengamankan pelaku.

Anehnya, begitu AY ditangkap, keluarganya melakukan teror agar keluarga Edi mencabut pengaduan ke polisi.

Bahkan, menurut Edi, rumahnya sempat dilempari. Meski tak tahu siapa pelaku pelemparan, tapi ia yakin perbuatan itu meneror keluarganya.

Sementara itu keluarga AY ternyata juga membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Area, Kamis (10/1).

Dalam pengaduannya, pihak keluarga mengaku, Edi telah melakukan pemukulan terhadap AY menggunakan broti.

Atas pengaduan itu, kemudian pihak kepolisian, Jumat (11/1) seusai sholat Jumat mengamankan Edi Sukarno.

Saat kru Harian Global Medan 24 Jam menjenguknya, Br Regar, istri Edi mengaku, heran dengan tindakan pihak kepolisian.

Menurutnya, suaminya merupakan korban penikaman dan tak sepantasnya ditangkap.

"Suami aku korban penikaman, kenapa ditangkap? Berdasarkan olah TKP, polisi sudah mendapatkan penjelasan seterang-terangnya mengenai kronologis kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi.

Termasuk petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Matsum I Polsek Medan Area yang berada di lokasi," ujar wanita berjilbab ini.

Br Regar juga menampik laporan keluarga AY yang menyebutkan, Edi memukulnya dengan balok.

Menurutnya, setelah terjadi pertengkaran, warga yang berdatangan menyuruh Edi untuk masuk ke dalam rumah, Atas saran warga Edi pun masuk ke dalam rumahnya.

"Setelah pertengkaran itulah, kami masuk ke dalam rumah, karena kami kira tidak akan terjadi apa-apa.

Tapi dia (AY, red) kemudian ikut masuk dan memukul serta menikam suami saya. Ini selop punya AY yang tinggal di dalam rumah kami, saya bawa.

Ini kan bukti kalau dia (AY) menyerbu ke dalam rumah kami," ujar Br Regar sambil menunjukkan bungkusan plastik berisi sendal milik pelaku.

Berdasarkan hasil visum, ujar Br Regar, tak hanya penikaman, juga terdapat luka lebam di bagian lengan dan leher korban akibat pemukulan yang dilakukan oleh AY.

Br Regar berharap pihak kepolisian adil dalam menangani perkara ini.

"Masak suami saya yang jadi korban penikaman ikut juga ditangkap. Semua bukti dan keterangan saksi sudah jelas menunjukkan suami saya jadi korban," ujarnya.

Br Regar kuatir, di sel Polsek AY kembali menganiaya suaminya. "Bisa-bisa mati nanti suami aku dipukulinya di kantor polisi ini," aku Br Regar.

Sementara itu Kapolsek Medan Area Kompol Kristian Sianturi ketika dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (19/1) mengatakan, pihaknya tidak menangkap pelaku, tapi mengamankan.

"Kita amankan berdasarkan pengaduan secara terpisah (split) yang dilakukan keluarga AY. Nanti kita konfrontir dan rekon untuk mengetahui seperti apa kejadiannya.

Kalau memang terbukti Edi tidak bersalah, akan kita bebaskan, Intinya, kita akan bertindak profesional dan adil lah.

Istri Edi juga tidak perlu kuatir atas keselamatan suaminya, karena Edi tidak kita tempatkan di sel, tapi di musholla Mapolres," ujarnya.

Namun janji Kapolsek, hanya di mulut. Buktinya, saat kru Harian Global Medan 24 Jam menjenguknya, Edi sudah dimasukkan ke dalam sel.(red/sn)

Polsek Medan Labuhan Amankan Pria Yang Melakukan Pemerasan di Taman Aloha Maharani

By On Januari 20, 2019

Rakyatbicara.-Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang pemerasan yang terjadi di Taman Aloha Maharani, Jalan KL Yos Sudarso, petugas mengamankan pelaku pemerasan. Petugas berhasil ringkus Dede Rinaldi (20) warga Jalan Tangguk Utama 20, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan labuhan. Informasi yang dihimpun melalui Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto mengatakan, benar telah mengamankan satu orang yang diduga pelaku pemerasan.
“Kami menindaklanjuti informasi masyarakat tentang aksi pemerasan yang meresahkan warga sekitar. 
Berdasarkan laporan, LP / 21 / I / SU / 2019/ Pel Blwn-Sek Mdn Labuhan.tanggal 16 Januari 2019, kami meringkus pelaku,” ujarnya, Minggu (20/1/2019). 
Menindak lanjuti Laporan dari Masyarakat Telah terjadinya tindak pidana Pemerasan yg dialami oleh korban Hafis di *TAMAN ALOHA MAHARANI* Sesuai no LP : 21/1/2019/Pel-Blwn- Sek-mdn Labuhan. Team Opsnal mendapat informasi akan keberadaan para Pelaku.
Saat anggota sedang bertugas di lapangan, sambung Rosyid, tim Oprasional bersama panitia 7.4 Ipda T Tampubolon dan korban berangkat ke lokasi yakni taman Aloha Maharani. 
“Sesampainya tim dan korban di Taman Aloha Maharani, kami berhasil mengamankan pelaku Dede Rinaldi berikut uang kontan hasil pemerasan para pelaku terhadap korban lainnya. 
Namun pelaku bernama Fery yang diduga juga turut serta melarikan diri,” kata Rosyid. Usai diamankan polisi memboyong pelaku pemerasan ke Mako Polsek Medan Labuhan. 
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan uang tunai hasil dari pemerasan para korban Rp 10 ribu.(dyk/edi)

Samsat Medan Utara Tetap Exsis Memberi Pelayanan Kepada Wajib Pajak Secara Prima

By On Januari 14, 2019

Rakyatbicara.-Setelah berakhirnya pemutihan pajak kenderaan bermotor roda 2,3 dan roda 4 serta roda 6 keatas,pelayanan Sistim  Manunggal Administrasi Satu Atap (Samsat) Medan Utara dan Medan Selatan tetap exsis memberi pelayanan secara prima kepada wajib pajak yang hendak membayar pajak kenderaannya.
Pantauan awak media disekitar kantor Samsat Medan Utara dan Selatan,walaupun sudah berakhir masa pemutihan aktifitas warga yang hendak membayar pajak kenderaannya tetap ramai.Salah seorang warga yang ditemui awak media ini mengatakan,saya cukup puas dengan pelayanan petugas Kepolisian diSamsat Medan Utara.
“Petugas Kepolisian memberi arahan kepada wajib pajak yang memang tidak mengetahui bagai mana prosedur pengurusan seperti,Bea Balik Nama (BBN) yang memang memerlukan tenaga exstra dan rumitnya prosedur tersebut” ucap Hendro.
“Kami juga cukup bingung awalnya,karena dari ceking,ambil formulir l Komputer Induk,Regestrasi,Arsif lalu kepenomoran ke BANK BRI serta ke loket 7 bagian blokir BPKB dan loket 5 bagian penyerahan BPKB dan terakhir mendaftar di Loket 1 bagian pendaftaran seperti itu yang kami lalui katanya”.Namun,semuah itu bisa kami tuntaskan karena bimbingan oknum Polisi di Samsat.
Lain lagi warga masyarakat yang mengurus BPKB duplikat ternyata lebih rumit lagi dan membutuhkan waktu panjang (lama) menurut warga tersebut harus memasang iklan koran,BAP Polisi dar Polrestabres Medan,kalau dari daerah Polres daerah asal BPKB tersebut dikeluarkan.Ini untuk pengurusan diluar kantor Samsat kata wajib pajak yang hendak mengurus BPKB nya yang hilang.
Ketika awak media ini mengkonfirmasi tentang BPKB duplikat kepada Kasi BPKB Kompol M.Ikhwan SH tentang BPKB tersebut,beliau mengatakan,prosedur pengurusan BPKB duplikat sudah sesuai prosudur dari pimpinan.Intinya,kami memberi pelayanan prima/terbaik kepada warga yang BPKB nya hilang.Kita mengusahakan agar waktunya bisa lebih cepat lagi namun,berkas tersebut benar benar sudah lengkap ujarnya. (red) 

Pidato Berapi-api Jokowi: Negara Punah Hingga Tuduhan Antek Asing

By On Januari 13, 2019

Rakyat bicara.-Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di depan para alumni sejumlah universitas. Dengan penuh semangat Jokowi menegaskan bahwa dia tak ingin Indonesia bubar dan punah.

"Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis, jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, nggak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Tidak ada, tidak ada, saya katakan tidak ada," ujar Jokowi dalam acara deklarasi alumni sejumlah universitas di Plaza Tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).Capres nomor urut 01 itu jengkel terhadap narasi-narasi yang justru membangun pesimisme. Jokowi menekankan semua pihak untuk membangun optimisme.

"Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme?" ujar Jokowi.

"Sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!" kata dia.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah topik dengan berapi-api. Dia begitu semangat saat menepis tudingan yang menyebut dia antek asing.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pemerintah saat ini sudah bekerja prorakyat. Buktinya, pemerintah berhasil mengambil alih Blok Mahakam dan merebut 51 % saham PT Freeport Indonesia.

"Presiden Jokowi isu-isunya banyak di bawah. Mungkin di sini tidak ada, tetapi Presiden Jokowi diisukan antek asing, antek asing, antek asing. Saya ingin menyampaikan, yang namanya Blok Mahakam 100 persen dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis," tegas Jokowi.

Jokowi meminta isu-isu miring seperti antek asing harus dijelaskan dan ditangkis. Ia lalu menyinggung soal sulitnya pemerintah merebut saham Freeport.

"Jangan dibolak-balik seperti itu. Dipikir merebut 51 persen saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali,"

Di acara deklarasi dukungan alumni sejumlah universitas ini Menhub Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta penyanyi Adhie MS, turut hadir. Setelah deklarasi, Jokowi mendapatkan jaket kerja dari para alumni universitas.(dn/sn/red)

Res Narkoba Polrestabes Medan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu-Sabu Sebanyak 6 Kg Dan 90 Butir Pil Ekstasi

By On Januari 12, 2019

Rakyat bicara.-Sat Res Narkoba Polrestabes Medan melakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkoba jenis sabu sabu sebanyak 6 Kg dan 90 butir pil ekstasi, Jumat (11/01/2019) sore.
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menjelaskan pemusnahan ini dilakukan untuk menghindari adanya penyalahgunaan barang bukti. “Jadi pemusnahan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan barang bukti narkoba. 
Adapun barang bukti yang dimusnahkan 6 kg sabu dan 90 butir ekstasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Raphael mengatakan, barang bukti narkoba ini didapat dari hasil pengungkapan kasus narkoba periode November hingga Desember 2018. “Barang bukti narkoba ini didapat dari tujuh orang tersangka,” jelasnya.
Raphael melanjutkan ketujuh tersangka itu diamankan dari 3 kasus berbeda yaitu, pada tanggal 19 November 2018 di Jalan Ampera Kecamatan Medan Timur diamankan 2 orang tersangka berinsial YS dan FAZ dengan barang bukti 90 butir ekstasi. 
“Kemudian tanggal 6 Desember 2018 di Jalan Mandala By Pass Kecamatan Medan Denai, kita amanka 2 tersangka ZUL dan MS barang bukti sabu 2 kg,” katanya.
Terakhir, ujarnya, pihaknya mengamankan JT, IAN, dan ANTO di Jalan Tanjung Morawa-Medan, pada Senin 10 Desember 2018 dengan barang bukti 4 Kg sabu. 
“Seluruh tersangka nantinya akan kita limpahkan ke JPU untuk diproses lebih lanjut,” pungkasnya.(red)

2 Orang Kuli Bangunan Berhasil Diringkus Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai

By On Januari 11, 2019

Rakyat bicara.-Dua orang kuli bangnunan yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu diringkus Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai di Jalan Husni Thamrin, Kel. Sijambi, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Rabu, 09 Januari 2019, sekitar pukul 16.30 WIB.
Adapun tersangka a.n HERI SYAHPUTRA (32), Islam, warga Jln. Sriwijaya, Km. 4, Kel. Pantai Johor, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai dan WIRYA HAMDOKO (22) Islam, warga Jln. Perintis, Desa Simpang Empat, Kec. Simpang Empat, Kab. Asahan.
Dari kedua tersangka personil Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai berhasil mengamankan barang bukti 2 (dua) bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis shabu dengan berat kotor 1,77 gram, 1 (satu) buah plastik asoy warna hitam, 1 (satu) lembar lakban warna kuning, 1 ( satu) lembar kertas TTS dan 1 (satu) unit handpone warna hitam merk strawberry.
Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat yang layak dipercaya yang mengatakan bahwa di Jln. Husni Thamrin, Kel. Sijambi, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, ada 2 (dua) orang laki-laki yang memiliki narkotika jenis shabu.
Atas informasi tersebut Team Opsnal Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan. Setelah hasil lidik A1 maka dilakukan penangkapan terhadap TSK.
Pada saat akan diamankan kedua TSK sedang berdiri di pinggir jalan, melihat kedatangan petugas kedua TSK mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh personil Sat Res Narkoba dan salah seorang TSK a.n HERI membuang 2 (dua) bungkus plastik klip transparan berisi diduga narkotika jenis shabu ke rumput-rumput dengan tangan kirinya.
Kemudian personil Sat Res Narkoba melakukan interogasi terhadap kedua TSK dan kedua TSK mengakui bahwa narkotika jenis shabu tersebut adalah milik mereka berdua yang diperoleh dari seorang laki-laki berinisial IN yang beralamat disekitar Kec. Teluk Dalam, Kab. Asahan.(jojo/edi)

Mengenal istana presiden: Istana Negara, istana perjamuan

By On Januari 09, 2019

Rakyat bicara.-Bangunan bergaya arsitek asal Venesia, Andrea Palladio, tampak menonjol menghadap Jalan Rijswijk yang sekarang disebut Jalan Veteran, Jakarta Pusat. 

Itulah Istana Negara yang berada dalam satu kompleks dengan "saudara mudanya" Istana Merdeka dan Bina Graha dalam kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Desain bangunan tersebut dilengkapi dengan 14 pilar bundar berwana putih mengga, tiga pintu masuk besar ditambah dua jendela raksasa anti-peluru di serambi depan. 

Serambi dicapai dari dua anak tangga di sisi kanan dan kiri, serta bagian depannya ditutup dengan pagar balustrada. Bentuk bangunan yang akan mengingatkan orang Belanda kepada kanal-kanal di Amsterdam awalnya memang diperuntukkan untuk hotel dan sekretariat umum. 

Sebelumnya gedung itu merupakan kediaman pribadi seorang warga negara Belanda yang bernama J.A. van Braam yang dibangun 1796. 

Pada 1816 bangunan itu diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jenderal Belanda sehingga istana tersebut dijuluki "Hotel Gubernur Jenderal".

Pada awalnya, bangunan Istana Negara merupakan bangunan bertingkat dua. Namun pada 1848, tingkat atasnya diruntuhkan dan bagian depannya dibuat lebih lebar untuk menampilkan wajah yang lebih resmi sesuai dengan martabat pembesar yang menghuninya. Di kiri-kanan gedung utama dibangun tempat penginapan untuk para kusir dan ajudan Gubernur Jenderal.

Di samping untuk penginapan Gubernur Jenderal, gedung itu juga berfungsi sebagai kantor sekretariat umum pemerintahan. Dalam perjalanan waktu, gedung itu kemudian tidak mampu menampung semua kegiatan yang semakin meningkat sehingga pada 1869, Gubernur Jenderal Pieter Mijer mengajukan permohonan untuk membangun "hotel" baru di belakang yang pada saat ini dikenal dengan nama "Istana Merdeka". Sementara bangunan lama yang menghadap ke Jalan Rijswijk akhirnya diperluas.

Istana Negara pada dasarnya terdiri dari dua balairung besar, yaitu ruang upacara dan ruang jamuan. Ruang upacara adalah tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi kenegaraan. Di masa Hindia Belanda, ruang upacara dipakai sebagai "ballroom" untuk pesta-pesta yang disemarakkan dengan acara dansa.

Pada masa Presiden Soeharto, saat peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus, Istana Negara juga dipakai untuk acara jamuan makan Presiden dan para veteran maupun bila kedatangan tamu negara. Istana Negara dipakai untuk jamuan makan malam kenegaraan dan tempat acara malam kesenian dengan menampilkan pertunjukan kesenian tradisional Indonesia.

Tidak heran saat Presiden Soeharto memerintah, ruang upacara tersedia dua perangkat gamelan: Jawa dan Bali, masing-masing ditempatkan di timur dan di barat dari podium yang berada di sisi selatan Ruang Upacara.

Jika upacara mengharuskan diperdengarkannya lagu kebangsaan dengan korps musik dari Pasukan Pengaman Presiden maka ditempatkan di serambi belakang yang hanya dipisahkan oleh dinding belakang podium Ruang Upacara. Tapi saat masa Presiden Joko Widodo, gamelan itu belum pernah dimainkan lagi.

Menurut Kepala Biro Pengelolaan Istana MF. Darmastuti, gamelannya disimpan di Istana Yogyakarta bersama dengan satu set wayangnya. 

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk menampilkan istana sebagai "The Ultimate Show Case of Indonesia" karena Indonesia tidak hanya Jawa atau Bali, jadi pengelola Istana mencoba memadu-padankan semua ornamen-ornamen dari seluruh Indonesia dalam ruangan Istana.

Ruang upacara yang saat ini sering menjadi tempat upacara pelantikan para pejabat dalam negeri tersebut dapat menampung sekitar 350 orang hadirin duduk, terbaru adalah pelantikan Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada 10 Oktober 2017. Ada peta Indonesia dari beludru warna hitam --tadinya warna hijau-- yang juga menghiasi upacara. 

Penandatangan persetujuan Linggarjati pada 25 Maret 1947 pukul 17.30 dilakukan ruang seluas 1.300 meter per segi tersebut.

Jauh sebelumnya, pemerintah kolonial Belanda juga mengambil keputusan penting melalui sidang-sidang Gubernur Jenderal Baron Van Der Capellen mendengar Jenderal De Kock mengurai rencana penindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dengan memutuskan pemberlakuan tanam paksa (culturslesel). 

Sesungguhnya ruangan itu juga pernah difungsikan sebagai tempat menonton film. Film diputar dari ruang operator di lantai dua tapi tangga menuju lantai 2 hanya bisa dicapai dengan tangga dari luar istana. Proyektornya pun masih ada, tapi belum tentu layak pakai saat ini.

Tanpa sekat dengan ruang upacara, ada ruang jamuan yang dipakai untuk jamuan kenegaraan atau sebagai ruang tempat para tamu beramah-tamah setelah upacara selesai. Ruangan ini dapat menampung 150 orang. Ruang ini kemudian "dibagi dua".

Penyekatnya adalah penyekat ukiran Jepara sepanjang delapan meter dengan gambar wayang mengisahkan "Sumantri Ngenger" dari epos Arjuno Sosro Bahu menceritakan tentang perjuangan rakyat jelata yang kemudian menjadi pahlawan yang sudah ada sejak zaman Presiden Soeharto. 

Bagian pertama tetap menjadi ruang jamuan, sedangkan bagian kedua dipakai untuk menaruh meja panjang berukuran sekitar 8 meter yang bisa menjadi meja makan tapi juga bisa berfungsi sebagai meja kerja.

Makanan yang disajikan adalah makanan Nusantara yang dinilai menyuguhkan cita rasa Indonesia. Istana tidak punya koki khusus untuk menyiapkan makanan, tapi bekerja sama dengan pihak luar.

Meja oval panjang itu sesuai dengan selera Presiden Joko Widodo yang memang menyukai "furniture" dari bahan kayu jati. Ada juga dua cermin besar yang diletakkan di sisi kiri dan kanan ruangan sehingga total ada empat cermin. 

Menurut Kepala Subbagian Utilisasi Bangunan Yusuf Setyo Purwono, cermin tersebut adalah cermin peninggalan era kolonial yang ukurannya sekitar 80 x 200 cm, memang besar sejak awal. 

Bingkai cermin tidak diganti hanya bila kacanya sudah tampak suram pun diganti pengelola. Tidak hanya di Istana Negara, Istana Merdeka pun punya cermin sejenis, salah satunya cermin yang retak dan berlubang pada ujung kiri bagian bawah karena peluru dan pesawat terbang MIG 17 yang diterbangkan oleh Letnan Daniel Maukar saat percobaan pembunuhan atas Presiden Sokearno pada 1960.

"Oh kalau kaca yang retak itu sudah kita ganti zaman Reformasi, pada masa Pak Harto memang kacanya masih bolong," kata Yusuf.

Tidak ketinggalan dua dapur mengapit ruang jamuan, satu dapur untuk makanan panas dan satu dapur untuk makanan dingin.

Dari ruang jamuan yang separuhnya bisa menjadi ruang kerja itu ada koridor yang menghubungkan ke serambi depan. Di kedua sisi koridor itu terdapat beberapa ruang khusus. Di sisi barat terdapat kamar untuk Wakil Presiden dan ruang tunggu tamu Presiden. 

Ruang tamu Presiden ini dulunya merupakan Ruang Pusaka untuk menyimpan berbagai benda pusaka. Di ruang ini Presiden menemui tamu-tamunya. Ruang kerja Presiden berada di sisi timur koridor ini, diapit dengan sebuah meja kerja besar, sebuah kursi kerja untuk Presiden, dua kursi hadap, dan sebuah lemari panjang untuk menyimpan berbagai benda seni. Presiden Megawati Soekarnoputri saat menjabat pada 2001-2004 menggunakan ruang tersebut. 

Ruang kerja itu memang baru digunakan saat masa Presiden SBY, sementara Presiden Soeharto, BJ Habibie dan Gus Dur menggunakan Bina Graha sebagai tempat kerja. 

Di belakang ruang kerja terdapat ruang istirahat bagi Presiden yang dilengkapi tempat tidur antik dari Magelang dan toilet. Total ada tiga kamar tidur di Istana Negara yang saat ini difungsikan bila Presiden dan Wakil Presiden ingin beristirahat di Istana di sela-sela padatnya kegiatan.

Serambi depan Istana Negara terbuka, menghadap ke Jalan Veteran dan dapat dicapai dengan anak-anak tangga di kedua sisinya. Ruang depan ini dulu dipergunakan sebagai tempat untuk tukar-menukar cenderamata antara dua kepala negara sebelum memasuki Ruang Jamuan. 

Namun saat ini Presiden Joko Widodo lebih sering menerima kunjungan tamu negara di Istana Merdeka atau bahkan di Istana Bogor. 

Di ruang depan itu juga terdapat tiga lampu kandelabra besar dan sepasang cermin antik yang tingginya hampir mencapai tiga meter. Total ada 22 lampu kandelabra di Istana Negara.

Ruang depan itu pada peringatan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada 25 Juni 2017 lalu digunakan Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla untuk mengadakan open house, menerima pejabat pemerintah, duta besar hingga masyarakat umum untuk bersilaturahmi merayakan Lebaran.

Terkait dengan pilihan gorden yang menjadi unsur yang menambah keindahan Istana, menurut Darmastuti, disesuaikan dengan selera Presiden yang memerintah karena setiap Presiden punya gaya yang berbeda.

Contohnya saat ini, gorden Istana Negara dan Istana Merdeka (juga karpetnya) berwarna merah sementara pada masa Presiden Soeharto gorden berwarna hijau. Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri gorden Istana Negara berganti menjadi warna biru sedangkan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun berubah menjadi merah.

Untuk lukisan-lukisan yang terpajang di Istana Negara juga kebanyakan merupakan peninggalan dari Presiden Soekarno, meski ada sedikit perubahan letak, lagi-lagi menyesuaikan dengan keinginan masing-masing Presiden.

"Kami dapat informasi kalau Presiden Joko Widodo menyukai karya para pelukis maestro dengan tema kegiatan sosial masyarakat, sementara Pak SBY suka dengan lukisan bernuansa alam," kata Darmastuti.

Lukisan yang menonjol di Istana Negara sesungguhnya adalah enam lukisan besar di Ruang Upacara yang menempel di masing-masing pilar. Lukisan-lukisan itu adalah lukisan karya pelukis yang juga staf Sekretariat Negara Warso Susilo yang diminta Presiden SBY untuk membuat lukisan potret para Presiden RI dalam ukuran yang besar. 

Mulai dari Bung Karno hingga SBY sendiri yang ditempatkan enam pilar yang mengelilingi Ruang Upacara. Dalam buku 17/71: Goresan Juang Kemerdekaan, Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang ditulis Mikke Susanto dan Agus Dermawan T (2016), disebutkan lukisan-lukisan potret para Presiden itu ditempatkan di Istana Negara dan Istana Bogor.

Sedangkan perabot yang ada di Istana Negara pun masih ada yang merupakan peninggalan zaman Presiden Soekarno, yaitu barang-barang seperti sideboard (buffet) dan guci berciri kaki kijang serta ukiran Jepara dari masa Presiden Soeharto.

"Kalau Presiden Jokowi suka kayu jati berkualitas, beliau menganggap bahwa bila meja menggunakan kayu akan lebih kelihatan indah dari pada bila ditutup kain," ungkap Darmastuti.

Untuk perawatan Istana, secara rutin pengelola membersihkan lampu kristal, mengecat, membersihkan debu, membongkar plafon, hingga perbaikan drainase, seperti yang dikerjakan di lingkungan Istana Presiden di Jakarta saat ini. 

Meski tidak ada Presiden yang tinggal di Istana Negara maupun Merdeka saat ini, tapi tetap ada orang-orang yang piket dan berkeliling untuk menjaga kebersihan sekaligus keamanan Istana selama 24 jam setiap harinya.

Selain itu penambahan Closed-circuit television (CCTV) di sejumlah titik Istana Negara meski tetap harus diperhatikan sisi estetikanya. 

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa Presiden Jokowi sesungguhnya membolehkan komunitas maupun masyarakat yang datang ke Istana untuk mengambil foto Istana, namun memang Istana Merdeka dan Istana Negara belum dibuka untuk umum, seperti Gedung Putih atau Istana Kremlin, Rusia.

"Umumnya semua masyarakat ingin foto di sini, tapi memang harus ada izin karena yang namanya juga minta boleh diizinkan boleh tidak, memang berbeda dengan Gedung Putih atau Istana Kremlin, hanya masyarakat bisa berfoto di Istana Bogor atau Istana lain seperti Cipanas, Yogyakarta atau Tampaksiring karena Istana Negara dan Merdeka dipakai terus selama hari kerja, dan bahkan tidak hanya hari kerja tapi Sabtu Minggu juga ada kegiatan di sini," kata Heru.(red) 

Didukung Polda Sumut, Gabungan Pemko Medan Kembali Bongkar Papan Reklame Bermasalah

By On Januari 07, 2019

Rakyatbicara.-Gabungan Pemko Medan kembali melanjutkan  pembongkaran papan reklame bermasalah di sejumlah titik di Kota Medan, Sabtu (5/1/2019) malam. Kali ini papan reklame bermasalah yang dibongkar berjenis baliho sebanyak 4 unit berlokasi di wilayah Kecamatan Medan Kota. Penertiban dilakukan karena keempat baliho tersebut  terbukti didirikan tanpa izin.
Proses pembongkaran berjalan dengan lancar, tanpa kesulitan sedikit pun tim gabungan langsung mengeksekusi keempat baliho bermasalah yang didirikan di Jalan Juanda, Kelurahan Masjid, Kelurahan Komat 3, Kelurahan Pasar Merah serta persimpangan Jalan HM Joni, Kelurahan Teladan Barat.
Sebelum ditumbangkan, tim gabungan lebih dahulu mematikan aliran listrik yang masih mengaliri keempat balliho tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan  pelepasan materi iklan yang ditempelkan di baliho tersebut. Setelah itu tim gabungan dengan cetakan dan saling bahu membahu berhasil membongkar konstruksi papan reklame hingga rata dengan tanah.
Usai pembongkaran, Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan menegaskan, pembongkaran papan reklame bermasalah akan terus dilakukan. Selain tidak memiliki izin dan merugikan Pemko Medan dari sektor retribusi izin, kehadiran papan reklame bermasalah sangat mengganggu estetika kota.
“Kita tidak ada pandang bulu maupun pilih kasih dalam menertibakn paqpan reklame bermasalah. Begitu ditemukan bermasalah dan tidak memiliki izin serta pemiliknya tak kunjung membongkar sendiri, maka tim gabunganlah  yang akan datang membongkarnya. Jadi tidak ada lagi tempat uintuk berdirinya papan reklame bermasalah,” kata Sofyan.
Untuk itulah bagi pengusaha advertising yang ingin mendirikan papan reklame, Sofyan mengingatkan agar lebih dulu mengurus izin dan mendirikan di lokasi yang telah ditetapkan dalam peraturan. “Jangan coba-coba mendirikan papan reklame tanpa izin dan tidak sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan, langsung kita habisi!” tegasnya.
Dalam kesempatan itu mantan Camat Medan Area  ini tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada pengusaha advertising yang telah membongkar sendiri papan reklame bermasalah. Sofyan berharap langkah itu akan diikuti pengusaha advertising lainnya sehingga mendukung percepatan pembersihan papan reklame di Kota Medan.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh personel tim gabungan dan dukungan penuh aparat  kepolisian dan TNI selama ini, terutama Polda Sumut, jumlah papan reklame bermasalah kini mulai jauh berkurang. 
Ditambah lagi jika seluruh pengusaha advertising dengan penuh kesadaran mau membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya, tentunya kota yang kita cintai ini semakin cepat bersih dari papan reklame bermasalah,” ungkapnya.(rs/red)

Jelang Pesta Demokrasi, Poldasu Fokus Antisipasi Meningkatnya Berita Bohong

By On Januari 06, 2019

Rakyatbicara.-Menjelang pesta demokrasi mendatang, Polda Sumut fokus mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoax).
“Pesta demokrasi sudah semakin dekat, jadi Polda Sumut mengatensi terhadap kemungkinan akan meningkatkannya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di masyarakat, khususnya di Sumut,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (5/1/2019).
Ia mengatakan, Polda Sumut akan meningkatkan fungsi dan peran unit cyber  crime dalam melakukan segala langkah langkah antisipasinya.
Menurut Kabid Humas, sampai saat ini penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian tersebut kerap dilakukan oleh orang orang yang tidak terorganisir dari kasus yang ditangani oleh Poldasu.
Umumnya, sambungnya, perbuatan melanggar hukum tersebut disebar oleh perorangan baik karena alasan sentimen pribadi, maupun hanya sebatas ikut menyebar.
“Karena kejahatan ini tidak terorganisir, sebab ketika pelakunya ditangkap, rata rata mengaku tidak tahu. begitu juga untuk pembuat (berita hoax) kasusnya belum ada ditemukan di Polda Sumut,” jelasnya.
Kendati demikian, Mantan Wakapolrestabes Medan ini menegaskan, jika berita hoax atau pun ujaran kebencian jangan sampai menjamur diwilayah Sumut.
Karena terang dia, penyebarannya akan sangat memengaruhi segala sendi kehidupan masyarakat, sehingga membuat resah, takut, dan tidak nyaman.
Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat, apabila menemukan berita atau informasi yang belum dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, supaya tidak dengan mudah disebar baik melalui whatsapp, twitter, ataupun facebook.
Karena itu, tegas dia, hal itu tentu memiliki sanksi hukum yang harus ditaati.
“Makanya kita selalu imbau, kalau belum tentu kebenarannya, jangan di sebar atau malah menambah nambahi lebih baik kroscek terlebih dahulu, atau sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu dengan aparat penegak hukum,” pungkasnya.(jrs/adr/red)

Kapolda Sumut dan Kapolres Belawan Silaturahmi dengan Komunitas Nelayan Tradisional dan Jamaah Mesjid di Medan Labuhan

By On Januari 05, 2019

Rakyatbicara.-Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH beserta PJU Polda Sumut Silaturahmi dengan jemaah Sholat Jumat serta komunitas Nelayan Tradisional di Mesjid Djaa’far Warahmah
Jalan Young Panah Hijau Lk VIII Kel Labuhan Deli Kec Medan Marelan,Jum’at (4/1/2019).
Silaturahmi dengan jemaah Sholat Jumat serta komunitas Nelayan Tradisional tersebut dimulai pukul 12.40 dalam rangka untuk mendukung Pileg dan pilpres 2019 Damai dan kondusif.
Turut hadir Kapolda Sumut  Irjen Pol Drs. AGUS ANDRIANTO, SH, MH, Wakapolda Sumut Brigjen pol MARDIAZ KUSEN, Sik, SH, MH, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol EKO, Sik, SH, Dir Pam Ovit  Polda Sumut Kombes Pol HERI SUBIANSORI, SH SIK, M.Hum, Dir Krimsus Polda Kombes pol RONNY SAMTAMA, Sik SH MH, Dansat Brimobda Poldasu Kombes DJAJULI, SIK. SH, Kabid Humas Polda Sumut Kombes pol TANTAN DIRSAN, Sik, SH, MH, Dir Polairud Poldasu Kombes pol YOSI Sik, SH, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP IKHWAN LUBIS SH MH, Waka Polres Pelabuhan Belawan KOMPOL TARIYONO RAHARJA SIK SH MH, Kabag Ops KOMPOL ERINAL, Kabag Sumda KOMPOL SRI PINEM SH MKN, Kapolsek Medan Labuhan KOMPOL ROSYID HARTANTO SH SIK MH, Kapolsek Medan Belawan KOMPOL SAFARUDDIN TAMA, Kapolsek Hamparan perak KOMPOL AZWAR SH, Kasat Reskrim AKP JERICO SIK SH, Kasat Sabhara AKP ERLIANTO GINTING Ssos, Kasat lantas AKP M SITORUS, Kasat binmas AKP JUSTAR PURBA SH. Kasat Intelkam IPTU SUTARJO BI MANULLANG, Camat Medan Marelan KHAIRUNNISA, Danramil 10 Medan Marelan KAPTEN INF PINTA PURBA, Seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Medan Labuhan, Seluruh Babinsa Koramil 10 Medan Marelan, Seluruh Kepling Kec. Medan Labuhan.
Ratusan jemaah sholat Jumat dan masyarkat yang diperkirakan lebih kurang 800 (delapan ratus) orang.
Dalam kegiatan tersebut sekira pukul 12.50 wib rombongan Kapoldasu beserta PJU Poldasu melaksanakan sholat Jumat berjamaah sebagai Khatib dan Imam sholat Jumat  H.M. YUSUF, dengan tema Khutbah “HENDAKNYA UMAT MUSLIM MENCONTOH SIFAT  NABI MUHAMMAD SAW  UNTUK MENCAPAI KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT”
Sekira pukul 13.19 Wib dilanjutkan acara ramah tamah Kapoldasu dengan Jemaah sholat Jumat dan warga masyarakat di halaman depan pelataran mesjid Djaa’far Warahmah, dengan urutan kegiatan :
Pembukaan oleh protokol ALWI.
Doa oleh Imam mesjid H.M YUSUF.
Pemberian tepak kepada Kapolda Sumut dari perwakilan  Nelayan Tradisional Kel Labuhan Deli ANDIKA sekaligus mengangkat Kapoldasu sebagai warga kehormatan Nelayan Tradisional.
Setelah itu dilanjutkan dengan makan siang bersama Kapoldasu dengan seluruh jemaah Sholat Jumat dan warga Nelayan Tradisional Kel Labuhan Deli.
Pengurus BKM mesjid Djaa’far Warahmah dan Ketua Nelayan Tradisional Kel Labuhan Deli ANDIKA dalam sambutannya mengucapkan
Selamat datang Bapak Kapoldasu beserta rombongan ke Wilayah Kel Labuhan Deli hanya Bapak Kapoldasu saat ini pejabat yang mau datang langsung ke Labuhan Deli.
Nelayan Tradisional Kel Labuhan Deli telah membentuk kelompok Nelayan Kamtibmas atas prakarsa Bapak Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP IKHWAN LUBIS SH MH selanjutnya juga telah membentuk rumah singgah Polres Pelabuhan Belawan dengan kegiatan Jum’at berkah serta sholat subuh berjamaah di mesjid Djaa’far Warahmah.
Dalam kesempatan tersebut Nelayan Tradisional Bermohon kepada Bapak Kapoldasu agar memfasilitasi warga masyarakat dan Nelayan untuk kemudahan mendapatkan BBM.
Warga masyarakat beserta Nelayan berkomitmen menghimbau kepada keluarganya untuk mendukung pemilu yang kondusif.
“Terima kasih kepada Bapak Kapoldasu yang bersedia membantu pembangunan mesjid Djaa’far Warahmah” Ucap Pengurus BKM mesjid Djaa’far Warahmah.
Kapolda Sumut Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH Dalam Arahan dan Bimbingannya, mengucap terima kasih kepada jemaah sholat Jumat yang hadir di Mesjid Djaa’far Warahmah.
Lebih lanjut dikatakannya ucapan rasa syukur kepada Allah SWT karena berkat rahmat-Nya dapat hadir di mesjid Djaa’far Warahmah berjumpa dengan warga masyarakat.
Beliau memohon doa restu kepada para Nelayan, karena dikarenakan diangkat sebagai warga kehormatan Nelayan.
Dijelaskannya untuk alat tangkap modern yang merugikan kelompok Nelayan Tradisional akan ditertibkan.
Kapoldasu juga berterima kasih kepada Kapolres Pelabuhan Belawan bahwa di wilayah Belawan tidak ada tawuran antar warga masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Kapoldasu
berjanji akan membantu warga Nelayan untuk mempermudah Nelayan mendapatkan BMM di PT. Pertamina dengan berkordinasi kepada GM PT Pertamina.
Kapoldasu juga memohon dukungan kepada warga masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan Nasional dan tidak terpengaruh berita bohong dan Agama tidak dibuat untuk Politik.
Diakhir sambutannya Kapoldasu memohon maaf kepada Warga masyarakat apabila ada penyampaian yang tidak berkenan.
Selanjutnya Kegiatan dirangkai dengan
Pemberian paket sembako secara simbolis dari Kapoldasu kepada warga masyarakat selanjutnya paket sembako akan dibagikan kepada warga masyarakat lebih kurang 600 (enam ratus) paket.(rs

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *