HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Kapolri diminta pecat Kapolres Bima jika benar instruksikan dukung Jokowi

By On Maret 31, 2019

Rakyatbicara.-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diminta untuk mengusut tuntas dugaan keberpihakan Kapolres Bima AKBP Erwin Ardiansyah, kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Jika dugaan tersebut terbukti, Kapolri diharapkan tak ragu untuk memberlakukan sanksi tegas. 
"Jika benar, Kapolri harus mencopotnya karena yang bersangkutan sudah melanggar TR (telegram rahasia) Kapolri tentang netralitas Polri," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane saat dihubungi jurnalis Alinea.id di Jakarta, Jumat (29/3). 
Pernyataan Neta ini merespons beredarnya tangkapan layar dari grup WhatsApp "Pilpres 2019", yang diduga berisi sejumlah anggota Polri yang berupaya memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01. Nama AKBP Erwin Ardiansyah, tampak dalam tangkapan layar tersebut. 
Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, Erwin memerintahkan para kapolsek untuk berupaya memenangkan Jokowi-Ma'ruf, dengan target kemenangan minimal 60%. Kapolsek yang gagal memenangkan pasangan petahana, akan mendapat evaluasi dari kapolda. 
Ia juga memerintahkan para kapolsek untuk membuat baliho 01 di tiap desa atau kelurahan.  
"Apa yang dilakukan Kapolres Bima itu harus diusut Mabes Polri secara tuntas. Apakah kapolres benar-benar yang melakukannya atau tidak," kata Neta.
Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir, menilai keberpihakan Polri di Pilpres 2019 sebagai sesuatu yang mungkin terjadi. Terlebih Polri telah melakukan pemetaan dukungan masyarakat, pada kedua pasang kandidat peserta Pilpres 2019. 
Tangkapan layar yang tersebar di media sosial tersebut, membuat netralitas Polri di Pilpres 2019 semakin diragukan. Bagi Mudzakir, Kapolri menanggung beban tanggung jawab atas kondisi ini. 
“Kalau saya jadi presiden, kapolrinya sudah saya copot karena tidak bertindak tegas atas netralitas anggotanya. Kalau begitu, kapolri seperti membiarkan anggotanya berpihak, yang itu tidak diperbolehkan,” kata Mudzakir saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Berbeda, pengamat kepolisian, pertahanan, dan keamanan dari Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi, meminta masyarakat agar tidak buru-buru mempercayai kabar tersebut. Sebab dalam banyak kasus, isu semacam itu justru diembus oleh tim pemenangan salah satu kandidat.
"Jadi kemudian jika tiba-tiba ada isu yang muncul bahwa Polri atau TNI di framingantiIslam, atau di framing anti-yang lain-lain, saya kira harus dicerna dengan baik," ucapnya.
Muradi justru menilai Polri masih berada dalam koridor yang normatif dalam Pilpres 2019 ini. 
"Saya sampai hari ini meyakini betul bahwa kapasitas Polri dan TNI itu menjaga marwah organisasinya," ucapnya.
Karena itu, dia meminta masyarakat agar tidak terlalu cepat berasumsi negatif terhadap lembaga yang dipimpin Tito Karnavian itu.
"Karena nanti kasihan teman-teman Polri atau TNI sendiri. Buat saya, baiknya kalau ada isu yang dimunculkan seperti itu ya tinggal dibuktikan saja," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah grup WhatsApp yang diduga berisi sejumlah anggota Polri tengah menjadi sorotan. Dalam tangkapan layar yang beredar, terdapat percakapan yang berupaya memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. 
Grup bernama "Pilpres 2019" itu berisi 43 anggota yang diduga menjabat sebagai kapolres, kapolsek, hingga anggotanya di daerah Bima. Percakapan grup itu dibocorkan oleh salah satu anggota yang telah dikeluarkan dari grup tersebut.
Percakapan dalam grup tersebut, diposting oleh sebuah akun Twitter @marierteman, Jumat (29/3). Mabes Polri belum membantah maupun mengonfirmasi kebenaran hal tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan atas informasi tersebut.
“Kita akan cek kebenaran isu tersebut. Bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat sesuai dengan fakta hukum, pasti akan ada tidakan tegas oleh Propam Polda dan akan diawasi oleh Divisi Propam Polri sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” kata Dedi.(alid/rb/re)

Penjelasan Kapolri soal Terduga Teroris Sibolga dan Bom Bunuh Diri

By On Maret 29, 2019

Rakyatbicara.-Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Solimah, istri terduga terorisSibolga, Sumut, Husain alias Abu Hamzah diduga berniat bunuh diri.

"Suaminya menyampaikan istrinya itu ingin bunuh diri terus, dalam istilahnyaistimata. The fastest way to the heaven. Cara paling cepat masuk surga," kata Tito Karnavian saat menghadiri Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia IX (Konaspi IX) di auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (14/3/2019).

Polisi, sambung Tito, memastikan ada delapan bom di rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum,Sibolga. "Kita menemukan yang meledak dua, yang tidak meledak lima. Jadi total yang meledak dengan ledakan pertama ada tiga. Ada delapan totalnya," terang Tito.

Penangkapan terduga teroris Sibolga, dijelaskan Tito, merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

"Ditangkap di Lampung pelakunya. Ngasihtahu temannya di Sibolga punya bom. Berangkat tim ke sana, dengan (cara) biasa, silent

Nggak mau grabak-grubuk. Targetnya suami ditangkap baik-baik. Anggota masuk ke dalam rumah, nggak sadar ternyata sekeliling rumah sudah dipasang jebakan. Begitu kawat ditendang, meledak. Anggota kita terluka," katanya.

"Jadi bom yang dibuat switching itu dari istrinya," imbuhnya.

Polisi berupaya melakukan negosiasi dengan istri Abu Hamzah berjam-jam. Namun istri terduga teroris Sibolga itu meledakkan bom dan tewas bersama anaknya.

Dari penyelidikan, diketahui Abu Hamzah belajar merakit bom secara online. 

"Belajarnya secara online. Ini teknologi luar biasa. Mereka namanya sekarang istilahnya disebut lone wolf. Ini tidak memiliki jaringan yang luas, tapi bergerak sendiri. Membaca, ikut grup radikal, kemudian pemahamannya mulai diadopsi," kata Tito.(ndc/rb/red)

Kesal CPO Didiskriminasi Uni Eropa, RI Akan Mengadu ke WTO

By On Maret 24, 2019

Rakyatbicara.-Pemerintah masih berupaya keras memprotes tindakan Uni Eropa, yang mengklasifikasikan minyak kelapa sawit sebagai komoditas tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi melalui European Union's Delegation Act.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menilai, tindakan ini merupakan bentuk diskriminatif dari pihak Uni Eropa, terhadap komoditas kelapa sawit, sehingga tak menutup kemungkinan bagi pemerintah untuk membawa masalah ini ke World Trade Organization (WTO).
"Ini jelas, tindakan diskriminatif. Maka, kita juga akan bawa ke WTO untuk mengetahui apakah ini fair atau hanya merupakan bentuk protectionism yang dilindungi dengan tudingan dan tuduhan macam-macam," kata Darmin di kantornya, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 18 Maret 2019.
Oleh karenanya, Darmin memastikan bahwa pemerintah akan mengirimkan lagi delegasi ke UE, guna menemui pihak parlemen mereka dan menjelaskan pemahaman yang tidak diskriminatif tentang komoditas kelapa sawit.
Darmin menilai, langkah UE melalui EU's Delegation Act yang telah dilegitimasi Komisi UE pada 13 Maret 2019 dan akan membawanya ke parlemen UE, merupakan lobi-lobi politis di internal UE, untuk menjustifikasi CPO dan menyingkirkannya dari aspek biofuel di UE. Hal ini, ditengarai berkaitan dengan aspek kepentingan minyak nabati maupun biofuel yang diproduksi oleh UE.

Kapolres Asahan Berbagi Sembako Kepada Warga Sidodadi

By On Maret 21, 2019

Asahan,rakyat bicara.-Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. berbagi sembako kepada ratusan masyarakat Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan.

Selain berbagi sembako, kegiatan Jumat barokah tersebut juga dilakukan Kapolres untuk bersilaturahmi dengan masyarakat.

"Kegiatan Jumat Barokah ini merupakan salah satu program kerja saya untuk berbagi dengan masyarakat.

Ini merupakan salah satu wujud ucapan syukur saya, karena bisa kembali bertugas di Kabupaten Asahan", ujar mantan Kabag Ops Polres Asahan tersebut.

Menjelang Pemilu yang akan dilaksanakan bulan April mendatang, Kapolres mengingatkan agar warga tidak mudah di adu domba oleh pihak-pihak tertentu.

"Saat ini banyak berita bohong atau hoax, serta ujaran kebencian yang disebar kepada masyarakat dengan tujuan ingin mengadu domba.

Untuk itu, kita harus mencari tahu kebenaran informasi tersebut kepada pihak yang berkompeten seperti pemerintah daerah serta TNI dan Polri, sebelum membagikan berita tersebut kepada orang lain", pesan Faisal

Mantan Kapolres Nias Selatan ini juga mengingatkan masyarakat agar menghindari dan menjauhi narkoba. "Mari awasi dan jaga anak-anak kita dalam pergaulan nya.

Jangan sampai terkontaminasi dengan narkoba. Jika mengetahui adanya peredaran narkoba, segera laporkan ke Polsek atau ke Polres Asahan agar segera ditindak lanjuti", himbau Kapolres.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kisaran Barat, Agus Putra, mengatakan kegiatan Jumat Barokah dan silaturahmi dengan warga Kelurahan Sidodadi ini merupakan gagasan bapak Kapolres Asahan, untuk bertemu sekaligus memberikan bantuan kepada anak yatim dan kaum duafa.

"Kami berterima kasih kepada bapak Kapolres yang telah memberikan perhatian kepada warga Sidodadi dan mau datang langsung bersilaturahmi dengan masyarakat.

Kami akan mendukung semua program kerja Kapolres Asahan untuk menjaga keamanan di Kabupaten Asahan khususnya di Kecamatan Kisaran Barat terkhusus di Kelurahan Sidodadi.

Kita berharap pada pemilu nanti semua proses pemilu berjalan dengan baik tanpa ada masalah", kata Agus.

Kegiatan silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Sidodadi tersebut juga dihadiri oleh Waka Polres Asahan, Kabag Ren, Kasat Binmas, Kasat Sabhara, Kasat Lantas, Kapolsek Kisaran Kota, Camat Kisaran Barat, Lurah Sidodadi, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Pemuda.(fs/rb/red)

Ditresnarkoba Polda Sumut  Berhasil Meringkus 17 Orang Tersangka Barang Bukti Shabu Sebanyak 22,69 Kg Dan 20.000 Butir Pil

By On Maret 18, 2019

Rakyatbicara.-Sukses…, kata kata itulah yang pantas buat Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, karena dalam 15 hari mulai dari (26/02/19) sampai dengan (13/03/19) berhasil meringkus 17 orang tersangka yang terlibat kasus peredaran Narkoba.
Satu dari 17 tersangka tersebut, mencoba melarikan diri saat ditangkap, maka petugas mengambil tindakan tegas dan terukur, betis kaki kiri tersangka M terpaksa dihadiahi timah panas.
Dari pelaku yang 17 orang itu, polisi mengamankan barang bukti berupa Shabu sebanyak 22,69 Kg dan 20.000 butir Pil Etizolam, dalam paparan di depan halaman Ditresnarkoba Poldasu (17/03/19), paparan dipimpin Kombes Pol Henry Marpaung mewakili Kapoldasu didampingi Kasubpenmas AKBP MP Nainggolan, bagian Labfor dan PJU lainnya.
Kronologis penangkapan berawal pada hari Selasa (26/02/19) sekira pukul 19.00 Wib melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial F, M Als. P dan I, dari keterangan para tersangka berhasil diringkus MY, EAS alias G dan DH dari 3 lokasi yang berbeda yakni di Sei Semayang, Kota Binjai, Desa Limau Manis, Tanjung Morawa, Deli Serdang, dan di Tanjung Balai dengan barang bukti sabu-sabu total seberat 4,973 Kg yang dikemas dalam bungkusan teh bertuliskan huruf Cina dengan merk Guanyinwang.Selanjutnya penangkapan pada hari Selasa (12/03/19) sekira pukul 00.15 Wib di jalan lintas sumatera Desa Perjuangan Kelurahan Sei Balai Kabupaten Batubara petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Diresnarkoba Polda Sumut memberhentikan 1 (satu) unit mobil xenia warna hitam No. Pol BM 1190-AX dan melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial SIS dan MS, kemudian
sekira pukul 00.30 Wib di lokasi yang sama memberhentikan 1 (satu) unit mobil avanza warna silver No. Pol BK 6426-ACH dan berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial ZRG dan AHP dan barang bukti 18 bungkus (17,687 Kg) plastik teh warna hijau dengan merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu.
Hasil pengembangan SIS, MS, ZRG dan AHP bahwa Shabu tersebut akan di antar kepada seorang laki-laki yang berinisial SK di Medan, dan sekira pukul 06.30 Wib Petugas berhasil menangkap tersangka SK di Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Area Kota Medan.
Penangkapan selanjutnya pada hari Rabu (13/03/19) berhasil menangkap 3 tersangka di 3 lokasi yang berbeda dengan barang bukti sebanyak 70 gram Shabu.
Berdasarkan laporan informasi dari masyarakat pada hari Rabu (13/03/19): sekira pukul 10.00 wib ada 3 (tiga) orang laki-laki membawa Psikotropika dari Malaysia menuju Tanjung Balai menggunakan sampan selanjutnya Petugas Kepolisian Unit 4 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut
sekira pukul 17.30 Wib di perairaan Teluk Nibung Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai memberhentikan 1 (satu) unit sampan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka dengan inisial A Als. J, J dan I dengan barang bukti berupa 4 (empat) bungkus besar kemasan plastik warna silver yang masing-masing kemasan berisi Psikotropika sebanyak 500 papan atau 5.000 butir dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2.000 papan atau 20.000 (dua puluh ribu) butir.
Narkotika Golongan I Jenis Shabu tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 226.900 (dua ratus dua puluh enam ribu sembilan ratus) Orang dengan asumsi 1 gram shabu untuk 10 orang pengguna dan Psikotropika Jenis Etizolam tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) Orang dengan asumsi 1 butir Pil Etizolam untuk 1 orang pengguna
Total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 246.900 (dua ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus) Orang.(pbn/rb/red)

Ma'ruf Amin Minta Penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy Tak Dikaitkan Pilpres

By On Maret 17, 2019

Rakyatbicara.-Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin sudah mendengar kabar yang menyebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Jumat (15/3). Ma'ruf mendengar itu saat tengah berdiskusi dengan Ketua TKN Erick Thohir.
Ma'ruf meminta kejadian ini tak dikaitkan dengan Pilpres. "Saya kira masalah pribadi tidak ada kaitannya dengan Pilpres, jangan sampai ini dikait-kaitkan," ucap Ma'ruf di kediamannya, Jakarta, Jumat (15/3).
Dia menegaskan, yang dilakukan oleh pria yang akrab disapa Rommy itu adalah urusan pribadi. Sehingga, tidak ada hubungannya dengan kontestasi Pilpres saat ini.
"Itu pribadi tidak ada hubungannya sama Pilpres," tegas Ma'ruf.
Dia meminta masyarakat agar bisa membedakan mana yang memang urusan pribadi. Dan mana yang memang berkaitan dengan urusan Pilpres.
"Masyarakat harus bisa membedakan antara personal, kemudian kepentingan-kepentingan Pilpres. jadi jangan Pilpres dikaitkan dengan urusan pribadi," ucapnya.(mmc/rb/red)

Polri: Teroris Abu Hamzah Rekrut 3 Wanita dan Dijadikan Calon Istri Kedua

By On Maret 16, 2019

Rakyatbicara.-Polisi menyatakan, teroris Abu Hamzah merekrut seorang perempuan berinisial R sebagai pengikutnya. R yang ditangkap di Tanjung Balai, Sumut, adalah calon istri kedua Abu Hamzah.

"Di AH sudah ada tiga wanita, yang satu istrinya yang meledakkan diri, yang kedua satu R yang direkrut sebagai istri keduanya dan yang terakhir Y, ditangkap di Klaten," kata Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

"R ini direkrut oleh AH sebagai calon istri kedua. Pola rekrutannya dia sudah mulai merekrut perempuan," sambung Dedi.

Dedi menuturkan R adalah janda dari seorang terduga teroris berinisial A. A tewas setelah ditembak polisi saat proses penangkapan, jauh hari sebelum peristiwa di Sibolga.

"Oleh karena itu mantan istri A ini ialah mantan istri teroris, direkrut dan akan dinikahi oleh AH," ujar Dedi.

Selain R, perempuan yang direkrut Abu Hamzah adalah Y alias Khodijah. Abu Hamzah dan Y alias Khodijah diketahui tengah merencanakan aksi teror.

"Kemudian penangkapan selanjutnya dilakukan di Klaten, kemarin sore hari atas nama Y atau alias Khodijah. Y sudah melakukan merencanakan juga bersama AH. Kemudian dia itu akan melakukan Amaliyah bersama AH," jelas Dedi.

Terduga teroris perempuan berinisial Y, lanjut Dedi, juga diketahui membuat video berkonten ancaman kepada polisi. "Mereka ini ialah kelompok satu jaringan, dari Lampung, Sibolga, dan Klaten," imbuh Dedi.

Dalam kasus ini, terduga teroris yang ditangkap di Lampung adalah RIN alias Putra Syuhada. Setelah RIN alias Putra Syuhada, polisi menangkap lagi seorang terduga teroris berinisial PK alias Salim Salyo di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Saat ini total ada 7 tersangka teroris yang diamankan," ucap Dedi.(ndc/rb/red)

5 Fakta Habib Bahar bin Smith yang Sampaikan Pesan 'Pedas' untuk Jokowi

By On Maret 14, 2019

Rakyatbicara.-Habib Bahar bin Smith tiba-tiba saja menyampaikan pesan 'pedas' untuk Presiden Jokowi. Siapa Habib Bahar?

Habib Bahar bin Smith lahir di Manado pada 23 Juli 1985. Umurnya saat ini 33 tahun. 

Dia merupakan putra pertama dari tujuh bersaudara pasangan Ali bin Smith dan Isnawati Ali. Berikut ini fakta lainnya tentang Habib Bahar bin Smith.1. Pendakwah 

Bahar adalah seorang pendakwah muda. Ceramahnya 'membakar' semangat jemaah. Dia berceramah di berbagai acara peringatan hari besar Islam.

Pada setiap ceramahnya, dia selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Laskar Pembela Islam dan Front Pembela Islam. Bahar dikenal memiliki kedekatan dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. 

2. Pendiri Majelis Pembela Rasulullah

Habib Bahar bin Smith merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah, yang berkantor di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

3. Pendiri Ponpes

Selain itu, Bahar merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Bogor. Anggotanya berasal dari Ciputat, Pesanggrahan, dan Pondok Aren.

4. Ditahan

Habib resmi ditahan oleh Mapolda Jabar pada Selasa (18/12/2018) atas kasus dugaan penganiayaan anak.

Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, yang memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian penganiayaan yang melibatkan Bahar, pada Sabtu (1/12/2018), kedua korban, Za dan CAJ, dijemput paksa oleh orang-orang suruhan tersangka Bahar dari rumah masing-masing. Keduanya dibawa ke Ponpes Tajul Alawiyah di Bogor. Di lokasi tersebut, korban dipukuli secara bergantian.

5. 'Mengancam' Presiden Jokowi

Habib Bahar bin Smith 'mengancam' Presiden Jokowi. Terdakwa kasus penganiayaan tersebut menebar ancaman dengan nada serius.

"Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar!" ucap Bahar sambil berjalan setelah mendengarkan tanggapan jaksa atas eksepsinya di gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

"Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," kata Bahar menambahkan kalimatnya.

Bahar merasa kasus yang saat ini dialaminya tidak adil, sehingga dia mengucapkan kalimat berupa ancaman tersebut.

Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. 

Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(ndc/rb/red)

TKN Tanggapi Demokrat: Jangan Sedikit-sedikit Salahkan Jokowi!

By On Maret 14, 2019

Rakyatbicara.-Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik justru menyalahkan capres petahana Joko Widodo saat menanggapi sindiran Wantimpres Agum Gumelar kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo Subianto. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pun heran atas sikap PD.

"Sebaiknya janganlah ketidakberdayaan membangun koalisi lalu menyalahkan Jokowi. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan Pak Jokowi. 

Nanti AHY nggak menang di Pilkada DKI dibilang salahnya Jokowi. Lalu AHY tak maju capres dibilang salahnya Jokowi juga?" ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Kamis (14/3/2019). 

"Sebaiknya Rachland berpikir realistis saja sebagai petinggi partai," sambungnya. 

Pria yang akrab disapa Awiek itu pun menyebut pernyataan Rachland soal Jokowi yang memilih Prabowo sebagai capres pesaingnya di Pilpres 2019 adalah mengada-ada. Awiek menegaskan tak ada campur tangan dari Jokowi atas pilihan Prabowo untuk maju sebagai capres.


"Wah, itu pernyataan ngaco. Tak ada desain Jokowi sengaja memilih Prabowo sebagai pesaing di pilpres," tegas Awiek. 

Politikus PPP itu juga menepis tudingan Rachland bahwa parpol koalisi Jokowi memaksakan presidential threshold (PT) 20% dalam Pilpres 2019 dengan memakai ulang hasil Pemilu 2014. Awiek menegaskan ketentuan ketentuan PT itu berlaku sejak 2009. 

"Ketentuan presidensial threshold 20% kursi atau 25% suara berlaku sejak 2009 yang melahirkan 3 paslon. Artinya, kalau parpol-parpol mau membentuk poros baru bisa saja, termasuk Demokrat. Namun pada 2014 demokrat tak mengambil sikap. Baru 2019 mengambil sikap dan itu pun di akhir. Jika tetap abstain, maka 2024 tak bisa lagi ikut ajukan capres," tuturnya. 

"Lalu kenapa hasil Pemilu 2014 dipakai lagi sebagai acuan? Karena tidak ada larangan dari MK dan MK tidak membatalkan threshold. MK hanya memerintahkan pemilu serentak," sambung Awiek.

Sebelumnya, dalam video pernyataannya yang beredar luas, Wantimpres Agum Gumelar menyesalkan sikap SBY yang mendukung Prabowo. Pasalnya, SBY merupakan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo. 


Partai Demokrat kemudian menjawab sindiran Agum terhadap sang ketua umum. Menurut Rachland, SBY sama sekali tak bisa disalahkan dalam kaitannya dengan dukungan kepada Prabowo. Seharusnya yang disalahkan adalah Jokowi.

"Salahkan Pak Jokowi. Berapa banyak yang memilih Pak Prabowo menjadi presiden, baru akan kita ketahui bulan depan, April. Tapi siapa yang memilih Pak Prabowo sebagai satu-satunya calon presiden pesaing Pak Jokowi sudah dari awal kita ketahui, tak lain adalah Pak Jokowi sendiri," kata Rachland.(dtc/rb/red)

19 Negara Larang Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8

By On Maret 13, 2019

Rakyat bicara.-Negara-negara besar Eropa, termasuk Inggris, Jerman dan Prancis, mengikuti jejak negara lain untuk menangguhkan pesawat Boeing 737 MAX 8pada Selasa, setelah kecelakaan maut Ethiopian Airlines pada Ahad kemarin.
Badan Keamanan Penerbangan Eropa juga menghentikan semua operasi penerbangan pesawat ini di Uni Eropa.
Namun, Boeing mengatakan yakin akan keselamatan pesawat 737 MAX, dan banyak negara dan maskapai penerbangan terus mengoperasikan pesawat jet ini.
Dan berikut adalah daftar negara yang melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8, seperti dikutip 13 Maret 2019, pukul 10.00 am.
1. AUSTRALIA
Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia mengatakan telah menghentikan sementara pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX ke atau dari negara itu.
2. AUSTRIA
Austria telah memutuskan untuk merumahkan pesawat Boeing 737 MAX atas alasan keamanan sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata menteri transportasi.
3. BELGIA
Belgia menutup ruang udaranya untuk pesawat Boeing 737 MAX, kata kantor berita negara, Belga, mengutip menteri transportasi Francois Bellot.
4. INGGRIS
Pada Selasa, Inggris juga menangguhkan penerbangan pesawat 737 MAX di atas wilayahnya.
"Dengan ini kami, sebagai tindakan pencegahan, telah mengeluarkan instruksi untuk menghentikan penerbangan penumpang komersial dari operator mana pun yang tiba, berangkat atau melebihi batas wilayah udara Inggris," kata juru bicara otoritas penerbangan Inggris.
5. CINA
Otoritas penerbangan Cina pada Senin mendaratkan 96 MAX 8 termasuk yang dioperasikan oleh Air China, China Eastern Airlines, China Southern Airlines, dan Hainan Airlines.
6. PRANCIS
Otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) pada hari Selasa melarang pesawat Boeing 737 MAX dari wilayah udara Prancis.
7. JERMAN
Menteri Transportasi Jerman, Andreas Scheuer, mengatakan kepada penyiar Jerman n-tv pada hari Selasa bahwa wilayah udara Jerman ditutup untuk pesawat Boeing 737 MAX.
8. INDIA
India akan segera merumahkan pesawat Boeing 737 MAX, kata kementerian penerbangan sipil pada Selasa malam.

Indonesia untuk sementara melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 yang beroperasi di angkasa-nya untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata direktur jenderal penerbangan pada Senin.(tpc/rb/red)

Istri Kapolri Gelar Senam Bersama 450 Ibu-ibu dan Lomba Senam Kreasi 2019

By On Maret 11, 2019

Rakyatbicara.-Tri SuswatiTito Karnavian, istri dari Kapolri Jenderal PolTito Karnavian menggelar Senam bersama dan lomba senam kreasi 2019. 
Hadir sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Indonesia), ia mengatakan acara ini digelar bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK). 
Acara ini digelar di Balai PertemuanPolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (9/3) pagi. 
Tri menyebut ada sekira 450 ibu-ibu yang turut menjadi peserta dalam senam bersama dan lomba senam kreasi 2019. 
"(Ada berapa peserta? - red) Sekitar 50 tim. Rata-rata antara 6 sampai 10 (dalam satu tim). Ada sekitar 450 orang dari seluruh Jabotabek sampai Karawang," ujar Tri, di lokasi, Sabtu (9/3/2019). 
Pantauan Tribunnews.com, Tri mengenakan atasan putih dengan warna kerudung senada.
Outfit-nya dilengkapi oleh rompi perpaduan warna kuning-hitam dengan dominan warna hitam. 
Tri Suswati sendiri turut mengikuti senam bersama seluruh peserta di awal acara. Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba senam kreasi dari seluruh peserta ibu-ibu. 
Para peserta menampilkan senam kreasinya diiringi lantunan lagu 'Meraih Bintang' yang dipopulerkan Via Vallen.(tnc/rb/red)

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat Luar Biasa Dua Pemain Timnas U-22

By On Maret 06, 2019

Rakyat bicara.-Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian, memimpin kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dua pemain tim nasional U-22, Briptu Rizki Sani Fauzi dan Briptu Awan Setho Raharjo, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Sani dan Awan merupakan anggota skuad saat juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja, akhir Februari lalu. Keduanya juga merupakan anggota kepolisian.

Sani adalah anggota Sat Brimobda Polda Metro Jaya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu turut mencetak gol saat timnas menang 2-1 atas Thailand di pertandingan final di Stadion Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019).

Sedangkan Awan merupakan anggota Biro SDM Polda Jawa Tengah. Ia berposisi sebagai penjaga gawang.

Sejumlah petinggi Polri lainnya ikut serta dalam acara tersebut. 

Turut hadir pula Manajer AKBP Sumardji, dan Pelatih Indra Sjafri.Dalam Upacara ini, Tito menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sani dan Awan atas prestasinya yang bukan hanya mengharumkan nama Polri, tetapi juga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah Sepak Bola Internasional.

Atas prestasinya tersebut, Tito memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada mereka berdua dari yang sebelumnya Brigadir Polisi Dua menjadi Brigadir Polisi Satu.

"Saya merasa sangat bangga ada dua anggota Polri yang ada disana, bukan hanya sebagai pemain biasa tetapi juga ada yang mencetak gol. 

Sehingga ini menggerakkan saya selaku pimpinan Polri untuk menyampaikan penghargaan dalam bentuk Kenaikan Pangkat Luar Biasa" kata Tito dikutip dari keterangan tertulis Mabes Polri.(kpc/rb/red)

Satu Lawan Satu saat Debat, Ma'ruf Amin Minta Sandiaga Uno Tak Sungkan

By On Maret 03, 2019

Rakyatbicara.-Cawapres Nomor Urut 1 Maruf Amin menyatakan sudah siap menghadapi Debat ketiga Pilpres 2019, pada 17 Maret mendatang. Dalam debat ketiga itu, Maruf Amin bakal head to headmelawan Cawapres nomor undi 2 Sandiaga Uno.
"Kalau ditanya soal kesiapan, Insya Allah sudah siap. Saya sudah siap," kata Maruf Amin menjawab pertanyaan wartawan seusai berziarah ke makam Syekh Quro, di Komplek Masjid Agung, Karawang, Sabtu (2/3/2019).
Menurut Maruf, seperti diberitakan Antara, debat capres ketiga akan menampilkan tema soal pendidikan, kesehatan, sosial, tenaga kerja, dan budaya.
Sebelumnya, dalam kunjungan ke Kota Ciamis beberapa hari lalu, Kiai Maruf mengatakan bahwa persiapan debat ketiga ini bersamaan dengan dirinya mengunjungi beberapa daerah.
Pada sela-sela waktu kunjungan tersebut, Mustasyar PBNU ini bakal mendalami materi dan persiapan teknis lainnya.
Maruf juga menegaskan posisinya mendampingi calon presiden petahana, dipastikan bakal berbicara perihal keberhasilan pemerintah selama empat tahun belakangan ini.
Pada lain sisi ia menegaskan, dirinya juga telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk menambah manfaat dari program yang sudah dijalankan.
"Menurut saya pemerintah sekarang ini sudah menempatkan landasan baik. Pendidikan dan kesehatan memperoleh perhatian, tenaga kerja, baik pelatihannya maupun perlindungan, juga mencari lapangan kerja," katanya.
Sebelumnya, Kiai Maruf juga sempat berbicara menanggapi pernyataan Sandiaga Uno yang akan bersikap hormat saat berhadapan pada debat nanti.
Menurut dia, hal itu tak perlu dilakukan lantaran dia dan Sandiaga statusnya sejajar ketika berada di atas panggung.
Ia menilai, Sandiaga bersikap biasa saja dan tak perlu sungkan karena usia dirinya jauh lebih tua.
"Yang penting laksanakan dengan santun, sopan. Bukan hanya Pak Sandiaga ke saya, saya juga yang tua ke yang muda harus saling menghormati," ujar Maruf.(sc/rb/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *