HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Presiden Jokowi Pastikan Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan

By On Juli 31, 2019


Rakyat Bicara-Presiden jokowi widodo (Jokowi) mengaku ibu kota Negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke salah satu tempat di Kalimantan. Pengumuman resmi tentang rencana ibu kota pindah ini akan dia sampaikan pada Agustus.
"Ya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustuslah," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (31/7).
Menurut Presiden Jokowi, kajian pemindahan ibu kota itu hingga saat ini belum rampung. Presiden Jokowi kajian harus disampaikan padanya secara menyeluruh.
"Saya kira kalau sudah rampung,sudah tuntas, sebaiknya sudah dipaparkan,untuk kajian mengenai air, mengenai keekonomian, kajian mengenai demografinya, masalah sosial politiknya, pertahanan keamanan,semuanya karena memang harus komplit, "jelas presiden jokowi.
Dia menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam masalah pemindahan ibu kota negara itu. Tetapi pemerintah tetap ingin secapatnya diputuskan.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, bahwa pemindahan ibu kota negara dari Jakarta akan diumumkan oleh presiden.
Menurut Menteri Bambang, lokasi pemindahan ibukota ada di Pulau Kalimantan. Namun ia enggan menyebutkan nama provinsinya.
"Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul)," ujar Menteri Bambang.
Sebagaimana diketahui, pada Mei lalu, Presiden Jokowi telah mengunjungi 2 tempat di Pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi sebagai lokasi tujuan atas rencana ibu kota pindah. 
Kedua lokasi itu adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim), dan Kabupaten Gunung Mas (Kalteng).(mc/rb)

Dua Pelaku Curanmor Tewas Dihakimi Warga Percut Seituan

By On Juli 27, 2019

Rakyat Bicara-Aksi kejahatan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Percut Seituan, Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, Jumat (26/7/2019). Kali ini, dua dari tiga penjahat tewas bukan karena lantaran ditembak polisi tapi dihakimi massa yang sudah tidak dapat menahan amarah karena akhir-akhir ini di wilayahnya marak aksi tindak pidana kejahatan.
Dua pelaku pencuri kenderaan bermotor (curanmor) roda dua tewas di tangan massa setelah kepergok warga hendak mencuri sepeda motor di halaman Masjid Al Ridho, Gang Rukun, Jalan Tuasan, Kelurahan Siderejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (26/7/2019), sekitar pukul 21:00 WIB.
Sementara, seorang pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil kabur meloloskan diri dari amukan warga.
Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku yang tewas dengan kondisi wajah berlumuran darah akibat pukulan warga hingga tewas di jalan belum diketauhi identitasnya. Diprakirakan berusia antara 25 – 35 tahun.
Informasi yang diperoleh di lokasi, sebelum kedua pelaku dihakimi warga Pasar VI Tembung, Kecamatan Percut Seituan, berbonceng tiga mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Tuasan.
Di depan Masjid Al Ridho, kedua pelaku melihat sepeda motor Honda CBR BK 3612 AGW tengah diparkir di halaman Masjid milik seorang jemaah bernama Agung, warga Jalan Tuasan .
Pelaku langsung mengincar motor CBR tersebut, di mana dua pelaku bertugas sebagai pemetik turun dan masuk ke halaman Masjid. Saat hendak membawa sepeda motor, seorang warga melihat aksi keduanya.
“Langsung diteriaki maling, warga berdatangan dan mengepung dan berusaha menangkap kedua pelaku,” kata salah seorang warga di tempat kejadian perkara (TKP).
Melihat warga semakin ramai, kedua pelaku yang terkepung berusaha kabur dengan memanjat atap rumah warga, dan terus berlari dari atap ke atap rumah warga hingga ke Jalan Tangkul 1, Gang Watas, Kelurahan Siderejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung.
Warga yang tidak mau kehilangan buruannya itu terus mengejar dan mengepung, akhirnya kedua pelaku tidak bisa melarikan diri dan menyerahkan diri turun dari atap rumah warga.
Setibanya di bawah, warga yang sudah geram karena wilayahnya sering terjadi pencurian dan begal motor, seperti baru-baru ini dialami seorang nenek bersama dua cucunya dibegal, langsung melayangkan bogeman. Rupanya warga tidak mau ketinggalan hingga semakin banyak warga yang ikut memukul kedua pelaku.
Saat terjadi amuk massa, polisi yang belum datang ke lokasi membuat massa yang sudah bosan dengan kejahatan di wilayahnya itu semakin bringas hingga kedua pelaku tewas bersimbah darah.
Setelah kedua pelaku tewas mengenaskan, petugas tiba di TKP dan mengevakuasi jasad keduanya untuk dibawa ke RS Bhayangkara Medan
Panit Reskrim Polsek Percut Seituan, Ipda Supriadi yang dikonfirmasi dilokasi kejadian membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
“Saat ini, kita masih mencari tahu indentitas kedua pelaku untuk dapat secepatnya kita mengabarkan kepada pihak keluarganya. Sedangkan korban sudah membuat laporan resminya,” ujar Supriadi.(trc/rb)

Gerindra ke Loyalis Amien Rais: Kami Tak Pernah Merengek Minta Gabung Jokowi!

By On Juli 27, 2019

Rakyat Bicara-Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad wibowo mengatakan sungguh terlalu jika ada tokoh partai pro-Prabowo Subianto yang 'merengek' minta bergabung ke koalisi Jokowi. Apa kata Gerindra?

"Kan kita nggak merengek-rengek, kita kan nggak datang di Istana, kita ketemu di tengah-tengah di MRT," kata Waketum Gerindra Ferry Juliantono di Resto D'Consulate, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Ferry menegaskan partainya tak pernah merengek-rengek meminta bergabung ke koalisi Jokowi. Dia mengatakan semua pertemuan yang dilakukan ketumnya, Prabowo Subianto, sepenuhnya demi bangsa dan negara serta persahabatan. 


"Kalau Pak Prabowo ketemu dengan Ibu Megawati karena memang Pak Prabowo menghormati beliau, Bu Mega, sebagai tokoh yang lebih senior, Pak Prabowo selalu menghormati," ujarnya.

Ferry kembali menegaskan pertemuan sang ketum bersama Jokowi dan Megawati hanya membahas ide-ide kebangsaan. Ia mengatakan tak sekali pun Gerindra meminta jatah jabatan ke koalisi Jokowi.

"Kita nggak pernah minta-minta soal jabatan," kata Ferry.

Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan sungguh terlalu jika ada tokoh partai pro-Prabowo yang 'merengek' minta bergabung ke koalisi Jokowi. 


Komentar itu dilontarkan Dradjad untuk menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin sudah cukup.

"Mengikuti kata ikonik dari Rhoma Irama, saya katakan: Terlalu!" ujar anggota Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, saat dihubungi, Sabtu (27/7).

"Sungguh terlalu dan sangat memalukan kalau masih ada tokoh parpol pendukung 02 yang 'merengek-rengek' minta bergabung ke koalisi Pak Jokowi," kata loyalis senior PAN Amien Rais ini.(ndc/rb)

Polisi Tembak Kaki Pencuri Sepeda Motor di Ponsel Angel Tandam Hulu

By On Juli 25, 2019

Rakyat Bicara-Sat Reskrim polres Binjai berhasil menangkapan Seorang Laki-laki atas nama Bambang Irawan (36) Warga perumahan Mencirim Asri, Sunggal.
Pelaku diduga telah melaku Pencurian satu unit sepeda motor pada hari Senin (22/7/2019) kemarin.
Penangkapan ini dilakukan atas laporan korban Erna (45) Warga Dusun III Sukaramai Tandam Hulu II Kecamatan Hamparan, Perak Kabupaten Deli Serdang.Korban mengaku bahwa sepeda motor Honda Vario BK 3661 ADK miliknya, telah hilang pada 11/7/2019 lalu di toko ponsel Angel di Psr V Tandam Hulu 2, Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya pada hari Kamis, (11/7/2019) sekitar pukul 13.30 WIB, Erna mendatangi toko ponsel Angel untuk memperbaikin Hp miliknya yang sedang rusak.

Kemudian setelah berselang 1 jam, saat ia keluar toko korban sudah tidak ada lagi melihat sepeda motor miliknya.

Saat itu korban mencoba mencari disekitar tokoh ponsel tersebut namun tetap tidak ditemukan. Pelaku meninggalkan helm milik korban.

Kasubbag Polres Binjai Siswanto Ginting mengatakan bahwa saat Hendak dilakukan penangkapan tersangka melawan petugas dan mencoba melarikan diri.

Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan oleh pelaku.

"Kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur mengenai kaki sebelah kiri pelaku" kata Siswanto, Selasa (23/7/2019).

"Tersangka telah di bawa ke Rumah sakit Djoelham Binjai dan setelah itu giring ke polres Binjai guna kepentingan penyidikan," tutup Siswanto.(tnc/rb)

Empat Pelaku Curanmor Spesialis Rumahan Ditembak Jatanras Polda Sumut

By On Juli 23, 2019

Rakyat Bicara-Subdit III/Jatanras DitKrimum Polda Sumut membongkar sindikat pencuri kendaraan bermotor (curanmor) spesialis dari teras rumah.
Seorang tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena mencoba melawan petugas saat dilakukan penangkapan.
Seperti yang dikatakan Wadir Krimum Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasubdit III/Jatanras Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak.
Ia mengatakan tiga pelaku masing-masing Riyan Pratama alias Riyan (20) warga Jalan Nusantara, Gang Dame, Kelurahan Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan Deliserdang, Rudy Hartono alias Penyuk (29) warga Sabilina Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang dan Jhosua Adytia Wiranta Sinambela (22) warga Jalan Pelikan XVIII, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan Deliserdang.

"Untuk sementara ada 2 laporan yang kita terima, yaitu nomor LP/510/K/SPKT/Sek Medan Area dan LP/92/VII/2019/Res Ds/Sek Namo Rambe," ujar Donald, Selasa (23/7/2019). 

Ia menyatakan para pelaku saat beraksi selalu mengincar sepeda motor yang ada di teras rumah.

"Mereka (tersangka) ini, spesialis curanmor di teras rumah korban dan beraksi pada malam hari," terangnya.

Donald mengaku, setelah pihaknya mendapat laporan, personil Subdit III/Jatanras Direktorat Polda Sumut kemudian bergerak cepat untuk mengejar para pelaku.

"Kita kumpulkan bukti-bukti dan mintai keterangan saksi-saksi," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan, akunya, jpetugas pun mengetahui identitas pelaku."Awalnya kita tangkap Riyan di Jalan Jermal. Setelah diinterogasi, pelaku mengaku beraksi tidak sendiri melainkan dengan tersangka Jhosua. 

Sedangkan satu orang tersangka atas nama Rudi Hartono diamankan di Polsek Medan Area," ujarnya.

Saat dilakukan pengembangan lagi, seorang tersangka bernama Riyan mencoba kabur.

"Kita coba kasih tembakan peringatan tapi tidak digubris dan anggota terpaksa melumpukan kakinya dengan timah panas," katanya.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, para tersangka sudah delapan kali beraksi.(tnc/rb)

Amien Rais Nilai MA Hebat Putus Jokowi Bersalah soal Karhutla

By On Juli 21, 2019

Rakyat Bicara-Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan Mahkamah Agung (MA) hebat karena telah memutus bersalah Presiden Jokowi dalam perkara perdata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

"Yang hebat sekali Mahkamah Agung, yang biasanya loyo, mengatakan Presiden Jokowi telah melanggar undang-undang," ujar Amien dalam acara di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Sabtu (20/7).

"Saya heran siapa yang membisiki MA, kok ngomongnya kok bener gitu lho," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Lebih lanjut, Amien juga menyinggung soal rencana Jokowi membentuk tim yang terdiri dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Menteri Pertanian untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA itu. Amien pun meminta Jokowi untuk mundur jika kalah di PK.

"Kalau di PK dikalahkan lagi itu artinya apa ya? Harus lho, hanya mundur. Yang kayak begini beyond imagination. Kok tiba-tiba saja," ujarnya.


Sebelumnya, MA menolak kasasi yang diajukan Presiden Jokowi dan kawan-kawan terkait kasus karhutla di Kalimantan Tengah.
MA menguatkan vonis tingkat banding yang menyatakan Jokowi dkk melakukan perbuatan melawan hukum sehingga terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Khusus terhadap presiden, majelis hakim menghukum untuk menerbitkan Peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.(cnn/rb)

Jokowi Lantik 781 Perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka

By On Juli 17, 2019

Sorot Bola Mata-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Inpsektur Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta. Ada 781 calon perwira yang dilantik Jokowi.

Upcara Praspa TNI dan Polri tersebut berlangsung di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). 

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 53 TNI tahun 2019, dan Nomor 54 Polri tahun 2019 Tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akmil dan Akpol Menjadi Perwira TNI dan Perwira Kepolisian RI. 

Sebelum dilantik, Jokowi mengambil sumpah para calon perwira TNI dan Polri tersebut. 

"Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Jokowi yang diikuti para prajurit TNI dan Polri tersebut.


"(Khusus Perwira TNI) Bahwa saya akan menegakkan harkat dan martabat perwira serta menjunjung tinggi sumpah prajurit dan Sapta Marga," ucap anggota TNI.

"(Khusus Perwira Polri) Bahwa saya akan menegakkan harkat dan martabat perwira serta menjunjung tinggi Tribrata dan Catur Prasetya," demikian perwira Polri.

"(Seluruh Perwira) Bahwa saya akan memimpin anak buah dengan memberi suri tauladan, membangun Karsa serta menuntun pada jalan yang lurus dan benar. 

Bahwa saya akan rela berkorban jiwa raga untuk membela nusa dan bangsa," demikian ucap seluruh perwira yang dilantik.

Untuk diketahui, yang dilantik dari Akmil sebanyak 259 terdiri dari putra 244 orang dan putri 15 orang. Mereka berasal dari Akademi Angkatan Laut (AAL) dengan rincian putra 103 orang dan putri 14 orang dengan jumlah seluruhnya 117. 


Dari Akademi Angkatan Udara (AAU), putra 90 orang dan putri 9 orang dengan total jumlah 99 orang. Sementara itu, dari Akademi Kepolisian (Akpol) semuanya berjumlah 306 orang yang terdiri dari putra sebanyak 256 orang dan putri 50 orang.

Sementara itu, peraih Adhi Makayasa dari Akmil bernama Fajar M Al Farouk yang berasal dari Korps Penerbang Angkatan Darat. Fajar lahir di Bondowoso pada 12 September 1996. Dia adalah putra purnawirawan TNI AD Kasiyadi.

Dari AAL, peraih Adhi Makayasa bernama Ariz Pama Yudhaprawira dari korps pelaut yang lahir di Jakarta, 30 Juli 1997. Ayahnya merupakan seorang prajurit TNI AL bernama Sumarto.

Dari AAU, peraih Adhi Makayasa bernama M Ihza Nurrabanni dari Korps Teknik. Ihza lahir di Sleman pada 26 Agustus 1996. Ayahnya berprofesi sebagai PNS guru, Sukijo.

Sedangkan peraih Adhi Makayasa dari Akpol yakni Muhammad Idris yang lahir di Jorong Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan.(dn/rb)

BNN Tembak Mati Pengedar Narkoba 81 Kg Sabu di Asahan, 13 Tersangka Ditangkap

By On Juli 04, 2019

ASAHAN,Rakyat Bicara-Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menembak mati salah satu pengedar narkoba yang menyelundupkan 81 kg sabu dan 102.657 butir pil ekstasi di Kabupaten Asahan.

Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur lantaran pelaku melawan dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Selain menembak mati satu tersangka, petugas BNN juga melumpuhkan satu tersangka jaringan narkoba lainnya. Total ada 13 tersangka pengedar narkotika yang ditangkap.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus narkoba ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima BNN pada Selasa (2/7/2019) terkait adanya penyelundupan narkoba menggunakan speedboat di perairan Tanjung Balai.

“Dari informasi tersebut, petugas BNN kemudian melakukan penyelidikan dan kemudian mencurigai sebuah mobil Innova hitam dengan nopol BK 1430 HG," kata Arman Depari, Kamis (4/7/2019).

Saat mobil tersebut keluar, petugas mencegatnya di kawasan perlintasan kereta api, Simpang Warung, Kisaran. Saat digeledah, petugas menemukan sabu dan ekstasi yang disimpan didalam ban dalam mobil.

"Petugas juga berhasil mengamankan dua orang yang bernama Adi Putra alias Tison dan Ardiansyah alias Yuni," kata Arman.

Dari pengakuan kedua tersangka, kata dia, mereka mengaku masih menyimpan sabu di sebuah rumah di Lubuk Palas, Asahan. “Dari rumah itu, kita amankan satu ban mobil yang berisi sabu dan kita tangkap seorang tersangka atas nama Fadli," ujar Arman.

Dari penangkapan itu, petugas mengidentifikasi pelaku lainnya yang diketahui membawa mobil Honda Jazz nopol BK 1004 di Batubara.

Menurut Arman, saat dikejar petugas dihalangi mobil Avanza nopol BK 1321 KIJ. "Kita kembali tangkap dua orang yakni Hanafi dan Amiruddin,” ucapnya.

Petugas BNN kembali mengembangkan penyelundupan narkoba pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas kembali menangkap dua pelaku lainnya yakni, Zul dan Nazar di kawasan perkebunan Kelapa Sawit, Teluk Dalam, Asahan. Dari penangkapan kedua pelaku, petugas berhasil megetahui keberadaan pelaku lainnya di wilayah Kabupaten Deliserdang.

Saat tengah melakukan penyelidikan di kawasan Jalan perhubungan, Lau Dendang, Medan Tembung, petugas BNN dihalangi-halangi anggota jaringan narkoba di Batubara. "Bukannya berhenti, mobil tersebut kemudian berusaha melarikan diri dengan menabrak dan melukai petugas," kata Arman.

Petugas selanjutnya memberikan tembakan peringatan ke pengendara mobil tersebut. "Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur ke mobil tersebut.

Kita tangkap tiga orang yakni Sulaiman, M Yusuf, dan M Yasin. Tersangka M Yasin meninggal dunia, sedangkan M Yusuf mengalami luka pada betis kiri," beber Arman.

Petugas kembali berhasil menangkap satu tersangka lainnya, Tarmizi alias Geng di Gang Riski, Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deliserdang. “Ada 13 tersangka berikut dengan barang bukti aksi kejahatan yang sudah kita amankan," ujarnya.(rb/ffs)

Serangan Bom Mobil dari Militan Taliban di Afghanistan, 16 Orang Tewas

By On Juli 03, 2019

Rakyat Bicara-Taliban diklaim telah meledakkan sebuah bom mobil dengan kekuatan besar di sebuah area di Kabul, Afghanistan, yang terdapat gedung-gedung militer dan pemerintah. Enam belas orang terbunuh, kata kementerian dalam negeri negara itu kepada Al Jazeera yang dikutip pada Selasa (2/7/2019).

Bom meledak saat jam sibuk pada pagi hari, ketika jalan-jalan dipenuhi orang, melukai 105 di antaranya, termasuk 51 anak-anak dan 5 wanita, menurut keterangan dari otoritas pemerintah pada Senin kemarin.

Mohammad Karim, seorang pejabat polisi yang berada di lokasi serangan, menyebut bom meledak dari sebuah truk bermuatan barang, di luar gedung kementerian pertahanan.

Setidaknya ada 5 militan Taliban di dalam kendaraan tersebut. Tiga di antaranya dilaporkan terlihat berlari ke sebuah bangunan tinggi yang terletak di dekat departemen teknik dan logistik kementerian pertahanan.

Atas serangan ini, polisi kemudian meluncurkan tembakan ke arah mereka dan pertempuran senjata berlangsung lebih dari 7 jam.

"Bentrokan berakhir dengan kematian kelima penyerang," kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi, seraya menambahkan bahwa lebih dari 210 orang diselamatkan selama operasi.

Pengakuan Taliban

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, kata juru bicara Zabuhullah Mujahid yang mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa kelompok ini menyerang "pusat logistik dan teknik" dari kementerian pertahanan.

Keterangan tersebut lebih lanjut mengatakan, ledakan bom mobil menyebabkan "jatuhnya banyak korban pada sejumlah warga sipil," tetapi sebenarnya sasaran serangan itu adalah militer, bukan penduduk biasa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), LSM yang bekerja di Afghanistan, dan pemerintah, semuanya mengkritik Taliban karena menyebabkan korban sipil, termasuk anak-anak.

"Saya sedang tidur ketika saya mendengar suara dentuman keras. Segera setelah itu, atap kamar saya ambruk menimpa saya, membuat saya terluka," kata Ikram, seorang saksi mata, kepada Al Jazeera.

"Hanya 100 meter jauhnya, saya melihat dari jendelaku, tentara Taliban mengebom lebih banyak dan menembak pula. Nenek dan ibu saya juga terjebak di bawah puing-puing setelah atap rumah kami menimpa mereka," lanjutnya.

Saksi lain, Ismatullah Amanzai, menyatakan bahwa temannya meninggal dalam salah satu ledakan yang terjadi di dekat garasi rumah dia.

"Saya mencoba meneleponnya ketika ledakan itu terjadi, tetapi dia tidak mengangkat panggilan saya, kami mengetahui dari petugas rumah sakit bahwa dia meninggal karena terluka parah," ujar Amanzai.

Setidaknya 51 anak-anak dari 2 sekolah yang terletak di dekat lokasi ledakan, terluka karena terkena pecahan kaca, kata Nooria Nazhat, juru bicara kementerian pendidikan.

"Anak-anak ini berada di ruang kelas ketika ledakan itu menghancurkan jendela-jendela kaca sekolah. Semua yang terluka dibawa keluar dari sekolah mereka," imbuh Nazhat.

Warga Afghanistan mengecam serangan Taliban tersebut di media sosial, lantaran banyak warganet yang membagikan foto-foto bocah yang terluka.

Dalam pernyataannya, kementerian pendidikan menyebut 5 sekolah rusak sebagian, dan meminta "semua pihak yang terlibat dalam pertempuran untuk menjamin keselamatan siswa, guru, dan staf sekolah".

Onno van Manen, Direktur Save the Children's Afghanistan, menegaskan bahwa 80 persen kematian anak terkait konflik di Afghanistan disebabkan oleh senjata peledak.

"Afghanistan adalah salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk seorang anak," ucapnya. "Mereka, sekali lagi, harus menanggung penderitaan ini selama hampir dua dekade konflik di Afghanistan."(Ipc/rb)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *