HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Perintah Jokowi pada Panglima, Kapolri dan Menkopolhukam Setelah Jayapura Rusuh dan Aksi Anarkis

By On Agustus 31, 2019

Rakyat Bicara- Perintah jokowi pada panglima, kapolri dan Menkopolhukam setelah jayapura rusuh dan aksi 
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis. 
"Jadi saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapat laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura dan saya juga minta masyarakat tenang tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis," kata Jokowi di Purworejo, sebagaimana disiarkan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/8/2019).

Jokowi menanggapi kerusuhan yang kembali pecah di Papua hari ini. 

Jokowi mengingatkan semuanya akan rugi apabila ada fasilitas umum, fasilitas publik, serta fasilitas masyarakat yang sudah dibangun bersama menjadi rusak.

Kepala Negara memastikan, akan ada tindakan bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukum.

"Tadi malam saya perintahkan ke Menkolpulhukam bersama kapolri, Kabin, dan Panglima TNI, untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum dan pelaku tindakan anarkis serta rasialis," kata dia.

Aksi protes atas dugaan tindak rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jayapura berujung ricuh, Kamis (29/8/2019).

Setelah membakar Kantor Majelis Rakyat Papua, massa membakar Kantor Telkom, Kantor Pos, dan sebuah SPBU yang berjejer di samping Kantor BTN di Jalan Koti, Jayapura.Massa juga melempari kantor-kantor dan hotel di Jayapura.

Massa mengarah ke kantor Gubernur Papua. Aksi demo di Jayapura kali ini diikuti ratusan orang yang berkumpul dari berbagai titik, Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura, serta perwakilan dari mahasiswa.

Sebelumnya, 

Aksi demo warga Papua menyikapi peristiwa di Surabaya kembali berlangsung di Papua.
yakni di Kabupaten Deiyai, Rabu (28/8/2019).

Unjuk rasa jilid 2 ini berlangsung setelah sebelumnya unjuk rasa yang berakhir rusuh terjadi pada 24 Agustus lalu yang memakan korban.

Unjuk rasa hari ini, satu anggota TNI dikabarkan tewas setelah terkena panah masyarakat.

Sementara korban masyarakat belum diketahui.

Sumber di Kodam XVII Cenderawasih yang namanya enggan disebut, membenarkan adanya peritiwa itu.

“Ada anggota Polri dan TNI yang terkena panah, dan yang gugur anggota TNI. Lebih detailnya coba cek Kapendam,” ujar dia.Menurut informasi kejadian itu berlangsung di Kantor Bupati Deiyai.

Ribuan massa menggelar aksi demo sekitar pukul 15.00 WIT.

Aksi massa menjadi anarkis dengan menyerang aparat keamanan.

Akibatnya 1 anggota TNI meninggal terkena panah dan 2 anggota TNI dan Polri terluka.

Hingga kini dikabarkan kontak senjata masih berlangsung.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Eko Daryanto saat dikonfirmasi belum bersedia mengangkat telepon selulernya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal juga tidak bersedia mengangkat telepon selulernya.

Ajakan dialog Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjhajanto mengatakan TNI siap membuka dialog dengan kelompok pemberontak Papua Egianus Kogoya, untuk menghentikan konflik dan menciptakan Papua yang damai dan terus membangun.

Hal itu dikatakan Panglima TNI usai menggelar tatap muka dengan tokoh Papua pada Selasa (27/8/2019) malam di Jayapura guna menyikapi perkembangan situasi Papua.(tnc/rb)

Pria di Kebun Jeruk Bunuh Istri, motif cemburu karena akun Facebook

By On Agustus 30, 2019

JAKARTA ,Rakyat Bicara-Kapolsek kebon jeruk Akp Erick sitepu, mengungkapkan motif pria berinisial SO (31) di kebon jeruk, Jakarta Barat, yang tega membunuh istrinya, SR (40).
Erick Sitepu mengatakan, SO cemburu karena akun Facebook-nya diblokir sang istri. SO kemudian naik pitam, lalu membunuh SR dengan cara menusuk berkali-kali.
"Motifnya ada rasa cemburu dan amarah seorang suami terhadap istri," ujar Erick saat dikonfirmasi, Kamis (8/2019).
Erick mengungkapkan pelaku kesal karena istrinya memblokir pertemanan dengan tersangka di Facebook. Tersangka dikenal sebagai sosok yang posesif, sehingga curiga saat istrinya memblokir pertemanan di Facebook.
"Suaminya itu posesif, dia kesal istrinya memblokir pertemanan di Facebook. Korban juga mengalami luka tusuk yang banyak dan ditusuk berkali-kali," ungkap Erick.
Sebelumnya, SR (43) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Pilar Lapangan Bola, Kelurahan Kedoya Selatan, kebon jeruk, Jakarta Barat pada hari ini Rabu (8/2019) pukul 02.30 WIB
Pengakuan sang suami sebelumnya, korban terjatuh dan sempat dibawa ke rumah sakit.(trn/rb)

Penembak Anjing di Citra Raya Ditetapkan sebagai Tersangka

By On Agustus 17, 2019

Rakyat Bicara-Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memastikan status A (38), terduga pelaku penembakan anjing di kawasan Water Point, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (12/8/19) lalu adalah tersangka.

Penetapan itu, kata Sabilul, setelah penyidik melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara, lanjut dia, dapat disimpulkan 2 alat bukti sebagai penguat unsur pidana telah terpenuhi.

"Membunuh, merusak, atau membuat sehingga tidak dapat digunakkan lagi atau menghilangkan binatang milik orang lain tanpa hak," kata Sabilul, Sabtu (17/8/19).

Sabilul menyebut, penetapan tersangka berdasarkan rumusan pasal 406 ayat (2) KUHP. Adapun ancaman hukuman, kata dia, adalah pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

"Kami akan melayangkan panggilan kepada saudara A sebagai tersangka pada hari Senin, 19 Agustus 2019," terangnya.

Sabilul menegaskan, penetapan tersangka itu murni atas dasar hukum bukan berdasarkan tekanan atau opini yang berkembang. Selain itu, dia menjelaskan, kasus itu merupakan atensi langsung dari dirinya yang mendapat pengaduan melalui media sosial.

"Jadi tidak ada intervensi atau karena berdasarkan dorongan opini publik," tegasnya.

Sabilul juga menyatakan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tersangka A tidak ditahan. Dikatakannya, ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara dan bukan tindak pidana tertentu. Sabilul menambahkan, tersangka A tidak ditahan sampai kasus hukum itu memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan.

"Namun terhadap tersangka A dikenakan wajib lapor," tukasnya.(rb)

Ditreskrimum Poldasu Amankan Komplotan Curanmor Sadis

By On Agustus 16, 2019

Medan, Rakyat Bicara-kelompok bandit spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Medan, akhirnya terhenti di tangan petugas Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Poldasu).
6 orang pelaku berhasil diringkus dalam pengungkapan kasus ini. Para tersangka pun terlihat tertunduk lesu saat digiring petugas ke Mapoldasu.
Terkait sepak terjang para tersangka, Dirreskrimum Poldasu Kombes H Andi Rian Djajadi mengungkapkan, dalam setiap aksinya, komplotan ini selalu menggunakan alat-alat pemotong besi dan kunci letter T.
“Kita amankan dua komplotan curat masing-masing kelompok Romi Cs dan Kelompok Goklas Pasaribu. Mereka beraksi mencuri sepeda motor dan juga melakukan pencurian di rumah kosong,” ungkap Andi Rian dalam paparan yang digelar di Mapoldasu, Selasa (8/2019).
Didampingi Kasubdit III AKBP Maringan Simanjuntak, mantan Kapolres Tebingtinggi ini mengatakan, dalam melancarkan aksinya komplotan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya.
“Para tersangka kita amankan beserta barang bukti 6 unit sepeda motor hasil kejahatan serta perlengkapan untuk melakukan kejahatan seperti kunci T dan gunting besi,” ujarnya.
“Berdasarkan catatan kami, kelompok Romi Marpaung beraksi di 13 lokasi di Medan. Sedangkan kelompok Goklas Pasaribu tercatat sudah 7 kali beraksi di Medan,” sebut Andi.
Selain mencuri sepeda motor, para tersangka juga kerap mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi pemiliknya.
“Cara mereka dengan memotong gembok yang terpasang di rumah yang menjadi sasaran aksi mereka. Para tersangka kita proses dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas mantan Wadirreskrimsus Poldasu itu.
Sementara, kepada wartawan, para tersangka mengaku menjual setiap sepeda motor hasil curiannya dengan harga 1 sampai 4 juta rupiah per unitnya.
“Kami jual harganya satu sampai 4 juta bg, tanpa surat-surat,” ucap Goklas Pasaribu alias Black (36), warga Jl Karya II, Gang Dong Dong, Kel. Helvetia, Kec. Medan Helvetia.(end/edi/rb)

Jokowi Kurban Sapi Limosin 1,7 Ton, Berapa Harganya Ya?

By On Agustus 10, 2019

Jakarta,Rakyat Bicara-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkurban sapi seberat 1,7 ton di Masjid Istiqlal. Sapi jenis Limosin itu akan disembelih pada Minggu, 11 Agustus, besok. 

Lokasi sapi Limosin berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2011). Sapi milik Jokowi ditempatkan di taman dekat Pintu Ar-Rahman. Selain sapi Jokowi, ada sapi kurban dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
 

"(Sapi Jokowi) beratnya sekitar 1,7 ton. Ini sapinya jenis Limosin. Umurnya sekitar 3,5 tahun," ujar Wakil Ketua Humas Masjid Istiqlal, Abu Huraira dikutip dari detikcom. 

Sama halnya dengan sapi milik Jokowi, sapi milik JK berjenis Limosin berumur 3,5 tahun dengan berat 1,2 ton. 
Berapa harga sapi limosin Jokowi dan JK?
Harga pasti sapi limosin yang dikorbankan oleh Jokowi maupun JK belum diketahui pastinya. Namu, bila menelusuri dari para pedagang sapi yang menjajakan sapi di toko online, setidaknya ada gambaran. 

Di lapak onlineTokopedia misalnya, pedagang mematok sapi limosin Rp85 juta per ekor untuk bobot sapi 1,3 ton. Pedagang lain mematok sapi limosin berbobot 1,2 ton harganya Rp94 juta. Untuk sapi berbobot 1,7 ton diperkirakan harganya menembus Rp100 juta lebih.(cnbc/rb)

Akhirnya, Syahrini Tanggapi Isu Kehamilannya

By On Agustus 08, 2019

Rakyat Bicara-Penyanyi Syahrini akhirnya menanggapi isu kehamilannya yang menjadi buah bibir publik sepekan terakhir. Klarifikasi
itu dilakukannya lewat sebuah video berjudul Apakah Incessss Hamil??? #Q&A yang diunggah di YouTube, pada 30 Juli 2019.

“Apakah Incess hamil? Kalau memang hamil, sudah berapa bulan?” tanya Aisyahrini, adik sekaligus manajer Syahrini mewakili netizen. Mendengar pertanyaan itu, Syahrini hanya melemparkan senyuman.



Tak membantah ataupun membenarkan isu kehamilan yang telah beredar, Syahrini meminta doa netizen dan fans agar segera diberikan momongan. “Didoakan saja pemirsa. Semua doa terbaik untuk Incess. Mohon doanya ya. Amin,” tutur Syahrini.
Lalu apakah Syahrini dan Reino Barack telah menyepakati jumlah anak yang mereka inginkan? Terkait hal itu, pelantun Aku Tak Biasa itu menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. “Terserah Allah percayakan berapa. InsyaAllah, itu pasti yang terbaik,” ujarnya menambahkan.
Sejak dinikahi Reino Barack pada 27 Februari 2019, Syahrini memang memutuskan mengurangi kesibukannya di dunia hiburan dan fokus mengurus rumah tangga. Dia sengaja mengurangi jadwal manggung off-air dan menyibukkan diri dengan belajar memasak.



Syahrini menambahkan, waktu perkenalan singkat tanpa pacaran yang dijalaninya bersama Reino Barack membuat dia sangat menikmati fase ‘pacaran setelah menikah’.
“Jadi, setelah menikah lah kami menikmati masa-masa intim pacaran. Sehingga, terciptalah harmonisasi yang diinginkan setiap pasangan,” katanya bernada seloroh.
Meski tak menjawab secara gamblang pertanyaan seputar kehamilan itu, namun ada yang menarik dari unggahan video Syahrini tersebut. Dari 1.447 komentar yang menghiasi video itu, ada satu yang ditanggapi oleh mantan rekan duet Anang Hermansyah itu.Komentar itu datang dari akun Masak Asik yang menuliskan, “Yakin 100 persen Incess sudah hamil. 

Menurut aku sih.” Komentar itu kemudian disukai Syahrini dan menjadi satu-satunya komentar yang ditanggapi oleh sang penyanyi.(okc/rb)

Polres Magetan Amankan 41 Sepeda Motor Protolan

By On Agustus 04, 2019

Rakyat Bicara-Puluhan sepeda motor yang tidak sesuai standar pabrikan berhasil diamankan Satlantas Polres Magetan dalam razia rutin yang digelar, Sabtu (22/9) lalu. Dengan metode hunting system atau patroli keliling, sebanyak 41 sepeda motor protolan diamankan dari berbagai tempat di jalan-jalan utama Kabupaten Magetan.
"Dengan metode hunting system kita amankan sebanyak 41 sepeda motor protoloan. Selanjutnya kita lakukan tilang dan sidang di pengadilan dua minggu lagi," kata Kasatlantas Polres Magetan AKP Himawan Setiawan, Senin (24/9).
Dikatakan Kasatlantas, razia sepeda motor protolan dan balap liar tersebut akan diadakan setiap minggu agar menimbulkan efek jera bagi para pengendara yang tidak taat atau tidak lengkap.
"Minggu ini kita fokuskan wilayah kota, yang nantinya akan kita sasar di tiap kecamatan-kecamatan," jelas Himawan Setiawan.
Himawan menjelaskan, setelah proses sidang selesai para pengendara yang terjaring tersebut harus melengakapi perlengkapan sepeda motornya sesuai standar pabrikan sebelum kendaraan mereka diambil dari Polres Magetan.
Selain itu, puluhan sepeda motor tersebut juga akan dilakukan fisik nomor rangka dan nomor mesin untuk memastikan motor tersebut bukan motor curian. "Kita juga akan lakukan cek fisik di Samsat untuk memastikan motor tersebut bukan motor curian," pungkasnya.(kpc/rb)

Perampok Bermodus Penggerebekan Narkoba Diringkus

By On Agustus 02, 2019

Medan,Rakyat Bicara-Enam orang anggota komplotan perampok di Medan, Sumatera Utara, ditangkap. Saat beraksi, mereka menyamar sebagai polisi sambil mengancam korban dengan menggunakan airsoft gun.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak mengatakan, saat beraksi, komplotan ini mengaku sebagai anggota kepolisian dan menuduh korban melakukan tindak kejahatan atau pengedar narkoba.
Ilustrasi begal motor dan barnag bukti.Ilustrasi begal motor dan barang bukti.
"Mereka kemudian berpura-pura menangkap korban. Kemudian diborgol," kata Donald, Kamis (11/7).

Menurutnya, ada pelaku yang memang anggota Polri. Yakni, Gokroha Satu Sangkapta Manalu (37), warga Kecamatan Percut Sei Tuan. Selain Gokroha, pelaku lainnya adalah Muda Remaja Parlis (37), warga Medan Timur; Andri Syahputra (30), warga Percut Sei Tuan; Muhammad Rahul (26), warga Medan Barat.

Sementara, dua orang lainnya yang masih buron, yakni S alias T (40) dan B (35).

Penangkapan ini berawal dari kejadian pada Jumat (28/6) pukul 01.20 WIB. Seorang warga Deliserdang, Imam Syafii, yang tengah mengendarai sepeda motornya didatangi satu unit mobil minibus warna Silver.

Kemudian, enam orang pria tidak dikenal turun dari mobil dan mendekati korban. Mereka mengaku sebagai anggota polisi dan menuduh korban sebagai bandar narkoba.

Para pelaku lantas menodongkan airsoft gun, menutup kepala korban dengan menggunakan kain goni, dan menjepit leher korban serta menjatuhkannya ke tanah.

Korban dinaikkan ke dalam mobil pelaku. Di dalam mobil, pelaku memborgol dan memukuli korban. Sementara, pelaku lainnya membawa sepeda motor dan telepon genggam milik korban.

"Setelah berhasil merampas seluruh barang milik korban, pelaku kemudian menurunkan korban di Lapangan Ladon Tembung, Percut Sei Tuan," terang Donald.

Korban lantas membuat laporan ke Polda Sumut. Mendapat laporan itu, pada 2 Juli lalu, polisi melakukan operasi penangkapan. Kira-kira pukul 19.00, salah satu pelaku bernama Andri Syahputra berhasil diringkus. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti telepon genggam milik korban.

"Pada hari yang sama, polisi juga meringkus tiga tersangka lainnya yakni Gokroha Satu Sangkapta Manalu, Muda Remaja Parlis, dan Muhammad Rahul. Sementara, pelaku lainnya yakni S alias T dan B masih diburu polisi," urainya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti dua pucuk pistol airsoft gun, satu buah kemasan minyak rambut yang berisi mimis atau peluru senapan angin, dua buah tabung gas senjata airsoft gun, satu buah borgol tangan warna perak, dan satu unit sepeda motor hasil kejahatan. 

"Kami masih akan terus melakukan pengembangan. Soalnya, polisi menduga sudah banyak korban atas aksi mereka ini. Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," bebernya.(cnni/rb)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *