HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Ditreskrimum Poldasu Amankan Komplotan Curanmor Sadis

Medan, Rakyat Bicara-kelompok bandit spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Medan, akhirnya terhenti di tangan petugas Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Poldasu).
6 orang pelaku berhasil diringkus dalam pengungkapan kasus ini. Para tersangka pun terlihat tertunduk lesu saat digiring petugas ke Mapoldasu.
Terkait sepak terjang para tersangka, Dirreskrimum Poldasu Kombes H Andi Rian Djajadi mengungkapkan, dalam setiap aksinya, komplotan ini selalu menggunakan alat-alat pemotong besi dan kunci letter T.
“Kita amankan dua komplotan curat masing-masing kelompok Romi Cs dan Kelompok Goklas Pasaribu. Mereka beraksi mencuri sepeda motor dan juga melakukan pencurian di rumah kosong,” ungkap Andi Rian dalam paparan yang digelar di Mapoldasu, Selasa (8/2019).
Didampingi Kasubdit III AKBP Maringan Simanjuntak, mantan Kapolres Tebingtinggi ini mengatakan, dalam melancarkan aksinya komplotan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya.
“Para tersangka kita amankan beserta barang bukti 6 unit sepeda motor hasil kejahatan serta perlengkapan untuk melakukan kejahatan seperti kunci T dan gunting besi,” ujarnya.
“Berdasarkan catatan kami, kelompok Romi Marpaung beraksi di 13 lokasi di Medan. Sedangkan kelompok Goklas Pasaribu tercatat sudah 7 kali beraksi di Medan,” sebut Andi.
Selain mencuri sepeda motor, para tersangka juga kerap mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggal pergi pemiliknya.
“Cara mereka dengan memotong gembok yang terpasang di rumah yang menjadi sasaran aksi mereka. Para tersangka kita proses dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas mantan Wadirreskrimsus Poldasu itu.
Sementara, kepada wartawan, para tersangka mengaku menjual setiap sepeda motor hasil curiannya dengan harga 1 sampai 4 juta rupiah per unitnya.
“Kami jual harganya satu sampai 4 juta bg, tanpa surat-surat,” ucap Goklas Pasaribu alias Black (36), warga Jl Karya II, Gang Dong Dong, Kel. Helvetia, Kec. Medan Helvetia.(end/edi/rb)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *