HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Aksi 212 Masih Berlangsung, Polri Kembali Ingatkan Massa agar Tertib

By On Februari 25, 2020

Jakarta,Rakyat Bicara-Polri mengingatkan agar Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' tetap digelar dengan tertib. Untuk diketahui, aksi ini masih berlangsung menjelang sore hari.
"Semua hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Yang penting jaga ketertiban," kata Karo Penmas Divisi Humas polri Brigjen Argo Yuwono di gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).
Sebagaimana diketahui, salah satu isu yang diangkat oleh pedemo adalah dana Asabri yang diduga disimpangkan. 
Bareskrim Polri tengah menangani penyelidikan kasus Asabri.Argo enggan mengomentari soal isu yang diangkat massa dalam aksi itu. Argo kemudian menegaskan keterlibatan polisi dalam aksi itu hanya mengamankan.(rb/dn)

2 Buron Belum Ditangkap, KPK Duga Nurhadi-Harun Masiku Tak Pakai Ponsel

By On Februari 20, 2020

Rakyat Bicara-KPK menduga dua buronnya, yakni eks sekretaris mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan eks Caleg PDIP Harun masiku, kini tak lagi menggunakan telepon seluler (ponsel). KPK mengaku hal ini yang membuat pihaknya belum menemukan kedua buron tersebut hingga saat ini.
"Jika seseorang menggunakan handphone itu sangat mudah sekali atau menggunakan media sosial aktif mudah sekali (terlacak). 
Faktanya kan tidak seperti itu. Jadi yang kemudian ini, kami akan terus berusaha, berkomitmen untuk mencari para DPO ini," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).
Ali menyebut KPK memang belum mendeteksi keberadaan Nurhadi dan Harun. Menurut Ali, salah satu faktornya adalah kedua buron tersebut diduga tidak menggunakan alat komunikasi.
"Ya sampai hari ini tentunya begitu (diduga tak pakai alat komunikasi), sehingga kami tidak mengetahui keberadaan para tersangka atau belum mengetahui secara pasti. Sehingga kami belum bisa menangkapnya," ujar Ali.
Meski demikian, Ali mengatakan tim KPK terus berupaya semaksimal mungkin mencari dua DPO itu meski diduga tak lagi menggunakan alat komunikasi. KPK mengaku memanfaatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan dua buron tersebut.
"Semua DPO yang kami tetapkan (dicari) berdasarkan informasi masyarakat pasti kami telusuri. Tapi sampai dengan malam ini Harun dan Nurhadi belum didapatkan," tuturnya.
Untuk diketahui, Nurhadi dan Harun Masiku merupakan tersangka KPK yang jadi buron dalam dua kasus yang berbeda. Harun menjadi buron dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Harun dijerat sebagai tersangka bersama Wahyu Setiawan, yang saat itu menjabat Komisioner KPU; Agustiani Tio Fridelina, yang disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu; dan Saeful. 
KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.
Sementara Nurhadi jadi buron KPK bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto. 

Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar. Uang itu diduga KPK terkait suap untuk memuluskan perkara yang sedang berlangsung di pengadilan selama Nurhadi menjadi Sekretaris MA pada kurun 2011-2016.(rb/dn)

Kabag Humas Ditjen PAS: Kondisi Lapas Kabanjahe Sudah Kondusif

By On Februari 12, 2020

MEDAN,Rakyat Bicara-Kerusuhan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kabanjahe, Kabupaten Karo Rabu (12/2/2020) tadi siang sudah mulia kondusif.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, akibat peristiwa ini, sejumlah bagian bangunan Rutan terbakar, sehingga sejumlah warga binaan harus dievakuasi.
usai terjadi aksi pembakaran sejumlah gedung Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Kabupaten Karo, petugas gabungan berhasil mengamankan situasi saat ini.
Menurut Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kabag Humas Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Rika Aprianti menjelaskan, personel pemadam kebakaran sudah memadamkan kebakaran.
Menurutnya personel TNI dari Yonif 125 Simbisa, Polres Tanah Karo, dan petugas Rutan Kabanjahe sudah melakukan evakuasi terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Melalui tembok ke rumah dinas Kepala Rutan Kabanjahe. Selanjutnya para WBP dievakuasi ke Polres Tanah Karo,” ujarnya, dalam keterangan resmi.
Dia menambahkan, selain kebakaran sudah berhasil dipadamkan, seluruh WBP juga sudah dievakuasi ke Polres Tanah Karo. Kerusuhan di Rutan Kabanjahe tidak menelan korban jiwa maupun luka.
“Baik dari WBP, tahanan, dan petugas Rutan Kabanjahe,” tegasnya.
Sebelumnya, Kombes Tatan membenarkan bahwa awalnya pada Rabu (12/2/2020) sekitar jam 12.00 wib telah terjadi kerusuhan di Rutan/Lapas Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, yang juga disertai dengan aksi lempar dan pembakaran serta perusakan yang dilakukan oleh sejumlah Narapidana.
Namun, kondisi saat ini sudah dapat terkendali, dimana sejumlah personil Polres Tanah Karo dan personil TNI dari. Kodim dan Yonif 125/Simbisa yang sudah tiba dan melakukan PAM dan evakuasi. 
Bahkan, pemadam kebakaran juga sudah tiba untuk berupaya melakukan pemadaman, sehingga api sudah padam di dalam Rutan.
Ditanya soal tahanan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja menegaskan, tidak ada tahanan atau narapidana yang kabur.
Jumlah total warga binaan di Rutan Kabanjahe berjumlah 410 Napi, dengan perincian 380 orang pria, dan 30 wanita
Dari jumlah napi itu, disebutkan Kombes Tatan, para napi yang berhasil di evakuasi sebanyak 314 orang, dan sisa masih dalam proses evakuasi sebanyak 96 orang.
“Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung, dan pihak Kepolisian tetap melakukan himbauan dan komunikasi kepada para Napi,” ujarnya.
Sewaktu ditanya korban jiwa, Kombes Tatan menjelaskan, sampai saat ini tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka, dan kondisi kebakaran sudah terkendali.
“Api sudah padam, tidak ada lagi situasi kebakaran di dalam rutan/lapas Kabanjahe,” tegasnya.(rb/dtg)

Wah, Ada Anggota Wantimpres Yang Bakal Dipanggil Terkait Jiwasraya

By On Februari 10, 2020

Rakyat Bicara- Bola panas skandal korupsi jumbo Jiwasraya akhirnya menggelinding ke arah pendiri Mayapada Group, Dato Sri Tahir. Sejak beberapa waktu lalu namanya telah dikait-kaitkan dengan kasus ini. Disebutkan, Mayapada Group diisukan memproses akuisisi  saham PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO).

Dua perusahaan inilah yang terkait dengan potensi gagal bayar surat utang kepada Jiwasraya. Direkturnya, Benny Tjokro, bahkan sudah masuk daftar cekal dan ditetapkan sebagai tersangka.Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya berencana  memanggil Datuk Sri Tahir untuk dimintai keterangannya.

Salah satu orang terkaya di Indonesia ini  juga merupakan anggota Wantimpres 2019-2024.

Andre Rosiade, anggota Panja Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, menjelaskan, pemanggilan Datuk Sri Tahir, karena ia banyak mendengar nama Bos Mayapada disebut-sebut di berbagai media sosial sebagai yang memiliki keterkaitan dengan Benny Tjokro tersangka kasus Jiwasraya.

"Kita membaca di berbagai media sosial kan ada yang mencoba menghubung-hubungkan Dato Sri Tahir ini dengan saudara Bentjok kan, Benny Tjokro.

Untuk itu kan seluruh hal yang berhubungan dengan Jiwasraya tentu menjadi perhatian kita kan. 

Nah untuk itu kita ingin mendapatkan informasi yang lebih utuh dan klarifikasi. Makanya kita akan undang Dato Sri Tahir," kata Andre kepada media, Jumat (31/1).

Dahnil menyebut hal ini baru sebatas dugaan. Pihaknya berpacu dengan waktu untuk merapatkan hal tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Datuk Sri Tahir pernah menyampaikan bahwa ia tidak terkait sama sekali dengan kasus Jiwasraya. Soal rencana pembelian saham PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO).

Ia menegaskan pihaknya tak terkait dengan kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Kenal aja enggak," kata Tahir, di Jakarta, Minggu (29/12/19) lalu.

Bahkan dia tidak berencana membeli saham-saham itu atau saham milik siapa pun.

"Jadi itu hoax total. Kami tidak pernah ada rencana mau beli atau ambil alih saham, siapa pun. Termasuk saham-saham milik Pak Benny," ucap Tahir.

Menyusuri situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Hanson International pernah mengumumkan rencana menjual 49,99 persen saham perseroan dalam anak usahanya, PT Mandiri Mega Jaya (MMJ).

Saham itu akan dibeli oleh emiten properti yang terafiliasi dengan Grup Mayapada, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO), (data pada 17 Desember 2019).

MMJ merupakan anak usaha Hanson International yang menggarap proyek Citra Maja Raya. Dalam proyek itu, MMJ menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan PT Ciputra Development Tbk. dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP).

Selain Hanson International, Rimo International Lestari juga berencana melego sebagian saham dalam anak usahanya kepada MPRO.

Perusahaan yang juga terafiliasi dengan Benny Tjokrosaputro (Bentjok atau Benny Tjokro)  itu berencana melepas 49,99 persen saham miliknya dalam PT Hokindo Properti Investama.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Benny Tjokro menyatakan surat utang MYRX yang dipegang oleh Jiwasraya sudah lunas beberapa tahun lalu. Dia juga mengatakan pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan skandal di Jiwasraya.(rb/rm-leo.s)

warga yang berolahraga dimanjakan sim keliling

By On Februari 07, 2020

Rakyat Bicara-Tingginya minat masyarakat di Kota Denpasar dan sekitarnya untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) membuat jajaran Sat Lantas Polresta Denpasar gelar kegiatan ‘SIM Keliling’.
DENPASAR, NusaBali
Seperti yang dilakukan di kawasan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Minggu (2/2) pagi. Program SIM Keliling hadir memanfaatkan warga yang datang berolahraga pada Car Free Day (CFD).

Wakasat Lantas Polresta Denpasar Iptu Kanisius Franata mengungkapkan, pelayanan SIM Keliling ini untuk memenuhi tingginya minat masyarakat memiliki SIM. “Dalam sehari di Polresta Denpasar melayani sekitar 500 orang. Pencari SIM mencapai 200-300 orang. Sementara sisanya adalah perpanjang,” ujarnya.

Lebih lanjut Iptu Kanisius mengungkapkan bahwa di Polresta banyak yang tak terlayani karena keterbatasan waktu. Untuk dapat melayani masyarakat lebih banyak lagi maka dilakukan SIM keliling ini. “Dalam kegiatan SIM Keliling ini banyak hal yang diberikan kepada masyarakat utamanya soal masalah lalu lintas,” imbuhnya.

Seperti dalam kegiatan kemarin, warga yang memiliki SIM tapi masa berlakunya segera habis bisa mengikuti tes berkendara, baik untuk tes mobil maupun motor. Polisi pun menyediakan kendaraan sesuai dengan kebutuhan. "Dalam uji mengendarai didampingi oleh petugas kepolisian. Petugas yang mendampingi itu memberikan sosialisasi bagaimana cara berkendara dengan baik," tuturnya.

Pada saat pendampingan itu petugas menyampaikan bahwa pemilik SIM yang sudah habis masa berlakunya jika mau memperpanjang lagi harus ikut tes lagi. “Tapi kalau yang belum habis masa berlakunya tidak perlu tes lagi. Tapi kesehatan jasmani pengendara tetap diperhatikan,” katanya.

Ada banyak pertanyaan masyarakat mengapa SIM tak diberlakukan seumur hidup? Iptu Kanisius Franata mengatakan hal itu karena salah satu faktor untuk memiliki SIM adalah masalah kesehatan atau fisik pengguna SIM itu sendiri. Misalnya tiba-tiba pemilik SIM kecelakaan sehingga menjadi cacat maka otomatis tak bisa untuk menjadi pengendara. "Kegiatan SIM Keliling ini kami sebenarnya setiap hari minggu dilakukan berbeda lokasi. Kebetulan hari ini kami menggelarnya di Lapangan Renon. Pada kesempatan ini juga kami memberikan sosialisasi terkait kegiatan Bali Bhayangkara Valentine Run 2020 yang digelar pada 15 Febuari ini di sekitar kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan," tandasnya.(rb/nbl)

Ganjar Pantau Kuliner Anjing Solo Terkait Corona, FX Rudy Buka Suara

By On Februari 01, 2020

Rakyat Bicara-Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo memantau kuliner ekstrem daging anjing di solo untuk mengantisipasi wabah virus corona. Menanggapinya, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memastikan jajarannya telah bergerak memantau jual beli anjing.
"Dinas Peternakan selalu memantau dan memonitor hewan-hewan di Solo," kata Rudy saat ditemui di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (31/1/2020).
Rudy menyebutkan tidak hanya anjing, tapi juga hewan-hewan lain turut dipantau secara rutin di pasar hewan Depok, Solo. Ia pun meminta masyarakat tetap tenang sekaligus waspada.
"Tidak perlu khawatir adanya virus corona. Namun masyarakat tetap harus waspada," ujarnya.
Politisi PDIP itu juga meminta masyarakat membiasakan hidup bersih. Selain itu, masyarakat juga harus mempersiapkan diri untuk mengantisipasi hal terburuk. Termasuk juga kesiapan rumah sakit.
"Dari rumah sakit-rumah sakit juga harus siap jika ada pasien suspect corona. Tapi tentu hal tersebut tidak kita inginkan," katanya.
Mengenai banyaknya kuliner anjing di Solo, Rudy mengaku masih mencarikan solusi untuk para pedagang. Sebab pedagang juga kesulitan jika harus berpindah profesi.
"Masih kami pikirkan solusinya. Teman-teman ini juga butuh waktu untuk berpindah profesi. Karena mereka juga butuh menghidupi keluarganya. Kalau hanya menutup warung, nanti pasti menimbulkan masalah baru," ujar Rudy.(rb/dn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *