HukumUmum

Aneh, 10 Tahun Uang Konsinyasi Diduga Di Manfaatkan PN Jaksel Dipertanyakan

Rakyatbicara.id Jakarta Kantor Berita RBN – Dalam penyelesaian ganti rugi tanah milik ahliwaris Diana Lumbangaol sebesar Rp.10 milliar lebih, hingga kini masih di pertanyakan keberadaannya.

RBN sudah berusaha melakukan konfirmasi langsung, Maret 2022, kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan tembusan kepada Panitera Pengadilan, sayangnya hingga berita ini di tayangkan belum diperoleh penjelasan alias bungkam.

Bayangkan, hampir 10 tahun lebih Uang titipan Pihak Ketiga (Uang Konsinyasi) disimpan PN Jaksel, kuat dugaan di sengaja untuk di manfaatkan PN Jaksel sehingga tak bisa diambil oleh pihak waris yang berhak menikmatinya.

Uang titipan pihak ketiga (Uang Konsinyasi) atas hasil eksekusi lelang melalui perantara KPN dari perkara Gugatan Waris di Pengadilan Negeri Jaksel, sejak thn 2012 sampai hari ini Rabu 6/4/2022 belum di serahkan, kan aneh, ucap sumber kepada RBN.

Sumber mengoceh, menurutnya jadi timbul pertanyaan, mengapa kasus seperti ini iya tidak menjadi temuan pengawasan Bawas MA RI maupun PTA ? Apalagi Uang tersebut sudah puluhan tahun tersimpan di Rekening PN Jaksel ada apa kami di persulit Hakim, tandasnya lagi.

“Iya, namanya uang yang berjumlah puluhan milliar kisaran Rp. 10 miliar lebih tentu sangat jumlah banyak, apalagi selama ini sulit kami ambil selaku pihak yang berhak menerimanya. Iyaa itu, patut diduga pihak PN Jaksel telah sengaja  mempersulit guna dapat di manfaatkan oknum PN Jaksel, ucap sumber serius.

Guna memenuhi UU Pokok Pers No. 40/1999 Pasal 4, RBN mencoba menghubungi bahkan mengajukan beberapa pertanyaan tertulis kepada PN Jaksel, di antaranya :

1.   Bagaimana  realisasi  Permohonan tindak  Lanjut  Pelaksanaan  Atas  Surat  No.:

01/RDC-Litigation/RD-SH-KAP/XI/18”  yang  telah  diterima  Pengadilan  Negeri

Jakarta Selatan pada tanggal 14 September 2020 ?

2.   Apakah benar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak penyerahan uang ganti rugi

jalan Tol dalam Penetapan KPN Jakarta Selatan No. 58 Tahun 2012 ?

3.   Apa alasan yang menjadi dasar Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menahan uang ganti rugi jalan Tol tersebut ?

4.   Apakah Ketua Pengadilan Negeri Selatan setuju permasalahan itu kami naikan berita di Rakyat Bicara News menggerakan untuk dilakukan audit keberadaan uang tersebut memang masih utuh berada dalam rekening Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Bank yang ditunjuk, dan atau dalam kas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan?

5.   Apa alasan yang mendasar Bapak Ketua Pengadilan tidak menyerahkan uang ganti rugi tersebut, pada hal, sejak 10 tahun lalu sudah ada Penetapana KPN  yang  lama uang tersebut harus diserahkan?

6.  Apakah benar uang ganti rugi tanah unutk Jalan Toll untuk 2 (dua ) ahli waris NY. Ganda P. Lumbangaol dan Ny. Indiana Lumban Gaol,  sebesar Rp. 10.705.316.949,76 sesuai Berita Acara Eksekusi Pencairan tanggal 15 Augustus 2012 No. 016/2011.Del/PN.Jkt.Pst Jo. No. 58/Pdt.G/2001/PN. Jkt. Selatan masih berada dan tercatat  di Kas PN Jakarta Selatan ?

7.  Kalau benar masih ada, maka sesuai dengan Penetapan Ketua PN Jakarta Selatan No. 58/Pdt.G/2001/PN.Jkt.Sel, telah memerintahkan pembayaran dilakukan kepada ahli waris, karena Berita Acara konfrontasi antara Ahli Waris tanggal 23 Mei 2012 No. 58/Pdt.G/2001/PN. Jkt. Sel, benar bahwa yang tersisa adalah bagian dari Ny. Indiana Lumban Gaol dan Ny. Ganda Lumban Gaol, tetapi telah sampai 10 tahun tidak kunjung dilaksanakan. Apakah yang menjadi penyebabnya ?

Dapatkah dijelaskan  kepada kami, setelah pergantian Ketua-Ketua Pengadilan Negeri Jaksel belum ini dan Panitera  ?.

Rakyat Bicara News, membutuhkan penjelasannya dan sangat kami hargai, guna sempurnanya berita terkait uang hak masyarakat yang seharusnya di tabung jadi deposito ahliwaris atau di manfaatkan.

Guna menghormati Kode Etik Profesi Jurnalistik sebagaimana di tuangkan pada Pasal. 3 bahwa Wartawan Indonesia selalu menguji Informasi, memberitakan secara berimbang, dan tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Berkaitan hal ini, sungguh aneh, permohonan penjelasan tertulis dari Pimpinan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak kunjung ada, dan informasi yang beredar, bahwa hakim PN Jaksel sudah silih berganti sejak tahun 2012 hingga sekarang, uang konsinyasi tersebut tetap di pertanyakan ahliwaris. (ams/RBN).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button