
Rakyatbicara.id – Jakarta, Kantor Berita RBN – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri telah mengantongi nama pelaku ekspor ilegal 5,3 ton bijih (ore) nikel ke China.
“Pak Firli (Ketua KPK Firli Bahuri) bilang sudah dapat. Sudah dapat,” kata Luhut saat ditemui di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (24/7).
Namun, Luhut tak merinci asal perusahaan yang melakukan ekspor nikel ilegal ke China. Ia juga mengatakan belum mengetahui adanya perbedaan persepsi kode HS atau Harmonized System antara Indonesia dan China.
“Saya belum tahu nanti kita cek. Ya, nanti kita lihat,” ungkap Luhut.
 Luhut menyebut, Firli sampai mengecek langsung ke China untuk menelusuri kegiatan ekspor ilegal ini. “Sudah, gampang sudah di-trace oleh beliau, wong gampang itu karena kita sudah punya ekosistemnya ini, Pak Firli langsung cek di China turun,” ungkapnya saat di kantor KPK, Selasa (18/7).
Meski begitu, Luhut enggan membeberkan hasil investigasi KPK tersebut. Dia juga belum memastikan kapan hasilnya diumumkan kepada publik. “Nanti tunggu saja tanggal mainnya,” kata Luhut.
Sebelumnya, Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK Dian Patria menduga, telah terjadi ekspor bijih nikel hingga jutaan ton, berdasarkan data Bea Cukai China. Aktivitas ekspor ilegal itu dilakukan sejak Januari 2020 sampai Juni 2022.
Dalam kurun waktu tersebut, tercatat terdapat dugaan ekspor ilegal bijih nikel hingga mencapai 5,3 ton. Berikut rinciannya:
2020: 3.393.251.356 kilogram
2021: 839.161.249 kilogram
2022: 1.085.675.336 kilogram
Diduga nilai ekspor tersebut mencapai triliunan rupiah. Dugaan ekspor ilegal ini masih didalami oleh satgas KPK.(Arnie/Tim RBN)




