Umum

PT RAM Gelar Doa Bersama di Stasiun Bekasi Timur, Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Rakyatbicara.id-Bekasi, Kantor Berita RBN – PT. Railways Asset Management (RAM) menggelar doa bersama dan tahlilan hari ketujuh korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Cikarang yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 lalu.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Forkopimcam Bekasi Timur, pihak PT. KAI dan lainnya.

Masyarakat umum maupun para tamu undangan bersama-sama mendoakan dan mengenang 16 korban insiden kereta yang telah dinyatakan meninggal dunia. Seluruh penumpang kereta yang wafat akibat kejadian itu adalah wanita.

Direktur Utama PT. RAM Hadi Prawira mengatakan, kegiatan yang dibuka untuk umum itu untuk menjawab permintaan masyarakat agar difasilitasi dalam menyampaikan duka cita dan doanya.

“Kebetulan, kegiatan ini memang permintaan dari masyarakat sekitar untuk mendoakan almarhumah dan almarhum untuk korban kecelakaan kereta api yang terjadi pada minggu lalu”, kata Hadi dalam sambutannya di area komersil Stasiun Bekasi Timur, Durenjaya, Kota Bekasi, Senin (4/5/2026) malam.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan doa yang terbaik kepada para korban kecelakaan kereta. Seluruh korban dipastikan mendapat hak-haknya seperti ahli waris maupun proses pengobatan.

“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujar Tri.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan flyover Bulak Kapal akan dilakukan dalam beberapa bulan lagi. Proyek tersebut dinilai dapat menjadi solusi kemacetan lalu lintas di jalan nasional yang menghubungkan Jalan Ir. H. Juanda dengan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Hal itu juga menggantikan perlintasan kereta api yang ada di Ampera dan Bulak Kapal.

“Jadi, kalau flyover sudah ada, mudah-mudahan perjalanan kereta api akan menjadi lebih lancar, pergerakan manusia maupun barang dan jasa tentu akan lebih cepat”, katanya.

Kegiatan doa bersama dan tahlilan ini diharapkan menjadi momentum refleksi atas peristiwa yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar kegiatan doa bersama dan tahlilan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (4/5/2026) sore. Direktur Utama PT. KAI Bobby Rasyidin dan Komisaris Utama Said Aqil Siroj hadir di lokasi sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada 16 korban jiwa insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo dengan KRL. (Yandri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button