Umum

Bunga dan Pesan Duka Kenang Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Rakyatbicara.id-Bekasi, Kantor Berita RBN – Suasana duka masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur, setelah tragedi tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Cikarang yang terjadi pada Senin 27 April 2026 lalu. Sejumlah penumpang masih memberikan bunga sebagai bentuk belasungkawa dan doa bagi para korban, tepatnya di dekat akses pintu masuk stasiun.

Mereka bergantian meletakkan karangan bunga dan mendoakan 16 perempuan yang menjadi korban jiwa dalam insiden kecelakaan kereta tersebut. Aroma bunga di lantai dua stasiun masih terasa kuat dan jejak duka belum sepenuhnya hilang.

Karangan bunga, pesan dukacita dan doa yang diletakkan di lantai 2 stasiun itu mengenang para korban kecelakaan kereta serta meninggalkan luka yang mendalam meski aktivitas kereta api di Stasiun Bekasi Timur sudah berjalan normal.

Selain rangkaian bunga, sejumlah pesan duka juga disampaikan para pengguna KRL dalam bentuk tulisan maupun ketikan. Tidak hanya itu, ratusan karangan bunga juga memenuhi beberapa titik di area stasiun.

Salah seorang pengguna KRL asal Bogor, Rizki (23) mendatangi Stasiun Bekasi Timur untuk merasakan duka yang mendalam kepada para korban dan keluarga.

“Saya berdoa, mudah-mudahan yang telah berpulang ke surga, diberikan keluasaan hatinya dan diterima amal ibadahnya. Lalu diberikan keikhlasan kepada keluarga besar korban”, ucapnya saat ditemui awak media RBN di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (5/5/2026) siang.

Walaupun Rizki tidak mengenal salah satu korban kecelakaan kereta, ia tetap merasakan duka yang mendalam. Ia juga menyebut para perempuan yang telah meninggal dunia itu adalah wanita pejuang keluarga.

“Karena yang saya lihat ini, korban yang telah berpulang, mereka adalah pejuang-pejuang hebat. Mereka adalah perempuan-perempuan yang sedang mengejar cita-citanya dan sedang menggapai harapan-harapan di atas doa orang-orang tercinta”, ungkapnya.

Sementara itu, Neli Agustin (23) warga Jakarta menyampaikan rasa duka cita atas kepergian 16 wanita yang menjadi korban jiwa pada tabrakan kereta maut di Stasiun Bekasi Timur.

“Turut berdukacita untuk para korban dan keluarganya juga. Semoga diberikan kesabaran, ketabahan serta keikhlasan”, ucap Neli.

Sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) telah menggelar kegiatan doa bersama dan tahlilan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (4/5/2026) lalu.

Usai kegiatan, Direktur Utama PT. KAI Bobby Rasyidin memimpin prosesi tabur bunga di lantai dua stasiun bersama jajaran direksi perusahaan dan masyarakat umum yang turut menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa para penumpang dalam kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL.(Yandri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button