Bisnis dan Industri

Indo Intertex dan Inatex 2026 Jadi Momentum Akselerasi Penguatan TPT Nasional

Rakyatbicara.id-Jakarta, Kantor Berita RBN – Sebanyak 800 peserta pameran dari 29 negara dengan lebih dari 1.500 merek global, mengikuti Indo Intertex dan Inatex 2026 yang diselenggarakan pada 15-18 April 2026 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran tekstil dan garmen terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara itu telah resmi dibuka pada Rabu (15/4/2026).

Di tahun 2026, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) harus beradaptasi dengan keadaan global yang masih dinamis, ditandai oleh ketegangan geopolitik, disrupsi perdagangan, serta pergeseran rantai pasok. Kondisi ini mendorong seluruh pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat inovasi dan membangun kolaborasi ataupun koneksi guna menjaga daya saing global.

Industri tekstil ini terbukti memiliki daya tahan yang kuat dan tetap menjadi sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja, menopang industrialisasi nasional, serta menghubungkan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Hal tersebut juga sebagai salah satu pilar penting dalam manufaktur nasional.

Pameran yang mengusung tema “When Textile Meets Inovation” tersebut memasuki edisi ke-22 yang tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai momentum untuk mengakselerasi penguatan industri TPT nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kinerja industri tekstil dan produk tekstil nasional saat ini masih tetap terjaga. Capaian ini, industri TPT masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

“Sepanjang tahun 2025, sektor industri tekstil dan produk tekstil nasional mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (YoY), dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus sebesar USD 3,45 miliar”, ucap Agus Gumiwang.

Menurut Agus, sektor TPT merupakan mitra strategis pemerintah dalam menumbuhkan pertumbuhan industri nasional baik di sektor tekstil maupun garmen.

Ia juga mengapresiasi Indo Intertex dan Inatex 2026 sebagai ajang strategis dan bergengsi bagi industri tekstil dan produk tekstil di tingkat nasional hingga internasional.

“Pameran ini tidak hanya mengedepankan platform inovasi dan kolaborasi antar pelaku industri dan mitra global, tetapi juga merupakan platform optimisme industri tekstil”, tutup Menperin.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan bahwa pameran Indo Intertex dan Inatex menghadirkan seluruh rantai nilai industri secara komprehensif, mulai dari mesin, produk tekstil, hingga teknologi printing dan bahan kimia untuk tekstil.

Selain itu, penyelenggara pameran juga menghadirkan inisiatif Build Your Brand untuk mendukung pelaku usaha, khususnya segmen UMKM, dalam mengembangkan merek dan memperluas jaringan bisnis.

“Pameran ini diharapkan tidak hanya sebagai ajang promosi industri tekstil dan garmen, tetapi juga sarana membangun koneksi dan kolaborasi antar pelaku industri serta menciptakan ekosistem industri yang lebih baik”, jelas Jemmy Kartiwa.

Adapun beberapa peserta yang berpartisipasi dalam pameran Indo Intertex dan Inatex 2026 yakni Caly Bags, Kayla by Kanda, V-Tex Fabric and Garment, CA Textile, Duniatex, PT. Tiga Warna Primer, Printmate Indonesia, PT. Yesun Indonesia Teknik Digital Printing, PT. Awla Sinergy Abadi (ASA), Amann Indonesia, dan lainnya. (Yandri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button