
Rakyatbicara.id-Bekasi, Kantor Berita RBN – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang kini dimulai setelah pelaksanaan seremonial peletakan batu pertama atau Groundbreaking pada Rabu (26/8/2026).
Proyek yang dibangun di lahan seluas 6 hektar ini diyakini mampu mengubah tata cara pengolahan sampah konvensional menjadi energi terbarukan.
Nilai investasi proyek sekitar Rp3 triliun tersebut ditargetkan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun menjadi energi hijau. Sekitar 70 persen timbunan sampah yang diolah di Kota Bekasi itu diproyeksikan dapat menekan emisi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa PSEL diharapkan dapat mampu menyelesaikan sampah yang menggunung maupun tertumpuk di Kota Bekasi.
“Kita akan tuntaskan masalah sampah di Kota Bekasi. Dalam waktu dua tahun, gunungan sampah di Kota Bekasi kita usahakan agar bisa selesai”, ujar Zulkifli Hasan saat ditemui awak media di lokasi acara peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu.
Ia menyebut proyek PSEL sudah dilangsungkan sebelumnya di Bali dan Bandung. Akan tetapi, PSEL tidak hanya sekedar membersihkan lahan dan menciptakan energi hijau. Hal itu juga dapat melihat bagaimana proses pengolahan sampah menjadi energi listrik.
PSEL menjadi permasalahan serius karena volume sampah di TPA Sumurbatu Kota Bekasi sudah masuk kategori darurat termasuk di Tangerang dan Bali.
“Tinggi tumpukan sampah sudah mencapai 60 persen. Bertahun-tahun masih belum selesai, mudah-mudahan dalam waktu dua tahun ini bisa kita selesaikan,” ungkap Zulhas.
Saat Apel Gebrak K3 sebelum acara Groundbreaking PSEL Kota Bekasi, Zulhas memberikan semangat kepada ribuan peserta yang hadir di Stadion Ciketing Udik. PSEL nantinya akan menyerap tenaga kerja dan menghasilkan tenaga listrik termasuk di Kota Bekasi.
Proyek PSEL Kota Bekasi didukung oleh TNI Angkatan Darat. Hal tersebut dinilai sangat krusial mengingat sampah yang ditimbun sudah mencapai puluhan tahun.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa sebagai mitra kerja yang paling bertanggung jawab, Pemerintah Kota Bekasi siap memastikan proyek PSEL di Kota Patriot itu dapat berjalan lancar, aman dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kalau setelah Groundbreaking, kami hanya memastikan bahwa pelaksanaan PSEL berjalan sesuai dengan tahapan yang ditentukan baik dari pengawasan maupun pendampingan. Kami harus melakukan konsolidasi ke dalam karena punya kewajiban untuk menyiapkan pengangkutnya, memastikan sampahnya ada hingga operasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ujar Tri. (Yandri)




