
wwww.rakyatbicara.id- TANGERANG, Kantor Berita RBN – Penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Tangerang makin marak dsn perlu fitindak tegas. Diperkirakan puluhan ton BBM jenis HSD atau solar bersubsidi dari SPBU diselelewengkan ke industri.
Solar bersubsidi dari SPBU dibeli dengan menggunakan mobil box yang dimodifikasi menjadi tangki penampungan yang terhubung langsung dengan tangki BBM mobil itu sendiri. BBM solar itu dikumpulkan di pangkalan tempat pengepulan. Dari pangkalan pengepulan, kemudian dikirim ke industri dengan mobil tangki transportir.
Sebuah pangkalan pengepulan solar terpantau di wilayah Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda. Pangkalan yang berada di pinggir tol Serpong – Bandara itu disebut-sebut milik ‘pemain lama’ yang beberapa tahun lalu berlokasi di Kampung Baru dan Rawa Bokor, Kelurahan Benda.
Di lahan berpagar seng yang menjadi pangkalan pengepulan solar itu, tampak puluhan wadah plastik (kempu) eks kimia berisi cairan (diduga) solar dan ada beberapa yang kosong.
“Siapa bosnya, kita tidak tahu, pak. Cuma, kabarnya dulu berpangkalan di Kampung Baru dan Rawa Bokor. Disini, tidak tahu persis sejak kapan,” ujar seorang warga sekitar yang ditemui tak jauh dari lokasi pangkalan, Kamis (10/2/2022)
Warga yang enggan menyebutkan identitasnya itu mengatakan bahwa setiap hari, sejumlah mobil box berisi minyak solar yang dibeli dari SPBU masuk ke pangkalan pengepulan itu. Ada juga tangki yang masuk untuk mengangkut BBM yang akan dikirim ke industri.
“Awalnya, kita tidak tahu bahwa mobil box itu isinya solar. Kita pikir pada mau ke lapak barang bekas atau ke bengkel yang di ujung itu. Eh… tahunya bawa solar,” imbuhnya.
Namun, dia tidak tahu berapa banyak mobil box yang mengantarkan solar ke pangkalan pengepulan itu setiap hari. Pasalnya, mobil – mobil box itu kebanyakan masuk ke lokasi pada malam hari.
“Kita tidak hitunglah berapa mobil box yang keluar – masuk ke sana. Soalnya kebanyakan masuknya malam. Kalau siang agak jarang yang masuk,” katanya.(Rolis)




