Umum

Malam Tasyakuran dan Pagelaran Wayang Golek, Plt. Bupati Bekasi : Tradisi Tidak Boleh Dihilangkan

Rakyatbicara.id-Bekasi, Kantor Berita RBN – Kesenian wayang golek merupakan pilar penting dalam membentuk sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di Kabupaten Bekasi. Tradisi wayang golek harus terus dipertahankan. Pergantian kepemimpinan sedikitpun tidak boleh menghilangkan tradisi dan budaya daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat menyampaikan kata sambutannya pada acara Malam Tasyakuran dan Pagelaran Wayang Golek dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pagelaran kali ini menghadirkan Ki Dalang Wawan Dede Amung Sutarya, sang Maestro asal Bandung.

Menurut Asep, pertunjukkan seni wayang golek bukan sekedar hiburan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dan sekitarnya. Banyak pesan dan pelajaran positif yang dapat diambil dalam cerita dan tokoh-tokoh wayang golek.

“Wayang golek bukan sekedar tontonan. Di balik cerita dan tokoh-tokohnya selalu ada pesan dan pelajaran yang bisa kita ambil. Tadi saya bicara dengan pak Sekda (Endin Samsudin), tradisi ini tidak boleh dihilangkan. Siapapun pemimpinnya, kalau tasyakuran harus ada wayang golek,” ucapnya di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (21/8/2026) malam.

Ia menggambarkan cerita pewayangan yang dikaitkan dengan perjalanan Kabupaten Bekasi. Para tokoh pewayangan tidak mudah melewati perjalanan yang dilalui karena harus melewati tantangan, masalah maupun ujian. Tetapi itu dapat dihadapi dengan keberanian, kerja keras serta keyakinan.

“Selama 76 tahun, Kabupaten Bekasi sudah melewati perjalanan yang panjang. Banyak perubahan yang sudah kita lalui, banyak tantangan yang kita hadapi, dan tentu masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan bersama,” ujar dia.

“Melalui momentum Hari Jadi ke-76, mari kita terus menjaga semangat, kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena kita memerlukan hubungan dari seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Asep.

Dirinya mengajak masyarakat untuk terus bergotong-royong, mendukung dan bersama-sama membawa Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai strategi pelestarian kesenian daerah, bertujuan untuk membangkitkan kembali pagelaran seni dan budaya serta kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Bekasi.

Iman menambahkan, pertunjukkan seni tersebut tidak hanya untuk menghibur masyarakat dan melestarikan budaya luhur tetapi juga sebagai media, dakwah hingga pemersatu bangsa.

“Wayang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajar. Wayang sering digunakan sebagai alat pendidikan terutama dalam menyampaikan nilai-nilai budaya dan moral kepada generasi muda,” ujarnya.

Selama acara berlangsung, masyarakat yang hadir di lokasi juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh doorprize yang telah didukung sejumlah pihak. (Yandri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button