Umum

Menjelang Malam Perayaan Imlek Tahun 2025/2576 Kongzili Tahun Ular, Di Klenteng Hok Lak Kiong Kota Bekasi

Rakyatbicara.id – Kota Bekasi, Kantor Berita RBN- Klenteng Hok Lay Kiong Di usianya yang sudah lebih dari 300 tahun, Klenteng Hok Lay Kiong di Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih berdiri kokoh dan sudah beberapa kali renovasi.

“Klenteng ini mulai ada mungkin sekitar tahun 1800-an. Yang membangun leluhur masyarakat Tionghoa, karena mereka butuh tempat beribadah,” kata Benny Gunawan, Pengurus Yayasan Klenteng Hok Lay Kiong kepada Awak Media Rakyat Bicara News. Selasa, (28/01/2025).

Dalam suasana Imlek Tahun ini, Kami sangat bahagia adanya turun hujan di tahun ular dikarenakan Hujan adalah Keberkahan bagi masyarakat Tionghoa. Imbuhnya Benny.

Sekilas tentang pembangunan Klenteng Hok Lay Kiong, yang diawali dari pemberontakan buruh-buruh etnis Tionghoa yang dulunya bekerja di Batavia (sekarang Jakarta).

“Dulu di tahun 1700 lebih terjadi pemberontakan karena masalah upah dan lain sebagainya. Akibat demo sempat banyak korban. Lalu buruh-buruh Tionghoa menyebar, ada yang ke Bekasi, Cikarang, karena daerah itu masih hutan.

Setelah menyebar, warga Tionghoa tersebut kemudian mulai membangun rumah untuk ditempati. Mereka juga mulai berkebun untuk menyambung hidup karena pekerjaan pada masa itu masih sulit diperoleh. Dan selama berpuluh-puluh tahun, komunitas Tionghoa pun semakin banyak dan berkembang di wilayah-wilayah tersebut.

“Karena ada kebutuhan beribadah, salah satunya membangun klenteng. Makanya jejak sejarahnya kita lihat ada klenteng di Bekasi, Cikarang, Karawang yang satu jalur. Kalau yang di Tangerang tuh, Tangerang Kota sampai ke Banten kan banyak klenteng. Terus sejarah yang lain ada juga makam-makam tua warga Tionghoa.

Sejak awal berdirinya, Klenteng Hok Lay Kiong telah beberapa kali mengalami renovasi. Banyak ruangan dan fasilitas yang ditambah untuk lebih mempercantik klenteng yang didominasi warna merah dan emas itu.

“Renovasi sudah beberapa kali. Cuma setiap tahun pasti dicat ulang. Untuk dana perawatan berasal dari sumbangan umat,” ungkapnya benny.

Dan menjelang Tahun Baru Imlek, seperti biasanya klenteng yang berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk itu pun selalu bersolek dengan pernak-pernik khas Imlek.

Lampion-lampion cantik berwarna merah terlihat bergantungan di sepanjang langit-langit klenteng. Begitu pula ratusan lilin merah yang terpajang rapi di sisi-sisi ruang ibadah.

“Warna merah itu warna kebahagiaan supaya memberikan kebahagiaan kepada manusia. Merah juga warna ceria, makanya di Tahun Baru Imlek itu gak boleh sedih,” Tutup Benny. (Bachtiar / Tim RBN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button