
Rakyatbicara.id-Jakarta, Kantor Berita RBN – Dua pelaku UMKM Kabupaten Bekasi sekaligus Anggota Sebatik Indonesia Mandiri, Suelmi Sembiring dan Siti Bayniah telah menjadi peserta kompetisi masak yang menyajikan 7 jajanan pasar dalam acara Indonesia Internasional Halal Chef Competition (IN2HCC) di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/10/2023) kemarin.
Adapun 7 jajanan pasar khas Nusantara yang dibuat oleh Suelmi dan Siti yakni Dadar Mawar Gulung, Kue Kaswi, Apem, Soes Mocca dan Bolu Gulung khusus pembuatan dari rumah. Sedangkan di lokasi acara, ia dan timnya membuat Bugis Mandi dan Nona Manis.

Suelmi yang juga selaku pemilik produk cabe kriuk dari El-Kitchen, termasuk salah satu peserta dari 10 tim yang mengikuti kompetisi halal masak internasional “Jajanan Pasar” pada hari ke-4 selama acara IN2HCC berlangsung.
Walaupun Suelmi dan Siti Bayniah (pemilik Omi’s Kitchen) tidak memiliki persiapan sebelumnya, mereka sudah dapat bersaing dengan para peserta lain yang memiliki kemampuan memasak secara profesional dalam kompetisi masak tersebut.
“Terus terang bangga dan senang sekali bisa ikut berkompetisi di acara IN2HCC kemarin, walaupun belum menang, karena lawan kompetisi tersebut benar-benar sudah expert di bidangnya. Ditambah lagi tim kami tidak ada persiapan sama sekali”, ucap Suelmi saat diwawancarai awak media RBN melalui pesan chat WhatsApp, Rabu (1/11/2023).


“Ditambah lagi jurinya dari berbagai negara membuat kita semakin bangga, karena tidak semua orang bisa memiliki kesempatan itu”, tambah Suelmi.
Waktu pembuatan kue di Hall B JCC, kata Suelmi, setiap tim diberikan waktu selama 90 menit untuk membuat 2 jajanan pasar hingga tahap akhir penyajian makanan di piring atau plating.
“Saat live cooking, tim membuat 2 jenis kue, dan masing-masing membuat 1 jenis. Lalu diplating bersama 5 jenis kue yang disiapkan dari rumah”, jelasnya.
Harapan Suelmi di tahun berikutnya, ia dapat kembali menjadi peserta kompetisi masak pada acara IN2HCC meskipun harus dalam keadaan siap mental dan tetap meningkatkan kemampuan memasaknya.
“Besar harapan kami untuk bisa ikut lagi dalam kompetisi tahun depan. Tentu saja dengan persiapan yang matang. Setidaknya ini bisa menambah value kami sebagai tukang kue rumahan”, tutupnya. (Yandri)




