
Rakyatbicara.id-Jakarta, Kantor Berita RBN – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 secara resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya dalam acara Opening Ceremony yang digelar di Plenary Hall Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara ini menargetkan nilai transaksi ritel sebesar Rp102,5 miliar, dengan potensi kontrak dagang mencapai US$ 1,5 juta serta kunjungan 100.000 pengunjung, termasuk sekitar 1.000 buyers internasional dari berbagai negara. Pameran INACRAFT 2026 sedang berlangsung dari 4-8 Februari 2026.
INACRAFT 2026 mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” sebagai ikon utama dan momentum untuk merayakan kreativitas para wanita Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara, baik dalam menciptakan keunikan produk, maupun mengolahnya menjadi sebuah peluang usaha.
“INACRAFT bukan sekedar pameran sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 1969. INACRAFT telah menjadi ruang strategis bagi subsektor kriya Indonesia. Pameran ini adalah tempat bertemunya tradisi dengan inovasi kekayaan budaya dan pasar serta perajin dengan jejaring baik nasional maupun global”, kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam sambutannya di lokasi acara pembukaan INACRAFT 2026.
Teuku Riefky mengapresiasi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) sebagai penyelenggara pameran kerajinan terbesar di regional Asia Tenggara. Ia juga turut bangga dengan ASEPHI yang terus konsisten dalam menjaga kualitas dan reputasi INACRAFT selama lebih dari dua dekade.
“INACRAFT menjadi refleksi peran strategis perempuan dalam subsektor kriya tanah air. Perempuan telah menjadi inovator, wirausaha dan menjaga nilai budaya yang telah ikut serta dalam memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan ekonomi daerah serta menghadirkan produk-produk yang adaptif, berdaya saing dan berkelanjutan”, ungkap dia.
Tema / konsep yang diangkat pada pameran kali ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong ekosistem kriya yang inklusif, berkeadilan serta terbuka bagi peran dan kepemimpinan perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Teuku berharap, INACRAFT dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter dan berorientasi pasar global. “Kami berharap, ini juga memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional”, tandasnya.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat ASEPHI, Muchsin Ridjan menyampaikan tema/konsep Youthpreneurs atau perempuan pengusaha muda ini untuk menjadikan sarana promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas.
“Semua itu untuk memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses ke pasar global sebagai komoditas ekspor, sejalan dengan upaya membangkitkan kembali semangat UMKM kerajinan di Indonesia,” ujar Muchsin.
Sebagai informasi, pameran INACRAFT 2026 diikuti oleh sebanyak 1013 stand yang terdiri dari 788 peserta individu, 208 stand Kementerian, BUMN, dan Dinas, 10 stand luar negeri, 21 area island dari mitra terkait hingga 56 tenant kuliner.
Adapun para peserta INACRAFT 2026 yang menampilkan produk-produknya selama pameran berlangsung yaitu Caly Bags, Heritasia, Tatik Handicraft, Maharani Embriodery Handicraft, Oemah Batik Lasem, Batik Rumah Merah, Ridho Croco Leather, Dencraft, Wastraloka, Haruka Accessories, Lutcu Doll, Kementerian UMKM, Kementerian Ekraf, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Dekranasda Kota Bogor, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Rosario Mutiara, Otilia Pearls, Istana Kerajinan Kerang, Anaria Souvenir dan lainnya.(Yandri)




