Kesehatan

TB melalui ACF (Active Case Finding) lakukan kegiatan Skrining TBC pertama di wilayah Kelurahan jatimulya Kabupaten Bekasi Tingkat Provinsi Jawa Barat disambut Humanis Kepala Puskesmas Jatimulya dan Pemerintah Daerah

Rakyatbicara.id – Jatimulya, Kabupaten Bekasi – Kantor Berita RBN – Dalam rangka mempercepat penanggulangan TBC di Kabupaten Bekasi, UPTD Puskesmas Jatimulya kehadiran USAID Bebas TB pada program pencegahan dan penanganan TBC melalui ACF (Active Case Finding) di 19 RW Kelurahan jatimulya dalam waktu 10 Hari kegiatan tersebut dilaksanakan.

Pada hari ke-6 di lingkungan RW 18 & RW 19, Lokasi skrining di Balai Pertemuan RW 19 Perumahan Sakura Regency 3 Kel. Jatimulya, Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Selasa, (25/06/2024).

Dalam wawancara awak media RBN, Kepala Puskesmas Jatimulya, Ernida Sianturi, menyampaikan pandangannya terkait respon masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan dalam kegiatan skrining TBC melalui ACF (Active Case Finding) oleh Bank Dunia. Kami sangat berterima kasih terpilih salahsatu bagian dari program USAID bebas TB.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan cenderung merespon dengan cepat. Namun, tantangan muncul ketika masyarakat merasa tidak memerlukan, padahal mereka menjadi sasaran penting untuk intervensi kesehatan.

Ernida juga menyoroti masalah kesehatan yang secara nyata bisa terlihat di lapangan, seperti kasus batuk kronis yang seringkali berhubungan dengan masalah kesehatan lain.

“Contohnya kalau batuknya sudah lama, pasti kita langsung turun tangan,” tambahnya.

Salahsatu fokus utama UPTD Puskesmas Jatimulya adalah Penanganan stunting pada balita. Ernida menjelaskan bahwa stunting seringkali terjadi akibat infeksi Tuberkulosis (TBC) yang ditularkan dari orang dewasa kepada anak-anak.

“Ada balita yang stunting, itu juga jadi sasaran kami. Banyak kasus stunting terjadi karena penularan TBC dari orang dewasa. Ini tantangan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Meskipun upaya pencegahan dan penanganan sudah dilakukan dengan menyeluruh, Ernida mengakui bahwa masih ada kasus stunting yang ditemukan. “Kita cek semua aspek terkait kasus stunting, tapi masih ada saja yang terlewat. Ini yang harus terus kita tingkatkan,” imbuhnya Ernida.

Kegiatan inipun berlangsung selama 10 Hari, target kuota 200 jiwa perhari. “Tutup Kepala UPTD Puskesmas Jatimulya. Bachtiar (Tim/RBN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button