
Rakyatbicara.id-Cikarang Pusat, Kantor Berita RBN – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk seluruh Camat, Kepala Desa/Lurah, Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), Pilar-pilar Sosial dan Pendamping Desa se-Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (4/3/2026).
Sosialisasi tersebut merupakan acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi.
Menteri Saifullah Yusuf mengatakan, penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan masyarakat harus dipastikan dengan pemuktahiran DTSEN agar tepat sasaran.
“Hari ini kita koordinasi dalam rangka pemuktahiran DTSEN untuk supaya program-program kita, bansos yang disalurkan itu nanti bisa secara bertahap meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang ekonomi. Data yang baik akan memandu program-program kita tepat sasaran”, tegas Mensos sapaan Gus Ipul saat diwawancarai awak media usai acara sosialisasi DTSEN, Rabu.
“Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025, Presiden menginstruksikan pemerintah pusat dan daerah untuk mengkoordinasi dan membantu pemuktahiran data yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS)”, tambah Saifullah Yusuf.
Pemkab Bekasi telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan proses pemuktahiran data yang dimulai dari SDM, operator data desa serta perangkat penunjang kerja seperti laptop. Setiap operator ditugaskan di tingkat desa maupun di Dinas Sosial. Hal itu menjadi langkah strategis untuk mendorong kinerja operator dalam pemuktahiran DTSEN agar dapat bekerja secara professional.
Keberhasilan DTSEN sangat bergantung dengan kolaborasi dari kementerian dan pemerintah daerah. Dikarenakan data itu bersifat dinamis, peran operator menjadi sangat penting karena mereka harus melakukan input data secara akurat.
Ia berharap dengan adanya data yang semakin akurat dan real time, dapat membantu penyaluran bansos yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menyatakan bahwa Pemkab Bekasi memberikan dukungan kepada operator SIKS-NG berupa tali asih sebesar 500 ribu rupiah per bulan.
“Dia dapat Rp 500 ribu per bulan, dibayar per tri semester, jadi per tiga bulan. Tapi, nanti akan kita tambahkan di triwulan tiga yaitu satu desa satu laptop”, ucap Asep Surya Atmaja.
Di Kabupaten Bekasi, menurut Asep, setiap desa memiliki jumlah penduduk yang berbeda dan menjadi tantangan besar dalam pengelolaan data.
“Di Sumberjaya, jumlah penduduknya ada 120rb jiwa. Sedangkan, di Muaragembong ada satu desa yang jumlah penduduknya hanya 3000. Makanya, desa-desa yang mungkin ke depannya yang desa jumlah penduduknya banyak mungkin ke depannya akan kita tambahkan lagi operatornya”, jelasnya.
Diketahui, DTSEN merupakan data yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga Indonesia. Untuk memastikan ketepatan sasaran, data yang dipadankan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). (Yandri)




