NasionalUMKM Dan Ekonomi Kreatif

Silaturahmi Akbar Pimpinan Organisasi Usaha Dan  Ekonomi Rakyat Nusantara Di Jakarta

Rakyatbicara.id-Jakarta, Kantor Berita RBN – Silaturahmi Akbar Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara yang diadakan di Hotel Aryaduta  Jakarta  Pusat pada 24-25 Maret 2022 dengan grand tema  “Bersatu dan Tangguh  Ekonomi Rakyat Unggul di Negeri Sendiri”  berjalan dengan baik.

Acara Silaturahmi Akbar  ini dihadiri oleh Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat Hery Haryanto Azumi, S.Ag.,MM, Ketua SC Silatbar Ekonomi Rakyat H. Hasan Basri, SH.MH,  Ketua Pelaksana Silatbar H. Sudarto,SM.MM, Humas dari Kementerian Koperasi dan UKM Bayu Utomo dan Ketua Umum Asosiasi UMKM Sumatera Utara Ujiana Sianturi juga para Pimpinan Organisasi Usaha lainnya dari berbagai Daerah.

Dalam acara silaturahmi Akbar  kali ini digelar bazar beberapa stand dari UMKM naik kelas DKI Jakarta, Pegadaian, Aroma Toba Coffee, Warnas.id, dan lainnya.

“Pemerintah kan tampaknya adalah bagaimana masyarakat itu terinclude masuk ke dalam program pemerintah, masuk ke dalam dana bergilir pemerintah”, ujar Hery Haryanto.

“Masyarakat kita ini terikat ke dalam suatu proses pengamanan yang tidak mulus, pengalaman yang tidak mudah dalam melewati fase – fase sebelumnya dalam culture (budaya) berawal dari kegagalan, berawal dari culture yang sebelumnya itu terjadi sewaktu hal yang tidak bisa diselesaikan”, imbuhnya.

Bayu Utomo menjelaskan tentang bagaimana program LPDB – KUMKM yang bertujuan untuk membantu  perkuatan permodalan koperasi dan UMKM dalam bentuk pinjaman dan pembiayaan.

“Saya Perwakilan UMKM dari Sumatera Utara untuk mendapatkan pencerahan terkait Silaturahmi Akbar, terkait perekonomian, perekonomian kerakyatan supaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri”, ucap Ujiana.

“Sampai sekarang kita belum bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena kita saja sudah terhempas covid, kita pikir tidak bisa bangkit dari perekonomian tetapi sampai saat ini ada lagi minyak goreng yang sedang langka dan terbatas untuk semua masyarakat”, imbuhnya.

“Kelangkaan minyak goreng di Sumatera Utara sangat berdampak kepada para umkm yang membutuhkan bahan baku minyak goreng  bahkan banyak usaha mulai tutup, tidak bisa berproduksi karena kelangkaan minyak goreng tersebut” keluhnya. (Arnie/Yandri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button