
Cikarang, Kantor Berita RBN – Lomba Kuliner Khas Bekasi yang diselenggarakan pada tanggal 6 sampai dengan 8 Oktober 2021 baru baru ini di Gedung Graha Pariwisata Cikarang terkesan “asal jadi” dan diduga pihak penyelenggara maupun pihak Event Organizer ( EO ) terkesan tidak memiliki kredibilitas yang baik disebabkan pemenang lomba terindikasi bukan ditentukan oleh Juri dari perlombaan tetapi merupakan hasil dari penilaian misterius.
Hal tersebut disampaikan oleh beberapa peserta lomba dan salah satunya peserta berinisial FR merasa kecewa dan ditambah dengan beberapa narasumber yang kurang bersedia identitasnya disebutkan dalam pemberitaan.
Sesuai dengan pantauan RBN di lapangan, bahwasanya terkesan dalam Lomba Kuliner tersebut sangat dipaksakan oleh Penyelenggara Dinas Pariwisata karena pengunjung sangat sepi, dan para peserta merasa sangat dikecewakan, disebabkan mereka sangat berharap produk produk UMKM Kabupaten Bekasi dapat dilihat secara penyajian serta juga dapat dirasakan atau dinilai masyarakat menjadi cita rasa Kuliner Khas Bekasi, imbuh salah satu peserta.
Dari 30 peserta lomba Kuliner Khas Bekasi, terpilih 4 pemenang yaitu Juara Harapan 1 Marsha Cake, Juara 3 Cake Kers, Juara 2 Dapur Wareng Dan Juara 1 Stik Keju Ammar.
Setelah pemenang Juara diumumkan oleh MC membuat banyak peserta yang merasa kecewa dengan putusan dari para Juri karena diduga para Juri tersebut tidak independen serta terdapat keberpihakan kepada peserta tertentu sehingga bisa menjadi pemenang Juara.

Ketika RBN mengkonfirmasi dengan salah satu Juri yaitu atas nama Rina terkait pemenang lomba, Rina menyatakan bahwa pemenang Juara yang telah diumumkan MC tidak sesuai dengan keputusan para Juri, seperti penuturannya, “Kredibilitas kami sebagai juri seperti diabaikan secara sepihak padahal kami selaku Juri sudah lakukan yang terbaik dan bekerja secara profesional, netral, dan objektif. Keempat pemenang itu justru tidak ada dalam penilaian kami selaku Juri karena tidak sesuai dengan kriterianya menjadi juara. selaku Juri kami tidak bertanggung jawab terhadap pengumuman pemenang oleh panitia, karena hasil penilaian untuk menjadi juara tersebut bukan kami yang menentukan siapa menjadi juara, padahal kami adalah sebagai Juri” imbuh Rina.
Rina juga menambahkan, bahwasanya dari pihak Penyelenggara Dispar Kabupaten Bekasi akan mengadakan audiensi, dan para Juri masih menunggu undangan audiensi tersebut kapan akan dilaksanakan.
Terkait dengan pernyataan Rina sebagai Juri perlombaaan tersebut, setelah RBN mengkonfirmasi terhadap Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata atas nama Rahman, namun demikian sampai hari ini diturunkan belum ada penjelasan dari Rahman dengan alasan masih berada di Bandung.
Dan lebih anehnya lagi, saat RBN menanyakan kepada para pemenang Juara terkait hadiahnya, mereka menyatakan sampai saat ini bahwasanya mereka tidak tahu sama sekali berapa besar uang hadiahnya sebagai pemenang, dan mereka hanya mendapatkan informasi dari penyelenggara Dispar Kabupaten Bekasi bahwasanya hadiah pemenang akan ditransfer.
Sesuai pantauan RBN di lapangan Ketika menyaksikan penutupan Acara Festival Kuliner Kabupaten Bekasi tersebut, dimana acara itu menghadirkan Rizal Djibran yang selama ini dikenal sebagai Artis dan sekarang ini menjadi pebisnis ikan yang dikenal dengan slogan “GRATISKAN” (Gerakan Artis Makan Ikan) juga turut serta mendukung UMKM supaya bisa naik kelasnya menjadi lebih mantap, serta juga ada hadir dari Aplikasi online BliBli yang juga mendukung para pegiat UMKM agar dapat berjualan secara online.
Di lain sisi ketika RBN wawancara pada Hari Jumat (8/10/21) dengan Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Rahman menambahkan Program Festival Kuliner Kabupaten Bekasi sangat menarik dan tentunya dapat mempromosikan kepada semua berbagai elemen masyarakat terkait makanan Khas Kabupaten Bekasi dan UMKM juga bisa menjadi lebih baik lagi serta UMKM dapat lebih semangat, imbuhnya menutup pembicaraan.
(Arnie Kabiro)




