UMKM Dan Ekonomi Kreatif

Caly Bags UMKM Kabupaten Bekasi; Hadir di Business Matching, Siap Expor Ke Negara Malaysia

Rakyatbicara.id – Cikarang – Kantor Berita RBN – Bea Cukai Bekasi dan Cikarang adakan event Business Matching, UMKM Siap export ke Malaysia kepada 50 UMKM Kota dan Kabupaten Bekasi.

Caly Bags, produk unggulan Kabupaten Bekasi dengan handicraft dari berbagai jenis tas yang berbalutan Kulit, Kain Batik, Ecoprint dan Kain Tenun yang memiliki potensi daya jual yang cukup tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh DPMM (Dewan Perniagaan Melayu Malaysia), Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota dan Kabupaten Bekasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, dan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi. Acara ini juga didukung oleh Perdagangan Malaysia untuk Indonesia dan Bea Cukai Bekasi. Dilaksanakan di Kantor Bea Cukai Bekasi, Kawasan MM2100 Kabupaten Bekasi. Selasa, (14/05/2024).

Acara Business Matching antara pelaku usaha luar negeri dari Malaysia, dengan pelaku UMKM dalam negeri merupakan salahsatu usaha pemerintah untuk mendorong UMKM go to Malaysia. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dapat memperoleh sejumlah manfaat, seperti memperluas koneksi, hemat biaya dan waktu, serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang export serta import.

Turut hadir Senior Asistant Directorat of Customs Malaysian Embassy, Ahmad Bin Talib. Kedatangan Ahmad juga didampingi rombongan Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM).
Ahmad mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Bea Cukai Bekasi berkolaborasi dengan Bea Cukai Cikarang. Ia mengharapkan agar kegiatan serupa juga bisa dilaksanakan di kota-kota lain di Indonesia.Ujarnya Ahmad Bin Talib.

Sementara ini, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Yanti Sarmuhidayanti menyampaikan kegiatan Business Matching tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Keuangan untuk memajukan UMKM melalui digitalisasi dan globalisasi.Tandasnya Yanti.

“Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggerakkan sektor UMKM dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspansi ke pasar internasional,” ungkapnya.

Yanti menambahkan, saat ini sudah ada dua (2) UMKM binaan Bea Cukai Bekasi yang memasarkan produknya ke Malaysia. Yakni UMKM produk Kopi dan Fashion.

“Ada dua UMKM yang sudah go internasional ke Malaysia. Dengan adanya kegiatan seperti ini harapannya semakin banyak lagi UMKM yang go internasional,” pungkasnya.

Bertindak sebagai narasumber, Ainnur Yaqin Bin Abu Noor selaku Ketua Biro Antarbangsa DPMM dan Aiman Noordin seorang pelaku bisnis sukses di Malaysia.

Narasumber menyampaikan kekagumannya akan varian produk yang dihasilkan oleh UMKM di Indonesia. Kemasan yang modern dengan cita rasa yang menggugah selera dan harga yang bersaing merupakan keuntungan komparatif dari produk-produk UMKM Indonesia.

Turut menjadi narasumber Minah dari LPEI EXIM Bank (Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor). Minah berkesempatan untuk menyampaikan peranan lembaganya dalam mendukung UMKM baik dalam bentuk layanan finansial berupa pembiayaan, penjaminan dan asuransi maupun layanan non finansial berupa coaching program for new exporters, marketing hand halding dan community development. (Bachtiar/Tim RBN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button