UMKM Dan Ekonomi Kreatif

LSPR Bekasi Laksanakan Studi Banding ke Paguyuban Batik Cirebon Terkait Pengembangan UMKM Batik Bekasi

Rakyatbicara.id-Cirebon, Kantor Berita RBN – Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations (LSPR) Bekasi  melaksanakan studi banding ke Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) dalam program pengembangan UMKM Batik Bekasi pada 8-9 November 2023.

Program pengembangan UMKM di Cirebon itu merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan LSPR Innovation Summit 2023 yang mengusung tema “Inovasi Komunikasi Digital Batik Bekasi sebagai Warisan Budaya Nasional”.

Pada hari pertama, Rabu (8/11/2023) dilaksanakan kegiatan dalam bentuk sharing session dan diskusi intensif yang bertempat di aula terbuka Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tujuan utama dari kegiatan bersama LSPR Bekasi adalah memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM Batik Bekasi untuk belajar banyak mulai dari proses produksi, design motif, strategi branding, pengelolaan manajemen bisnis batik, pengolahan limbah batik, hingga promosi di media digital.

Adapun koperasi yang hadir dalam studi banding ke Cirebon adalah Koperasi Batik Bekasi yaitu Sebatik Indonesia Mandiri yang berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kombas yang merupakan perwakilan dari Kota Bekasi. Kegiatan ini disambut secara antusias oleh para peserta UMKM Bekasi.

Sebanyak 30 orang peserta termasuk tim dosen LSPR yang tergabung dalam tim Hibah UMKM Kedaireka pada kegiatan ini yakni Dr. Lestari Nurhajati M.Si. selaku Wakil Rektor 4 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Bekasi, Dewi Rachmawati, M.Si, Rani Chandra Oktaviani, M.Si, Lamria Raya Fitriyani M.Si, dan Xenia Angelica, M.Si.

Ketua Umum Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon H. Heri Kismo, S.T saat sesi diskusi mengatakan, yang terpenting dalam membangun penguatan bisnis batik selain perlunya kemampuan manajemen yang baik, yang tidak kalah penting adalah esensi utama dalam membatik yakni dalam memproduksi harus memastikan unsur pembuatan batik sesuai dengan ketentuan UNESCO.

Syarat membatik, kata Heri, di antaranya adalah mengukir pada kain dan menggunakan malam panas. Selain itu, dinyatakan juga bahwa esensi dalam membantik adalah sebuah proses atau metode, sehingga tidak hanya berfokus dalam membuat motif saja.

Salah satu pembicara dalam sesi tersebut, Subroto mengungkapkan, salah satu elemen yang juga merupakan bagian dari ketentuan UNESCO dan itu telah diimplementasikan oleh para pengrajin batik Cirebon, dalam membuat motif harus mengambil warisan budaya setempat, yakni pesisiran yang mengangkat motif flora dan fauna dan keratonan yang menampilkan motif benda dan unsur-unsur budaya keraton.

Wakil Rektor 4 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR sekaligus Ketua Program LSPR Innovation Summit 2023, Dr. Lestari Nurhajati menyambut baik dalam kegiatan ini dan juga mengatakan bahwa pengelolaan bisnis batik benar-benar penting khususnya UMKM Batik Bekasi.

Untuk penerapan proses bisnisnya dimulai dari hulu yaitu kualitas produksi, mendesign motif yang khas sesuai tematik daerahnya, membangun branding manajemen bisnis yang sehat, penetapan harga yang tepat, mengoptimalkan proses produksi sehingga harga jual dapat lebih murah atau bersaing, hingga berujung pada hilir yaitu perlunya promosi digital dan penetapan target segmentasi yang jelas.

Dewi Rachmawati M.Si, selaku ketua pelaksana dalam kegiatan studi banding ini menyampaikan, kegiatan di Cirebon ini dalam rangka pengembangan bisnis UMKM Batik Bekasi dapat membawa dampak bukan hanya pada peningkatan pemahaman dan keterampilan saja, namun juga dapat membangun kolaborasi antara UMKM Batik Bekasi dengan Paguyuban Pengrajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada LSPR Bekasi yang yang telah memfasilitasi melalui bantuan hibah UMKM Kedaireka, studi banding ini sangat bermanfaat kepada seluruh anggota Koperasi Sebatik. Kami dapat melihat langsung proses membuat batik, pewarnaan batik dan seluruh proses pembuatan batik Cirebon”, ucap Ketua Sebatik Indonesia Mandiri Arnie, SE.Ak.

Arnie berharap, Koperasi Sebatik Indonesia Mandiri akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Bekasi bahkan sampai ke kancah mancanegara.

Acara studi banding ini dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan langsung ke tempat proses produksi batik Cirebon. Hal ini dilakukan supaya semua peserta dapat melihat proses sekaligus memperkenalkan teknik yang khas dari perajin Cirebon dalam membatik yakni dengan cara “Merawit”. Teknik Merawit telah dilakukan secara turun temurun yang diwariskan dari para perajin batik Cirebon terdahulu.

Selain ke tempat proses produksi batik, para peserta juga berkegiatan ke Museum Trupark, museum Batik Cirebon dari sisi sejarah sampai proses produksi Batik Cirebon. (Yandri).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button