RUBRIK OPINI

Drs Gandi Parapat: Ketidakhadiran Presiden Jokowi Saat Penutupan PON XXI Menyisakan Tanda Tanya

Rakyatbicara.id- Medan- Kantor Berita RBN – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh -Sumatera Utara (Sumut)  memang telah usai. Meski demikian, hingga kini msih perbincangan atas ketidakhadiran  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat penutupan pesta olahraga di Indonesia yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia itu masih menyisakan tanda tanya.

Di antaranya datang dari Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara, Drs Gandi Parapat. Kepada Rakyat Bicara News, Senin (23/9/2024), Gandi Parapat mewakili elemen masyarakat Sumatera Utara mengatakan, sampai saat ini masih hangat di perbincangkan masyarakat penggemar bola, dan belum habis pikir apa alasan mendasar sehingga Presiden Jokowi tidak menghadiri penutupan PON tersebut.

“Kenapa Jokowi tidak berani datang ke Sumatera Utara, padahal kehadirannya sangat ditunggu para atlet dan masyarakat. Rasanya, PON kurang  semarak tanpa kehadiran Presiden apalagi tanpa alasan yang jelas,” kata Gandi Parapat.

Baginya sampai saat ini ketidakhadiran Presiden masih misteri karena selama ini Jokowi begitu rajin ke Sumatera Utara. Seperti untuk peresmian Terminal, ruas jalan Tol, atau barang kali ketidakhadiran nya kemungkinan bisa setelah menghitung Bobby Nasution tidak laku walaupun didongkrak.

“Saya  sangat yakin Jokowi tidak setuju dengan berita-berita tentang kinerja  Bobby Nasution. Misalnya, Lampu Pocong, Lapangan Merdeka, Islamic Center, Parkir, Jet Pribadi yang tidak memakai APBD, Blok Medan, Pembangunan Stadion Teladan, Kebun Bunga yang masih layak dipakai untuk mendukung PON.

” Elemen masyarakat  sudah membuat Edy Rahmayadi Blok SUMUT dan Bobby Blok Medan. Menurut kami masih perlu Jokowi datang ke Sumatera Utara, tak perlu malu-malu sekaligus memantau  proses Pilgubsu antara Blok Medan dan Blok SUMUT. Menurut pantauan kami seluruh Bupati, Walikota terutama Pj Gubsu sangat patuh kepada Jokowi dan tau Jokowi mendoakan atau menginginkan agar Bobby Nasution menjadi Gubernur Sumatera Utara,” kata Gandi Parapat.

Masih menurut Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara itu, dan ada yang tambah anehnya lagi,  entah sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden Jokowi karena menantunya menjadi calon Gubernur Sumatera Utara, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara,  Agus Fatoni  sering menggandeng Bobby Nasution. Apa setelah habis masa jabatan Kepala Negara di bulan November masih begituikah ?

“Sungguh lucu Pj Gubsu ini, menggandeng atau memperkenalkan Walikota Medan kepada masyarakat dengan berbagai agenda sesuai dengan selera mereka. Dalam hal ini, saya menilai Pj Gubsu telah mempermalukan Bobby Nasution menunjukkan ketidak mampuannya dengan menggandeng ke pemerintah daerah. Tandasnya. (ams/rbn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button