RUBRIK OPINI

“WARISAN BUPATI DARWIN HULMAN TAK DILIRIK”Oleh : Ludin Panjaitan SH.MM

Rakyatbicara.id-Infrastruktur jalan di perhutanan Sitangkereng, Sitonggitongi, Desa Sibide Kecamatan Silaen, Toba sungguh memprihatinkan. Kondisi jalan rusak berat sehingga tak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat.Benar – benar ditelantarkan pemerintah Kabupaten Toba.

Padahal, di masa kepemimpinan Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian-Hulman Sitorus, periode 2014-2019, status infrastruktur jalan dari kota Kecamatan Silaen-Sitorang-Sibide hingga desa Lumban Gaol, Desa Lumban Balik-Parsoburan Kecamatan Habinsaran, sudah ditingkatkan menjadi Jalan Kabupaten Toba.

Peningkatan status jalan sepanjang 70 kilo meter lebih itu seharusnya diikuti dengan pembangunan fisik infrastruktur jalan yang berbukit-bukit dan hutan di Kawasan Dolok Surungan.

NoHingga masa kepemimpinan Darwin Siagian- Hulman Sitorus berakhir, baru pembangunan infrastruktur jalan dari Desa Sitorang hingga Kampung Sitonggitongi yang bisa rampung hotmix.

Sedang dari Sitonggitongi hingga Tornaganjang, perbatasan Desa Sibide Kec.Silaen dengan Desa Lumbangaol Kecamatan Habinsaran sepanjang lima kilo meter masih terlantar hingga saat ini.

Ruas jalan dibiarkan rusak secara alami digerogoti air deras yang turun dari bahu jalan hutan belantara.

Berbagai upaya berupa gotong royong penduduk dari Kampung Sitonggitongi bersama penduduk Desa Lumbangaol, Desa Lumban Lintong, Desa Panamparan, Desa Pararungan, Desa Pagarbatu, Desa Sibuntuon yang terkait dengan akses jalan di hutan/tombak Sitangkereng sudah sering dilakukan.

Tapi, karena belum permanen dengan besi coran semen, perbaikan secara gotong royong tidak bisa bertahan lama.

Apalagi pada musim hujan deras. Akibatnya, kesengsaraan penduduk kawasan Dolok Surungan sejak kolonial Belanda berlanjut hingga usia Indonesia menginjak 79 tahun.Tepatnya pada 17 Agustus 2024 masih berlanjut sesak nafas saat jalan kaki.

Yang menjadi saksi hidup bukan orang lain.Tapi, Darwin Siagian, putra kelahiran Siriaria Desa Sibide Barat. Sang bupati pernah mengisahkan pengalamannya jalan kaki sepanjang 20 kilo meter dari Kampung Siriaria ke Pasar/Onan Tornaganjang.Waktu masa remaja Darwin Siagian, jalan dari Sitonggitongi menuju Onan Tornaganjang masih jalan setapak yang penuh belukar.

Karena kisah penderitaan lama itulah tampaknya, Bupati Tobasa Darwin Siagian gigih memperjuangkan status jalan kampung yang setapak berubah menjadi Jalan Kabupaten dengan persetujuan DPRD Tobasa.

Sayangnya, warisan Bupati Darwin Siagian-Hulman Sitorus, tidak dilirik oleh Bupati penerusnya Poltak Sitorus. Kondisi riil memang diterlantar pemerintah Kabupaten Toba. Padahal, sesuai hasil audit BPK dana anggaran belanja di kas Pemkab Toba, masih ganggur Rp 84 miliar lagi.

Penderitaan penduduk pengguna infrastruktur jalan melalui hutan Sitangkereng yang begitu lama, tidak bisa ditutup-tutupi dengan alasan: Anggaran pembangunan infrastruktur jalan di daerah Kabupaten Toba, Sumatera Utara sangat terbatas. Jika ada perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR, sangat kecil hitungan anggaran perbaikan infrastruktur jalan dari Sitonggitongi hingga kota Parsoburan sepanjang sekitar 40 kilo meter.

Kesabaran penduduk tentu ada batasnya. Jika sudah tiba saatnya, bukan mustahil penduduk kawasan Dolok Surungan yang bermukim di daerah perbukitan dengan segala penderitaannya bisa saja akan turun gunung. Demo besar-besaran ke kantor DPRD dan kantor Bupati Toba untuk menuntut keadilan.Khusus perbaikan infrastruktur jalan di Sitangkereng yang tergolong rusak parah.

Pertanyaan pokok, apakah penduduk kawasan Dolok Surungan dan sekitarnya harus demo besar-besaran, baru ada perbaikan infrastruktur jalan di Sitangkereng ?

Kita harapkan, pimpinan DPRD Toba Effendi Napitupulu dan Bupati Poltak Sitorus dengan bijak segera tanggap atas penderitaan penduduk tertinggal di kawasan Dolok Surungan dan sekitarnya sebelum masa periode mereka berakhir Oktober 2024.
Semoga…!

Jakarta, 26 Agustus 2024/LEP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button